GeNose Tak Lagi Berlaku, Kini Berkunjung ke Bali Wajib Bawa Surat Hasil Tes PCR

Semua orang yang ingin berkunjung ke Bali wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 berbasis tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR).


zoom-inlihat foto
Gubernur-Bali-Wayan-Koster-dalam-sidang-Paripurna-DPRD-Bali-Senin-2862021.jpg
Humas DPRD Bali
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (28/6/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemerintah kembali menerapkan kebijakan baru tentang syarat penerbangan ke Bali.

Bali menerapkan persyaratan yang lebih ketat untuk kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) akibat kasus positif Covid-19 yang terus meningkat di daerah lain. 

Kini semua orang yang ingin berkunjung ke Bali wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 berbasis tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Sebelumnya, tes covid-19 dengan metode GeNose sempat diberlakukan sebagai salah satu syarat untuk berpergian melalui jalur udara.

Hal ini dikatakan oleh Gubernut Bali, I Wayan Koster, guna mengantisipasi kasus Covid-19 di Bali.

"Persyaratan masuk Bali melalui transportasi udara itu harus menggunakan uji swab berbasis PCR, tidak boleh lagi pakai GeNose," kata Koster dalam sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (28/6/2021).

Baca: Kasus Covid-19 di Pulau Dewata Terus Meningkat, Work From Bali Disebut jadi Salah Satu Penyebab

Baca: Puluhan Nakes di RS dan Puskesmas di Depok Positif Covid-19

Gubernur Bali, I Wayan Koster di Denpasar, Rabu (12/2/2020).)
Gubernur Bali, I Wayan Koster di Denpasar, Rabu (12/2/2020).) (KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN)

Kebijakan membawa surat bebas Covid-19 dengan tes PCR sesuai dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Agar Bali yang sudah pencapaiannya baik (penanganan covid-19) ini jangan sampai rusak kembali,” kata dia.

Dikutip dari Kompas.com, pengetatan pintu masuk Bali juga berlaku melalui jalur udara dan laut.

Pelaku perjalanan yang melalui jalur darat atau aut juga wajib membawa surat bebas Covid-19 minimal berbasis tes cepat antigen.

"Darat dan laut harus minimum menggunakan rapid test antigen, kalau swab berbasis PCR itu lebih baik lagi, tapi yang GeNose sudah tidak diberlakukan lagi," kata Koster.

Baca: Ribuan Orang di India Tertipu Vaksin Covid-19 Palsu, Isinya Air Garam

Baca: Target Herd Immunity Indonesia, Jokowi Tagetkan 2 Juta Dosis Vaksinasi Harian per Agustus

Satgas Covid-19 kembali melakukan penelusuran atau tracing dengan swab PCR kepada warga sekitar Taman Pintar Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Sebelumnya satgas sudah melakukan tracing kepada 48 warga dengan hasil negatif, pihak Polsek Pulogadung juga telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Tracing terus ditingkatkan oleh pemerintah untuk mengetahui penyebaran Covid diantara warga dan antisipasi Covid-19 varian baru. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Satgas Covid-19 kembali melakukan penelusuran atau tracing dengan swab PCR kepada warga sekitar Taman Pintar Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Sebelumnya satgas sudah melakukan tracing kepada 48 warga dengan hasil negatif, pihak Polsek Pulogadung juga telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Tracing terus ditingkatkan oleh pemerintah untuk mengetahui penyebaran Covid diantara warga dan antisipasi Covid-19 varian baru. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Kebijakan itu mulai berlaku pada Senin (28/6/2021).

Surat bebas Covid-19 itu akan melewati pengecekan dengan QR code.

Hal itu untuk memastikan surat keterangan yang dibawa tidak palsu.

"Karena banyak juga surat keterangan palsu, berbayar. Jadi ada bawa surat, tapi sebenarnya itu tidak mengikuti swab atau rapid test antigen," tuturnya.

Baca: 2 Penumpang Lion Air dari Surabaya Bawa Hasil PCR Palsu dari Calo, ini Klarifikasi Bandara Juanda

Baca: Tim Bulu Tangkis Indonesia Dinyatakan Negatif Covid-19 Lewat PCR, Dipulangkan ke Tanah Air Hari Ini

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (28/6/2021)
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (28/6/2021) (Humas DPRD Bali)

Berdasarkan catatan dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali, perkembangan kasus positif masih terus terjadi.

Hingga Minggu, (27/6/2021), secara kumulatif sudah ada 49.546 orang positif Covid-19 di Bali.

Dari jumlah itu, 46.584 orang (94.02 persen) dinyatakan sembuh, 1.554 orang (3,14 persen) meninggal, dan 1.408 orang (2,84 persen) menjalani perawatan.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved