Mantan Mensos Juliari Batubara Disebut Minta Fee Rp35,6 Miliar dari Vendor Bansos Covid-19

Juliari Batubara disebut-sebut menargetkan pengumpulan uang pada putaran pertama proyek paket bantuan sosial Covid-19 sebesar Rp35,6 miliar.


zoom-inlihat foto
Sidang-Lanjutan-Mantan-Mensos-Juliari-Batubara-10-mei-2021.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa korupsi bansos Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021). Agenda sidang mantan Menteri Sosial tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi yang salah satunya yaitu terdakwa korupsi bansos pula, Harry Van Sidabukke.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara disebut-sebut menargetkan pengumpulan uang pada putaran pertama proyek paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 sebesar Rp35,6 miliar.

Hal ini dikatakan oleh terdakwa lainnya, Matheus Joko Santoso, dalam sidang kasus korupsi dana bansos Covid-19 pada Senin, (7/6/2021).

Matheus yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen atau PPK dalam proyek bansos mengungkapkan bahwa ia dan terdakwa lainnya, Adi Wahyono yang juga sebagai PPK, diminta mengumpulkan biaya komitmen dan operasional dari para vendor dengan target Rp35,6 miliar atas instruksi Juliari.

Namun, ia menyebut target ini tidak tercapai karena hanya berhasil mengumpulkan sekitar Rp11,2 miliar pada putaran pertama.

Baca: Aturan Pembelajaran Tatap Muka yang Digelar Mulai Juli 2021, dari Kapasitas hingga Durasi

Baca: Kabar Turunnya Insentif GoSend Buat Driver Ancam Mogok Kerja, Gojek Berikan Klarifikasi 

Tersangka Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso dan pihak swasta, Harry Sidabukke mengikuti rekonstruksi perkara dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). KPK menggelar rekonstruksi yang menghadirkan ketiga tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso serta pihak swasta, Harry Sidabukke guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung terkait dugaan korupsi bansos yang melibatkan mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara.
Tersangka Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso dan pihak swasta, Harry Sidabukke mengikuti rekonstruksi perkara dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). KPK menggelar rekonstruksi yang menghadirkan ketiga tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso serta pihak swasta, Harry Sidabukke guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung terkait dugaan korupsi bansos yang melibatkan mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

“Di bulan Juli (2020) saya belum bisa memenuhi terget Rp 35 miliar. Instruksinya kami disuruh memenuhi target tersebut di putaran kedua,” ujar Joko dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6/2021) seperti dikutip dari KompasTV.

Lebih lanjut, Matheus mengatakan bahwa Juliari telah menerima fee dana bansos covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp11,2 miliar.

"Di putaran pertama jumlah fee setoran tahap 1, 3, komunitas, 5 dan 6 adalah Rp 14,014 miliar dan sudah diserahkan sebanyak 5 kali ke Pak Juliari sebesar Rp 11,2 miliar," kata dia.

Joko mengaku menyerahkan uang fee setoran itu kepada Juliari melalui pejabat kuasa pengguna anggaran (KPA) Kemensos Adi Wahyono.

Baca: Rudy Foller

Baca: Kronologi Debt Collector di Subang Tewas Dikeroyok Massa, Korban Diteriaki Begal

Terdakwa korupsi bansos, Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021). Agenda sidang mantan Menteri Sosial tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi yang salah satunya yaitu terdakwa korupsi bansos pula, Harry Van Sidabukke.
Terdakwa korupsi bansos, Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021). Agenda sidang mantan Menteri Sosial tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi yang salah satunya yaitu terdakwa korupsi bansos pula, Harry Van Sidabukke. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Lalu, Adi Wahyono memberikan uang itu kepada ajudan Juliari, Eko Budi Santoso, dan sekretaris pribadi Juliari, Selvy Nurbaety.

"Saya konfirmasi ke terdakwa untuk memastikan uang yang diberikan Pak Eko dan Bu Selvy apa sudah diterima atau belum, kemudian dari beberapa pertemuan atau menghadap (Juliari) kita juga diminta untuk melanjutkan pengumpulan fee sampai bulan Juni-November,” sebut Matheus Joko.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Pihak Mansyardin Malik Datangi MUI,

    Polemik Mansyardin Malik dengan Marlina Octoria makin memanas.
  • Samsung Galaxy M32 5G

    Samsung Galaxy M32 5G adalah ponsel pintar buatan
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved