Sinetron Zahra di Indosiar Dikecam, KPI Ingatkan Lembaga Penyiaran Tentang Perlindungan Anak

KPI Pusat beri tanggapan tentang kontroversi Sinetron Zahra di Indosiar.


zoom-inlihat foto
Iklan-Suara-Hati-Istri-di-Indosiar.jpg
Instagram/indosiar
Poster Suara Hati Istri di Indosiar


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sinetron Zahra sedang menjadi perbincangan di media sosial.

Hal ini karena sinetron yang mengisahkan tentang poligami ini menggunakan anak usia di bawah umur untuk berperan sebagai istri ketiga.

Diketahui pemeran Zahra yaitu Lea Chiarachel masih berusia 14 tahhun.

Dia memerankan karakter sebagai istri ketiga dari pengusaha bernama Tirta.

Selain itu, sinetron ini juga dikecam karena Lea beradegan mesra suami istri.

Banyak artis yang akhirnya melakukan protes kepada Indosiar selaku stasiun televisi yang menayangkannya.

KPI juga mendapat sorotan karena meloloskan sinetron ini sehingga bisa tayang.

Pihak KPI Pusat langsung memberikan tanggapan mengenai kasus ini, Rabu (2/6/2021).

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah mengingatkan tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) terkait perlindungan terhadap anak.

Perlindungan terhadap anak dan remaja ini mencakup anak sebagai pengisi/ pembawa program siaran, anak sebagai pemeran dalam seni peran seperti film, sinetron atau drama lainnya, dan anak sebagai materi atau muatan dalam program siaran.

“Dalam P3SPS juga mengatur larangan untuk anak-anak menjadi pembawa acara atau pengisi program yang disiarkan secara langsung di atas pukul 21.30,” ujar Nuning.

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah
Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah

Baca: Sinetron Indosiar Dikecam, Ernest Prakasa Singgung Adegan Dewasa yang Libatkan Gadis 15 Tahun

Hal ini tentu untuk menjaga agar hak-hak anak tidak terabaikan.

Selain itu, P3 & SPS juga mengatur bahwa anak sebagai narasumber program siaran harus sesuai dengan kapasitasnya sebagai anak dan harus didampingi orang tua apabila di luar kapasitasnya. 

Yang juga penting dipahami oleh pengelola rumah produksi, jika menjadikan anak sebagai pemeran dalam seni peran, harus diberikan peran yang sesuai dengan umur mereka sebagai anak.

“Jangan sampai diberi peran-peran yang akan berpengaruh secara negatif bagi tumbuh kembang dan psikologis anak,” tegasnya.

Termasuk dengan tidak menampilkan materi yang menstimulasi pernikahan usia muda dalam program siaran.

“Karena lembaga penyiaran justru arus mendukung upaya pemerintah menekan angka pernikahan di bawah usia dewasa yang masih tinggi di Indonesia,” paparnya.

Baca: Ditegur KPI Perihal Program Lamaran, RCTI Tetap Tayangkan Prosesi Siraman Aurel dan Atta Halilintar

Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2012 memiliki semangat untuk mengedepankan prinsip perlindungan terhadap anak dan remaja.

Karenanya KPI mengingatkan, agar semua rumah produksi yang menjadi penyedia konten siaran untuk lembaga penyiaran memahami betul aturan yang ada dalam P3 & SPS, khususnya terkait perlindungan terhadap anak.

Pasal 15 ayat (1) SPS KPI 2012 menyebutkan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak dan/ remaja.  

Nuning meminta, lembaga penyiaran dan rumah-rumah produksi dapat menyesuaikan konten siaran yang dibuat agar mendukung anak-anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan baik, sebagai upaya menghadirkan generasi muda bangsa yang unggul dan berkualitas. 

Tanggapan KPI ini muncul setelah banyak artis dan netizen yang menyuarakan keprihatinan tentang sinetron ini.

Satu artis yang protes dengan sinetron ini adalah Ernest Prakasa, Rabu (2/6/2021).

Ayah 2 anak ini menyebut bahwa Indosiar dinilai telah keterlaluan.

"Karna banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati, maka biar saya yang bersuara.

Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun. Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?"

Baca: RCTI Gugat ke KPI Ketatkan Aturan Penyiaran, Fitur Live di Facebook hingga Instagram Terancam

Unggahan Ernest Prakasa protes sinetron Zahra
Unggahan Ernest Prakasa protes sinetron Zahra, Rabu (2/6/2021).

Melalui kolom komentar, artis lain juga ikut berbicara.

"Y’all can cast a 20++ years old to act as a high schooler yet can’t find a 18++ years old to act as a third wife?" komentar Amel Carla.

"TV tuh mustinya berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat, bukan sebaliknya! Oh my," ungkap Becky Tumewu.

Zaskia Adya Mecca juga turut berbicara mengenai kontroversi sinetron Zahra ini.

"Sebenernya berat hati post slide bagian 2 karna ngerasa terganggu banget liat fotonya.. but i need to speak up!!

Ga tepat rasanya (setelah liat foto tayangan, trailer yang @indosiar post) bahwa materi juga peran yang dimainkan oleh Zahra sebagai istri ke 3 dimana usia dia masih 15tahun..

Semoga hal ini menjadi concern orang tua Zahra (krn anak dibawah umur belum bisa ttd kontrak sendiri) untuk lebih membantu anak memilih pekerjaan yang tepat, PH yang memproduksi cerita, stasiun tv memberikan tempat untuk tayangan nasional harusnya sejalan dengan keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah juga lembaga @kpipusat bisa menyortir semua tayangan nasional dengan lebih tepat krn media audio visual mempunyai pengaruh sangat besar untuk karakter bangsa kita...

Baca: Alasan Tayangan Kartun Spongebob Squarepants Ditegur oleh KPI, Karena Adanya Dua Adegan Ini

Makasih juga masyarakat yang concern untuk menegur hal2 seperti ini.. ku lihat banyak yang protes juga mengingatkan bila ada tayangan yang tidak tepat..

Tugas kita untuk mengawal tv nasional, ini adalah suguhan entertaiment yang masuk ke segala penjuru rumah.. mungkin untuk kita yang bisa memilih akan mudah mencari tayangan yang tepat dan baik.. tapi banyak orang di pelosok indonesia yang butuh hiburan, ga ada pilihan channel karna jaringan, internet, biaya dll akhirnya melahap tayangan apa saja yang ada...

Semoga tayangan Tv nasional kita bisa lebih berkualitas dan mendidik lagi kedepannya...

*walau agak hopeless soal tayangan yang faedah di tv nasional harusnya ada standart yang jelas dan pengawasan yang ketat dari @kpipusat *

Inget tv nasional bisa diakses siapa saja, semua usia kebanyakan."

(TribunnewsWiki/cva)

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved