Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Benteng Amsterdam merupakan situs cagar budaya yang terletak di Negeri Hila, Maluku.
Bangunan benteng ini berada di tepi pantai dan bersebelahan dengan Gereja Tua Immanuel, berada pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut.
Secara umum, Benteng Amsterdam terbagi atas dua bagian, yaitu bangunan utama berupa Blokhuis yaitu bangunan yang menjulang ke atas dengan denah dasar berbentuk persegi.
Bagian kedua berupa halaman yang luas di luar bangunan utama yang dikelilingi oleh courtien (dinding benteng) dan dua bastion setinggi kurang lebih 3 meter. (1)
Baca: Universal Studio Japan
Sejarah #
Walau tempatnya terbilang kecil untuk bisa disebut benteng, Benteng Amsterdam telah menjadi saksi bisu kuatnya penjajah dalam menguasai wilayah Maluku.
Benteng yang berada di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, itu dikenal sebagai benteng tertua di provinsi tersebut.
Walaupun menyandang nama Amsterdam, benteng ini sejatinya didirikan oleh pemerintah kolonial Portugis.
Penggagasnya, Fransisco Serrao, mulai membangun benteng pada 1512.
Awalnya, bangunan ini dibangun bukan berperan sebagai benteng pertahanan.
Portugis menggunakan bangunan ini sebagai loji, semacam gudang, tempat penyimpanan cengkih dan hasil bumi lainnya dari Maluku.
Baru pada awal era 1600-an, saat Belanda dan rakyat Maluku mengusir Portugis, bangunan ini dikuasai oleh Kamar Dagang Belanda (VOC) dan dijadikan sebagai benteng pertahanan.
Benteng itu merupakan salah satu objek vital bagi VOC lantaran menjadi pusat pertahanan militer terhadap perlawanan dari Kerajaan Tanah Hitu, sebuah kerajaan yang berkuasa di Maluku Tengah.
Bangunan ini pun sebenarnya bukan bangunan asli.
Sebab, Gubernur Jenderal yang berkuasa saat itu, Jaan Ottens, menghancurkan bangunan asli yang didirikan Portugis dan membangunnya kembali menggunakan bahan batu-batu alam yang diambil dari sekitar pantai.
Selain membangun kembali, VOC juga menambahkan pagar pertahanan yang mengelilingi benteng.
Pembangunan baru selesai pada dekade 1650-an dan mulai saat itulah bangunan tersebut menyandang nama Benteng Amsterdam.
Benteng ini ditinggalkan oleh bangsa Belanda pada awal 1900 dalam keadaan rusak dan telah ditumbuhi sebatang pohon beringin besar.
Kemudian, dipugar kembali oleh departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kantor Wilayah Propinsi Maluku, mulai bulan Juli Tahun 1991 hingga bulan Maret tahun 1994.
Pemugaran kembali benteng ini berdasarkan gambar dalam buku Beschreiving van Amboinan (uraian tentang Pulau Ambon) karangan Francois Valantyn tahun 1772.
Pernah tinggal dibenteng ini seorang naturalis dan ahli sejarah dari Jerman (1627-1702), George Everhard Rumphius yang menulis buku-buku tentang flora dan fauna di pulau Ambon (Ambonsche Rarietitenkamer, Herbairium Amboinensche dan Ambonsche Landbeschrieving).
Penulis ini pulalah yang pertama kali menemukan anggrek khas pulau Ambon yang diambil dari nama istrinya, Floss Susana.
Selain menulis tentang flora dan fauna Ambon, ia juga menulis tentang gempa dan tsunami yang melanda Maluku dalam bukunya yang berjudul Waerachtigh Verhael van de Schrickelijck Aerdbevinge.
Gempa dan tsunami itu mengakibatkan kerusakan parah desa-desa di pesisir utara pulau Ambon dan bagian selatan pulau Seram. (2) (3)
Baca: Pantai Delegan
Konstruksi #
Kontruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah, maka oleh bangsa Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.
Bangunannya terdiri atas 3 lantai, pada lantai satu terdiri lantai berbata merah, lantai dua dan tiga terdiri lantai berkayu besi.
Pada ujung bangunan terdapat sebuah menara pengintai.
Lantai satu berfungsi sebagai tempat tidur para serdadu, lantai dua untuk tempat pertemuan para perwira dan lantai tiga berfungsi sebagai pos pemantau.
Benteng ini ditinggalkan oleh bangsa Belanda pada awal pulau Ambon dan bagian selatan pulau Seram. (4)
Baca: Museum Gubug Wayang
Lokasi #
Letak Benteng Amsterdam memang agak jauh dari pusat Kota Ambon, terpaut 42 kilometer.
Benteng ini tepatnya berada di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Wisatawan bisa menyewa mobil atau menggunakan angkutan kota yang menuju ke Laha atau bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang menuju ke Hila. (5)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama Tempat | Benteng Amsterdam |
|---|
| Lokasi | Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku |
|---|
| No. Regnas CB | CB.334 |
|---|
| SK Penetapan | No SK : 013/M/1999 Tanggal SK : 12 Januari 1999 Tingkat SK : Menteri No SK : 111/M/2018 Tanggal SK : 30 April 2018 Tingkat SK : Menteri |
|---|
| Peringkat Cagar Budaya | Nasional |
|---|
| Jenis Cagar Budaya | Situs |
|---|
Sumber :
1. pesonaindonesia.kompas.com
2. ambon.go.id
3. cagarbudaya.kemdikbud.go.id