Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, Berikut Waktu dan Wilayah yang Bisa Menyaksikannya

Fenomena ini juga aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-selama-gerhana-bulan-total.jpg
NASA VIA BBC INDONESIA
Ilustrasi selama gerhana bulan total, sinar matahari disaring oleh atmosfer bumi dan bulan berwarna oranye.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, berikut daftar wilayah yang dapat menyaksikannya.

Gerhana Bulan Total dipastikan akan kembali muncul di kawasan Indonesia pada Rabu, 26 Mei 2021.

Gerhana Bulan merupakan fenomena terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi matahari-bumi-bulan berada sejajar sehingga bulan masuk ke umbra bumi.

Dikutip dari bmkg.go.id, fenomena tersebut dapat disaksikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Namun, tidak semua wilayah di Indonesia bisa menyaksikan proses terjadinya Gerhana Bulan Total dari awal hingga akhir.

Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

 

Berikut adalah fase Gerhana Bulan Total pada Rabu, 26 Mei 2021 serta daftar wilayah di Indonesia yang bisa melihat dan waktunya.

1. Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah.

Sehingga pengamat di Provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total.

2. Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT,

Fase ini melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

3. Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

4. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

5. Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara.

Sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

6. Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

7. Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Seluruh proses gerhana tersebut akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik.

Sementara proses gerhana totalnya akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

Super Blood Moon

Dikutip dari situs resmi BMKG, saat puncak gerhana bulan total terjadi, maka bulan akan terlihat berwarna merah atau dikenal dengan sebutan Blood Moon.

Lantaran posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi, maka bulan akan terlihat lebih besar ketimbang fase-fase purnama biasa.

Fenomen ini disebut dengan istilah Super Moon.

Dengan demikian, Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, sebab terjadi saat bulan di Perigee atau bulan berada di jarak terdekat dengan bumi.

Gerhana Bulan Total dapat disaksikan apabila kondisi cuaca cerah-berawan.

Blood Moon
Blood Moon (lapan.go.id)

Fenomena ini juga aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana.

Lebih lanjut, BMKG akan melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 di lokasi-lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Yakni dengan menggunakan teleskop dipadukan dengan detektor dan teknologi informasi dan disebarluaskan lewat situs https://www.bmkg.go.id/gbt.

Pada puncak gerhananya, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi Bulan akan dekat dengan horizon di bagian Timur.

Dengan demikian akan memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis.

Masyarakat juga dapat mengikuti proses pengamatan dengan mengakses https://www.bmkg.go.id/gbt.

BMKG mengimbau, masyarakat yang berada di wilayah pesisir atau pinggir laut (pantai) wajib waspada potensi terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnews.com)

Simak Artikel Lain Seputar Gerhana Bulan di Sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved