Museum Ali Hasyimy

Museum dan Perpustakaan Ali Hasyimy terletak di Banda Aceh. Nama tempat ini diambil dari nama wartawan era penjajahan Jepang, Ali Hasyimiy yang juga sempat menjadi Gubernur Aceh.


zoom-inlihat foto
Museum-Ali-Hasyimy.jpg
tempat-wisata.org
Museum Ali Hasyimy di Banda Aceh, Aceh.

Museum dan Perpustakaan Ali Hasyimy terletak di Banda Aceh. Nama tempat ini diambil dari nama wartawan era penjajahan Jepang, Ali Hasyimiy yang juga sempat menjadi Gubernur Aceh.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Ali Hasyimy adalah salah satu museum yang ada di Aceh.

Museum ini diresmikan pada 19 Januari 1994 oleh Menteri Urusan Pangan/Kepala Bulog RI Prof Dr Ibrahim Hasan.

Peresmian ini juga dilakukan sebagai Khazanah Dunia Melayu Raya pada tahun yang sama.

Nama tempat ini diambil dari nama wartawan era penjajahan Jepang, Ali Hasyimiy.

Setidaknya, dalam catatan sejarah disebutkan Aly Hasyimi pernah menjadi pemimpin redaksi di koran Atjeh Shimbun, surat kabar di bawah Jawatan Penerangan Jepang.

Ketika Jepang kalah dalam perang Asia Timur Raya, Ali Hasyimy bersama teman-temannya mendirikan surat kabar Semangat Merdeka.

Koran inilah yang menjadi media cetak pertama yang dikelola langsung oleh jurnalis Aceh. Sayangnya, di museum itu tidak terlihat arsip tentang dua koran yang pernah dipimpin Ali Hasyimy.

Baca: Museum Ranggawarsita

Baca: Museum Purbakala Sangiran

  • Koleksi #


Saat ini, museum Ali Hasyimy menyimpan setidaknya 8000 judul buku.

Sebagian besar di anataranya merupakan buku pengetahuan umum dan karya sejumlah penulis tentang Aceh.

Namun, museum ini masih belum banyak menyimpan referensi tentang Aceh tempo dulu. (1)

Di museum ini pula terdapat kitab suci Al-Qur’an yang tertulis pada media kulit kambing, yang terbit awal abad ke-20.

Selain itu pengunjung juga akan melihat koleksi senjata khas Aceh, pakaian adat Aceh, benda-benda keramik yang dibuat pada zaman dulu dan juga terdapat pedang Habib Mustafa yang juga merupakan salah satu pahlawan Aceh.

  • Perpustakaan #


Perpustakaan di museum ini merupakan rumah milik Ali Hasyimy sendiri.

Selain menjadi pustaka, rumah tersebut diatur menjadi empat ruangan utama.

Ruangan pertama adalah Khutubkhanah Teungku Chik Kutakarang, dalam ruangan ini berisi kitab atau buku dari berbagai disiplin ilmu seperti agama, sastra budaya, sejarah dan ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada buku-buku terbitan abad ke-20.

Di dalam ruangan ini juga terdapat Alquran yang ditulis tangan, naskah tua berbahasa Arab Melayu Aceh dan sejumlah buku hikayat Aceh yang terkenal

Lalu ada ruang Warisan Budaya Nek Puteh yang berisi benda budaya Aceh seperti pakaian Aceh, jurai Aceh (kamar pengantin), dan ratusan benda keramik dalam bentuk piring hias dan telah berusia ratusan tahun.

Ada juga ruang Khazanah A. Hasjmy. Ini adalah ruang pribadi yang akan menggambarkan secara utuh sosok Ali Hasjmy.

Ruangan ini terdapat dokumen-dokumen sejak ia muda sampai ujung senja hidupnya.

Ada juga radio, meja kerja, dan pakaian dinas yang pernah dipakainya selama memangku jabatan sebagai Gubernur Aceh.

Terakhir Ruang Teknologi Tradisi Aceh. Dalam ruangan ini kita dapat menyaksikan teumpeun pande meuh dan teumpeun pande beusoe yang menggambarkan cara orang Aceh dulu dalam menempa emas, perak, dan suasa untuk menjadi hiasan, serta cara membuat rencong dan senjata tajam lainnya.

Selain dua pabrik mini tradisional tersebut, juga terdapat teumpeun tenunan kain sutera yang bermotifkan Aceh asli. (2)

  • Lokasi dan Jam Operasional #


Museum Ali Hasyimy beralamat di Jalan Sudirman nomor 20, Banda Aceh.

Museum ini dibuka setiap hari Selasa - Minggu Pukul 08.00 s/d 13.00. (3)

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)



Alamat Jalan Sudirman nomor 20, Banda Aceh.
Lokasi Banda Aceh, Aceh
Google Map https://goo.gl/maps/v3mmakpapBhPyKEQ9
   


Sumber :


1. travel.kompas.com
2. disbudpar.acehprov.go.id
3. arsip-indonesia.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved