TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik Selasa, (1/6/2021).
Pelantikan ini tetap dilaksanakan meskipun persoalan 75 pegawai KPK yang diberhentikan masih belum selesai.
Di sisi lain, Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antarkomisi Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko mengucapkan selamat pada Ketua KPK, Firli Bahuri.
Dikatakan Sujanarko, pelantikan pegawai tersebut merupakan cita-cita lama Firli Bahuri.
Sujanarko juga menyebut bahwa keberhasilan Firli Bahuri merupakan kabar baik bagi oligarki.
Baca: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Baca: Firli Bahuri, Ketua KPK 2019-2023
Menanggapi isu yang beredar, Firli Bahuri membuka suara.
Dirinya mengaku heran dengan tudingan penyingkiran 75 pegawai KPK melalui penyelenggaraan asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
"Saya agak heran ada kalimat ada upaya menyingkirkan. Saya katakan gak ada upaya menyingkirkan siapapun," ucap Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2021).
Firli Bahuri menegaskan, TWK yang diikuti 1.351 pegawai non-ASN KPK menggunakan instrumen, modul, serta dalam waktu pengerjaan yang sama.
Asesmen tersebut juga dikatakan oleh Firli Bahuri telah sesuai syarat mekanisme dan prosedur yang ada.
Hasilnya, sebanyak 1.274 pegawai dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).
Sementara 75 lainnya Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Namun pada pelantikan yang digelar Rabu (1/6/2021), hanya 1.271 dari 1.724 pegawai yang dilantik menjadi ASN.
Seorang pegawai di antaranya memutuskan mengundurkan diri dan seorang lainnya tidak memenuhi persyaratan pendidikan.
Lebih lanjut, Firli Bahuri menginformasikan bahwa seorang pegawai yang lolos TWK meninggal dunia.
"Hasilnya memenuhi syarat 1.271, yang gak memenuhi 75. Semua dikatakan sesuai syarat dan mekansime dan prosedur. Hasil akhir ada yang TMS dan MS," katanya.
"Jadi gak ada upaya menyingkirkan siapapun," ucap Firli Bahuri seperti yang dikuti dari Tribunnews.
Pelantikan 1.271 ASN dilakukan secara daring
Kontroversi soal TWK masih belum menemui titik penyelesaian yang jelas tidak membuat Firli Bahuri gentar dan tetap melaksanakan pelantikan.
Pelantikan dilaksanakan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 1 Juni 2021.
Pemilihan tanggal pelantikan menjadi istimewa karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan sebagai ASN KPK ditayangkan secara langsung di kalan YouTube KPK RI.
Karena masih dalam situasi pandemi, tidak semua yang dilantik menjadi ASN KPK bisa hadir.
Untuk tetap bisa menerapkan protokol kesehatan, pelantikan diwakili oleh 53 orang pegawai yang lolos tes.
Sedangkan pegawai KPK lainnya menghadiri acara pelantikan secara daring.
Meski hanya dihadiri oleh 53 pegawai, KPK tetap menerapkan protokol keamanan yang ketat.
Ribuan aparat kepolisian dan TNI serta beberapa unit kendaraan taktis telah disiagakan di luar gedung.
Jalan Kuningan Persada yang berlokasi di depan Gedung KPK pun juga ditutup untuk akses umum.
Firli Bahuri sampaikan empat misi KPK
Dalam sambutannya, Firli Bahuri mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila memiliki sarat makna seerta tauladan bagi seluruh warga negara.
Terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut Firli Bahuri mengatakan bahwa KPK akan terus mewujudkan tujuan negara dengan semangat Pancasila.
"Segenap anak bangsa yang diberi mandat di KPK terus berupaya mewujudkan tujuan negara dengan semangat Pancasila melalui upaya tindak pidana korupsi," terang Firli.
Pada sambutannya, Firli Bahuri mengungkapkan empat misi KPK.
Pertama meningkatkan upaya pencegahan melalui perbaikan sistem, pengelolaan administrasi lembaga negara dan pemerintah anti-korupsi.
Kedua yaitu meningkatkan upaya pencegahan melalui pendidikan masyarakat yang komprehensif supaya orang tidak ingin melakukan korupsi..
Selanjutnya, pemberantasan korupsi yang efektif, akuntabel, dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan.
Keempat, meningkatkan akuntabilitas, profesionalitas, dan integritas KPK dalam tugas dan wewenangnya.
Firli mengingatkan bahwa siapapun yang melakukan korupsi ialah pengkhianat Pancasila.
Hal tersebut dikarenakan korupsi bertentangan dengan butir-butir sila Pancasila.
Dalam kesempatan tersebut, Firli Bahuri menekankan bahwa KPK bersifat independen.
Oleh karena itu, setiap pegawai KPK diminta untuk tidak ragu dalam memberantas korupsi.
"Setiap insan KPK jangan pernah ragu dan teruslah berkomitmen dalam memberantas korupsi tanpa terpengaruh dari kekuasaan apapun, apakah itu legislatif, eksekutif, dan legislatif. Pemberantasan korupsi tidak akan pernah berhenti sampai kita mati," kata Firli Bahuri.
Baca: KPK Lantik 1.271 ASN, Eks Direktur: Kabar Baik untuk Oligarki, Cita-cita Firli Bahuri Tercapai Sudah
Baca: Kisruh 75 Pegawai yang Tak Lolos Tes TWK Masih Panas, KPK Hari Ini Lantik 1.271 ASN
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi,Ilham Rian)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua KPK Firli Bahuri: Saya Tak Singkirkan Siapapun