Telur Pitan

Makanan khas Tionghoa ini dibuat dari telur ayam, telur bebek, atau telur puyuh yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau hingga beberapa bulan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-telur-pitan.jpg
SHUTTERSTOCK/Andrea Skjold Mink via Kompas.com
Makanan khas Tionghoa ini dibuat dari telur ayam, telur bebek, atau telur puyuh yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau hingga beberapa bulan.

Makanan khas Tionghoa ini dibuat dari telur ayam, telur bebek, atau telur puyuh yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau hingga beberapa bulan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Telur pitan atau bisa disebut telur hitam atau telur seribu tahun adalah makanan khas Tionghoa yang dibuat dari telur ayam, telur bebek, atau telur puyuh yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau hingga beberapa bulan.

Selama diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecokelatan dan sedikit transparan.

Telur berubah dikarenakan adanya material alkalin yang menaikkan pH dari telur menjadi 9 atau lebih.

Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa kandungan protein dan lemak yang kompleks di dalam telur yang awalnya tidak berasa menjadi berasa dan berbau kuat.

Terkadang telur memiliki corak-corak seperti cabang pinus di bagian putihnya.

Telur ini juga menjadi salah satu hidangan oleh masyarakat Tiongkok pada tradisi Festival Perahu Naga atau Duanwu Jie.

Hidangan dari telur yang diawetkan selama ratusan tahun bernama Century Egg
Hidangan dari telur yang diawetkan selama ratusan tahun bernama Century Egg (Shutterstock.com via Kompas.com)

Baca: Telur Paskah

Baca: Telur Asin

  • Sejarah #


Catatan tertulis mengenai pembuatan telur pitan ditemukan dari sumber yang berasal dari tahun 1640.

Ada juga yang memperkirakan bahwa telur pitan mulai ditemukan sejak sekitar 500 tahun yang lalu.

Penemuan cara produksinya, meskipun tidak dapat diverifikasi, diperkirakan dari masa Dinasti Ming di Hunan, 600 tahun lalu.

Seorang pemilik rumah menemukan telur bebek di genangan air kecil yang berisi larutan kalsium hidroksida, yang digunakan sebagai bahan adukan untuk pembuatan rumahnya, dua bulan sebelumnya.

Ia memutuskan untuk membuat lebih banyak dengan menambahkan garam untuk memperbaiki rasanya, sehingga terciptalah resep pembuatan telur pitan.

  • Produksi #


Cara tradisional untuk membuat telur pitan yaitu dengan menggunakan abu kayu, kalsium oksida, dan garam, sehingga menyebabkan pH dan kandungan sodium meningkat.

Penambahan alkali alami ini meningkatkan kemungkinan berhasilnya pembuatan telur pitan serta kecepatan proses pembuatannya.

Pembuatan diawali dengan merebus 1,3 kilogram teh di dalam air, kemudian ditambahkan dengan 1,3 kilogram kalsium oksida (atau 3,1 kilogram jika dilakukan di musim dingin), 4 kilogram garam laut, dan 3,1 kilogram abu dari kayu oak, kemudian diaduk hingga menjadi pasta yang lembut.

Setiap telur dilapisi dengan pasta ini dan digulingkan di atas sekam beras agar tidak menempel satu sama lain.

Pasta lumpur ini kemudian mengering dan disimpan selama berbulan-bulan di gentong yang ditutup dengan kain atau keranjang yang dianyam dengan rapat. Nantinya telur pitan siap dikonsumsi.

Meskipun cara tradisional masih banyak digunakan, cara modern telah banyak berkembang untuk menyederhanakan proses pembuatan telur pitan.

Contohnya merendam telur di larutan garam, kalsium hidroksida dan sodium karbonat selama 10 hari dan diikuti penyimpanan dalam waktu beberapa minggu dapat menghasilkan telur yang serupa.

Sebab pada dasarnya penambahan ion hidroksida dan sodium kepada telur sama-sama terjadi dalam proses tradisional maupun modern.

Proses pembuatan Century Egg secara tradisional, yakni membalut telur yang telah dilumuri bahan tertentu menggunakan gabah padi
Proses pembuatan Century Egg secara tradisional, yakni membalut telur yang telah dilumuri bahan tertentu menggunakan gabah padi (Shutterstock.com via Kompas.com)

  • Pengolahan #


Irisan telur pitan dapat ditumis bersama dengan sayuran bayam.

Kuning telur pitan dapat memperkaya kaldu sayuran, sementara putih telur dapat menambahkan sedikit tekstur kenyal seperti gelatin.

Cara lain dalam mengolah telur pitan ialah, dengan mencampurnya bersama salad tahu.

Cukup potong dan tambahkan telur pitan di atas atau dicampur ke dalam mangkuk berisi tahu sutra dingin.

Selanjutnya salad tahu dengan isi telur pitan bisa aduk bersama saus kecap, cuka beras tua, minyak wijen, dan bawang putih cincang.

Potong beberapa sayuran dan taburkan hidangan dengan daun bawang dan ketumbar cincang.

  • Manfaat #


Walaupun memiliki warna dan aroma yang kurang menggugah selera, telur ini dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Telur pitan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi serta karbohidrat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan telur biasa.

Selain itu, telur ini juga mengandung vitamin A, B12, B, D, fosfor, selenium, dan zat besi.

Dengan memakan telur pitan secara rutin, dapat meningkatkan nafsu makan, menjaga fungsi hati, dan menjaga kesehatan mata.

Di Indonesia, telur ini diolah menjadi sayuran tumis dan dijadikan campuran dalam bubur.

Baca: Telur Infertil

Baca: 5 Manfaat Telur untuk Kecantikan Wajah

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Telur Pitan
Asal Tiongkok
Bahan Dasar Telur ayam, telur bebek, telur puyuh
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com
3. bobo.grid.id


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Drama Korea - The Art

    Drama The Art of Sarah dibintangi oleh Shin
  • Film - Pria (2017)

    Pria adalah sebuah film drama pendek Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved