Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra

Museum yang juga disebut dengan nama Graha Widya Patra (Gawitra) ini memiliki slogan “Belajar Sambil Berwisata”.


zoom-inlihat foto
Museum-Minyak-dan-Gas-Bumi-Graha-Widya-Patra.jpg
museumjakarta.com
Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra di TMII, Jakarta.

Museum yang juga disebut dengan nama Graha Widya Patra (Gawitra) ini memiliki slogan “Belajar Sambil Berwisata”.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia memiliki sejumlah museum unik, seperti Museum Minyak dan Gas Bumi yang menampilkan koleksi tentang industri minyak, dan gas bumi (migas) Indonesia.

Pembangunan museum ini menandai peringatan 100 tahun industri migas tanah air, merupakan sumbangan masyarakat perminyakan Indonesia demi melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai juang kepada generasi penerus untuk peningkatan ilmu, dan teknologi.

Museum yang juga disebut dengan nama Graha Widya Patra (Gawitra) ini memiliki slogan “Belajar Sambil Berwisata”.

Slogan ini yang menjadi acuan bagi pengelola museum dalam membuat program museum yang menarik bagi pengunjung seperti membuat pameran temporer, pameran keliling, buku, film, dan membentuk komunitas Remaja Sahabat Gawitra. (1)

Baca: Museum Serangga dan Taman Kupu

  • Sejarah #


Sejarah awal pembangunan museum Graha Widya Patra ini muncul pada konvensi IPA tepatnya pada bulan Oktober 1985.

Pada konvensi IPA yang ke 14 tersebut, awalnya dicetuskan sebuah Monumen Peringatan 100 TahunUsaha Perminyakan Indonesia.

Pembangunan monumen memakan waktu kurang lebih dua tahun kemudian Presiden Soeharto meresmikan hasil akhir pembangunan tepat pada 20 April 1989.

Jika kita lihat, lokasi dari Museum Graha Widya Patra ini berdekatan dengan lokasi wisata Taman Burung dengan bentuk unik serta berbagai macam bangunan yang menarik.

Terdapat pula gedung Museum Listrik dan Energi Baru kemudian di sisi lain ada Monumen KTT Non Blok hingga bagian timur terdapat kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Pembangunan museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII tersebut memang bertujuan untuk memperingati kinerja pembangunan hingga pengembangan teknologi sumber daya minyak dan gas bumi di Indonesia.

Oleh karena itu lokasi pembangunannya berdekatan dengan TMII yang dimaksudkan sebagai pusat pengetahuan bagi masyarakat.

Dari gedung museum Graha Widya Patra terlihat sebuah danau buatan di bagain depan. Kemudian masih ada anjungan lepas pantai yang di sisi kanan dan kiri terdapat dua tangki timbun hingga jembatan penyeberangan.

Meskipun masih bertajuk pengetahuan, akan tetapi di dalam Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra (TMII) juga memiliki Ruang Sejarah sebagai satu sajian informasi kepada pengunjung mengenai teknologi pemanfaatan minyak bumi.

Banyak kalangan menyatakan bahwa Museum Graha Widya Patra selalu menghadirkan keunikan tersendiri dibandingkan museum lainnya.

Jadi tidak heran jika berbagai kalangan selalu mengunjungi tempat bersejarah ini sebagai tempat menarik dalam mengakses informasi mengenai teknologi perminyakan di Indonesia. (2)

Baca: Museum R.A. Kartini

  • Koleksi #


- Area Luar Gedung

Pengunjung bisa melihat berbagai benda peraga yang sengaja di pamerkan di area luar gedung.

Bahkan Anda masih bisa melihat pompa bensin engkol yang dibuat pada tahun 1930 ditambah lagi truk logging berusia tua, bahkan sampai pompa jenis angguk Cobadish yang menjadi sumbangan dari PPT MIGAS Cepu.

Tidak cukup sampai disitu saja, Museum Graha Widya Patra juga memperlihatkan kilang Sungai Gerong, Crode Battery, hingga kepala sumur Cinta-1 yang saat ini dikenal sebagai sumur produksi lepas pantai paling awal di Indonesia.

- Lantai Dasar

Berpindah ke lantai dasar Museum Graha Widya Patra terlihat mini theater dimana pengunjung dapat menyaksikan berbagai tayangan film animasi seperti Asal Usul Minyak Bumi, Aku Juga Berasal Dari Minyak, hingga film dokumenter bertajuk produksi minyak lepas pantai di Indonesia.

Masih berada di lantai dasar, dimana gedung utama menyimpan Ruang Peran yang memperlihatkan informasi mengenai pentingnya Migas yang saat ini sebagai sumber energi hingga penghasil minyak ataupun produk non BBM.

Bahkan dari peraga lain juga memperlihatkan pohon minyak dengan berbagai cabang memperlihatkan produk-produk yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak dan gas.

- Ruang Sejarah

Tidak hanya menampilkan produk pengolahan migas saja, akan tetapi museum Graha Widya Patra ini juga menghadirkan ruang sejarah tepatnya di lantai bawah gedung utama museum.

Dari ruang sejarah pengunjung bisa melihat berbagai sejarah perkembangan teknologi pengolahan minyak dan gas bumi. Sejarah perkembangan ini dimulai pada zaman prakomersial hingga berbagai usaha perintis di sektor perminyakan.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat bagaimana perkembangan industri perminyakan pada masa Hindia Belanda sampai penjajahan Jepang.

Tidak cukup sampai disitu saja karena pengunjung masih bisa melihat secara detail sejarah lain sampai prediksi fungsi migas di masa depan.

- Tengah Gedung Utama

Pengunjung juga dapat menikmati diorama mengenai Peradaban Manusia yang berlokasi di tengah gedung utama ataupun di sepanjang ram terutama Anjungan Kegiatan Hulu.

Dari situlah pengunjung bisa melihat perkembangan tentang peradaban manusia setelah mampu mengolah minyak bumi bahkan diterangkan juga seperti apa malapetaka yang bisa dihadapi jika memakai migas ataupun mengabaikan kelestarian lingkungan.

- Sisi Kanan Gedung Utama

Bila ingin melihat lebih dalam lagi, Anda bisa langsung ke sisi kanan Gedung Utama yang mana memberikan tampilan Anjungan Kegiatan Hulu berbentuk tangki timbun minyak.

Selain itu, pengujung juga dapat mengamati seperti apa proses terjadinya fosil sebagai bahan dasar minyak bumi, kemudian bagaimana proses pencarian cadangan miniyak tersebut sampai bagaimana proses pengeboran sumur hingga produksi terakhir.

Jadi, ada banyak koleksi ataupun diorama yang disajikan di dalam Museum minyak dan gas bumi Graha Widya Patra (TMII) ini. Itulah kenapa kemudian museum ini menjadi tempat menarik untuk dikunjungi.

  • Tempat dan Jam Operasional #


Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Pondok Gede, Jakarta.

Telp. 021 - 840 1686

Jam operasional: Selasa - Minggu 08.30-16.00

Harga Tiket: Rp 2000 (2)

(TribunnewsWiki.com/Niken)



Alamat Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur.
Lokasi Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Google Map https://goo.gl/maps/wwGp1SwH81iPGkhDA
   


Sumber :


1. www.iheritage.id
2. www.museumjakarta.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved