TRIBUNNEWSWIKI.COM - Albert Einstein pernah memprediksi bagaimana Israel akan jatuh, dan proyek Zionis yang bakal hancur berantakan.
10 tahun sebelum Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1948, Einstein sudah memprediksi adanya benih-benih kekacauan.
Dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat (4/6/2021) Einstein berkata tidak punya alasan mengapa Israel dibutuhkan, saat berbicara kepada Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina.
"Saya percaya itu buruk," katanya.
Pada 1948, Einstein bersama sejumlah akademisi Yahudi mengirim surat ke New York Times untuk memprotes kunjungan Menachem Begin.
Sosok Menachem Begin yang kelak menjadi PM ke-6 Israel, hendak menuju Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan isi surat itu,mereka mengecam partai Begin, Herut atau yang berarti Kebebasan.
Mereka bahkan menyebutnya sebagai partai politik yang sangat mirip dalam organisasi, metode, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya seperti partai Nazi dan Fasis.
Herut merupakan partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Likud dan dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.
Begin sempat menjadi buron karena kegiatan teroris melawan otoritas Mandat Inggris.
Bahkan saat Begin menjadi perdana menteri Israel (1997-1983), dia tidak berani mengunjungi Inggris lantaran masih berada dalam daftar buronan.
Einstein muak dengan maraknya kekerasan jelang kelahiran negara Israel.
Hal itu pula yang konon membuat dirinya menolak tawaran menjadi presiden Israel.
Tawaran tersebut diajukan oleh perdana menteri yang juga pendiri Israel, David Ben-Gurion pada 1952.
Einstein kemudian menulis surat berisi peringatan tentang malapetaka terakhir yang dihadapi Palestina di tangan kelompok Zionis.
Surat tersebut ditulis kurang dari 24 jam setelah munculnya berita tentang pembantaian Deir Yassin di Yerusalem Barat pada April 1948.
Sekitar 120 milisi dari kelompok Irgun pimpinan Begin dan Stern Gang yang dipimpin Yitzhak Shamir dan kemudian menjadi PM Israel.
Mereka kemudian memasuki desa-desa Palestina dan membantai 100-250 pria, wanita, serta anak-anak.
Beberapa korban tewas lantaran terkena tembakan dan granat tangan yang dilemparkan ke rumah mereka.
Kemudian beredar juga laporan pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi.
Sebulan kemudian Inggris akhirnya menutup Mandat Palestina dan Israel dinyatakan lahir.
Surat yang diketik Einstein dialamatkan kepada Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, Shepard Rifkin.
Kelompok tersebut didirikan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris dari Stern Gang.
Mereka mengumpulkan uang di AS untuk membeli senjata demi mengusir Inggris dari Palestina.
Rifkin pernah diberitahu untuk mendekati Einstein dan meminta bantuannya.
Rifkin bersedia, namun setelah pembantaian Deir Yassin dia mendapat respons dalam 50 kata yang berisi prediksi kejatuhan Israel.
Berikut adalah isinya:
Yang terhormat,
Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu adalah organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri.
Saya tidak ingin melihat siapa pun terkait dengan orang-orang yang disesatkan dan kriminal itu.
Hormat saya,
Albert Einstein.
Ada banyak insiden seperti Deir Yassin lainnya sejak Einstein mengecam apa yang dilihatnya sebagai aksi terorisme itu.
Kruntuhan masyarakat tidak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintah secara berkelanjutan, dan meningkatnya kekerasan sering disebabkan oleh perang dan bencana.
Israel sekarang telah melaksanakan empat pemilu hanya dalam waktu dua tahun, namun tidak mampu menghasilkan pemerintahan yang stabil.
Kendati Naftali Bennett terpilih sebagai PM baru Israel, dia hanya menang tipis satu suara.
Sementara, Netanyahu yang kini menjadi oposisi, enggan menerima kekalahannya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
SIMAK ARTIKEL SEPUTAR ISRAEL DI SINI