Peradi Papua Gugat Erick Thohir dan PT Telkom Rp 276 Miliar atas Kerugian Putusnya Jaringan Internet

Peradi mengklaim kerugian sebesar 276 miliar rupiah karena terputusnya koneksi internet.


zoom-inlihat foto
peradi-papua-gugat-bumn-dan-pt-telkom.jpg
Tribun-Papua.com/Merry Rumbino
Sebanyak 205 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggugat pihak pemerintah dan Telkom atas kerugian materil akibat putusnya jaringan internet di Kota Jayapura.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebanyak 205 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Papua, menggugat Pemerintah Indonesia dan juga PT Telkom atas kerugian akibat putusnya jaringan internet Kota Jayapura.

Diketahui koneksi internet di Kota Jayapura selama 40 hari.

Gugatan didaftarkan langsung Ketua Peradi Papua, Anton Raharusun, ke Pengadilan Negeri (PN) Jayapura, Senin (21/6/2021).

Anton Raharusun, selaku pengacara publik, mengatakan pihaknya pertama menggugat pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, PT Telkom Indonesia, General Menejer (GM) PT Telkom Wilayah Papua.

Peradi mengklaim kerugian sebesar 276 miliar rupiah karena terputusnya koneksi internet.

Baca: Lowongan Kerja PT Indofood Juni 2021 untuk Lulusan SMA/SMK dan D-3

Baca: Mengenal Internet Unlimited PLN Iconnet Beserta Cara Mendaftar & Harganya

Sebanyak 205 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggugat pihak pemerintah dan Telkom atas kerugian materil akibat putusnya jaringan internet di Kota Jayapura.
Sebanyak 205 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggugat pihak pemerintah dan Telkom atas kerugian materil akibat putusnya jaringan internet di Kota Jayapura. (Tribun-Papua.com/Merry Rumbino)

"Nominal gugatan kami sebesar Rp 276 Milyar," kata Anton kepada Tribun-Papua.com, di Kantor Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura, Senin (21/6/2021).

Dasar kerugian diakibatkan selama pascaputusnya jaringan di Jayapura per 3-30 April 2021, kata Anton, kerugian material operasional terkait perkara pidana dan perdata yang dikerjakan.

Dimana dalam penanangan perkara pidana dan perdata mempunyai nilai masing-masing, hal inilah yang menyebabkan kerugian besar bagi pihak Peradi.

“Saat ini Peradi sudah menggunakan aplikasi e-Court agar mempermudah klien mendaftar secara online dimanapun, ini membuktikan pengadilan saat ini berbasis online atau teknologi IT,” ujarnya.

Baca: 5 Peringkat Teratas Kota dengan Koneksi Internet Tercepat di Indonesia

Baca: Telkom Indonesia

Telkom Indonesia
Telkom Indonesia (Telkom.co.id)

Sesuai peraturan Mahkamah Agung No 3 tahun 2018 dan peraturan Mahkamah Agung No 4 tahun 2020 yang mengharuskan semua advokat adalah pengguna e-Court terdaftar.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved