Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pulau Saparua merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Kabupaten Maluku Tengah.
Pulau Saparua berjarak sekitar 50 mil dari Ambon, ibu kota Maluku, bisa dijangkau dengan kapal cepat selama 1,5 jam dari Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah, di Pulau Ambon.
Pulau kecil seluas 247 kilometer persegi itu tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga jejak historis kedatangan bangsa lain di Nusantara.
Terhitung mulai pedagang Arab, Portugis, Belanda, dan yang terakhir ialah Jepang.
Selain sejarahnya, ragam pantai di pulau berpenduduk 36.698 jiwa ini pun terbentang luas.
Mulai dari pantai berpasir putih, seperti pantai di samping Benteng Duurstede dan Pantai Kulur, hingga pantai yang dipenuhi batu karang, yaitu Tanjung Ouw.
Pulau Saparua berdampingan dengan beberapa pulau lainnya, yang tergabung dalam gugusan Pulau Lease, yaitu Haruku dan Nusa Laut. Dalam gugusan pulau ini juga terdapat beberapa titik penyelaman favorit wisatawan mancanegara. (1)
Baca: Pulau Tagalaya
Sejarah #
Tak heran di berbagai sisinya, pengunjung akan menemukan peninggalan-peninggalan unik, seperti bangunan tua khas Portugis dan Belanda, sumur tua, hingga Port Duurstede yang terkenal.
Salah satu rumah yang sempat disinggahi Pattimura pun ada di dekat dermaga pulau ini.
Benteng Duurstede menjadi salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi saat berkunjung ke Pulau Saparua. Dari Benteng yang masih kokoh tersebut sangat tercermin kejayaan pulau ini di masa lampau.
Diketahui, Portugis dan Belanda dulu sangat menyukai pulau ini, karena menjadi salah satu penghasil cengkeh terbesar di Indonesia.
Tak heran jika Kapitan Pattimura begitu cekatan menjaganya sejak 16 Mei 1817. Salah satu benteng terkuat ini pun sempat terkoyak dan dikuasai pasukan Pattimura. (1)
Baca: Pulau Matahari
Wisata #
Baileu Haria dan Rumah Pattimura
Kediaman Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) atau lebih dikenal sebagai Rumah Pattimura berada tak jauh dari Baileu Haria.
Rumah mungil dan apik dengan warna dominan krem ini terdiri dari beberapa ruangan. Di ruang tamu yang pertama pengunjung akan disuguhkan sebuah replika uang pecahan seribu rupiah dalam ukuran besar dipajang di atas pintu kamar sebelah kiri.
Di atas uang seribu itu terpampang wajah Pattimura. Foto-foto, catatan-catatan sejarah khususnya tentang perjuangan Pattimura, benda-benda peninggalan seperti pakaian dan senjata juga dipajang di sini.
Rumah ini dikelola oleh keturunan Pattimura.
Benteng Duurstede
Benteng ini berada di tepi pantai di Teluk Saparua. Dibangun pertama kali tahun 1676 oleh Arnold de Vlaming van Duds Hoorn.
Tahun 1690 dilanjutkan pembangunannya oleh Gubernur Nicholaas Schaghen.
Kemudian dipugar oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Maluku pada Juli 1977 sampai Maret 1982.
Pengunjung bisa berjalan menyusuri selasar batu di sekeliling benteng sambil melihat-lihat bagian halaman tengah benteng yang masih menyisakan bekas-bekas pondasi ruangan maupun bangunan yang masih utuh.
Di sisi tembok benteng yang menghadap laut ada pos-pos pengintai, juga ada meriam-meriam kuno yang cocok untuk berswafoto.
Pantai Kulur dan Gua 7 Putri
Terdapat pantai dengan pasir putih yang indah bernama Pantai Kulur. Pengunjung juga dapat melihat sunset di pantai tersebut.
Tidak jauh dari Pantai Kulur, pengunjung dapat menemukan Gua 7 Putri. Terdapat sebuah kolam alami dengan air yang jernih dan sejuk di gua tersebut.
Gunung Saniri
Tempat Pattimura membakar api sebelum menyerang Benteng Duurstede dan terjadilah Perang Pattimura pada 15 Mei 1817.
Tanjung Ouw
Pantai yang penuh batu karang. Keindahannya diabadikan dalam lagu Tanjung Ouw (Ouw Ulate).
Patung Pattimura
Patung ini berada di seberang Benteng Duurstede, sekaligus merupakan sebuah menara. (2)
Baca: Pulau Tidung
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama Tempat | Pulau Saparua |
|---|
| Lokasi | Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia |
|---|
| Keterangan | Tempat Wisata dan Sejarah |
|---|