Dokter Sutomo

Sutomo lebih dikenal dengan dr.Sutomo merupakan tokoh yang membangkitkan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Indonesia dari tangan penjajah.


zoom-inlihat foto
dokter-sutomo-1.jpg
shutterstock
Dokter Sutomo pendiri sekaligus ketua organisasi Budi Utomo

Sutomo lebih dikenal dengan dr.Sutomo merupakan tokoh yang membangkitkan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Indonesia dari tangan penjajah.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sutomo lebih dikenal dengan dr. Sutomo merupakan tokoh yang membangkitkan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Indonesia dari tangan penjajah.

Sutomo juga sebagai pendiri sekaligus ketua di organisasi Budi Utomo sebagai seorang dokter yang dermawan dan juga aktif dalam politik.

Sutomo sebenarnya memiliki nama asli Subroto kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 30 Juli 1888.

Ayahnya bernama Raden Suwaji adalah seorang priyayi pegawai pangreh yang maju dan modern.

Sutomo dibesarkan dalam keluarga terhormat, berkecukupan dan cukup dimanja.

Kakeknya bernama R Ng Singawijaya atau KH Abdurrakhman dan neneknya sudah mendidik Sutomo untuk taat beragama, beribadah, harus memiliki perasaan damai, berani, dan kokoh pendirian.

Sutomo dan keluarganya pindah ke Madiun sejak usia enam tahun. Di sana Sutomo masuk ke Sekolah Rendah Belanda di Bangil. (1) 

Baca: Romusha

Dr. Soetomo
Dr. Soetomo (hai.grid.id)

  • Pendidikan


- Sekolah Rendah Bumiputera, Maospati, Madiun, Jawa Timur

- Europeesche Lagere School (ELS), Bangil, Jawa Timur

- School tot Opleiding van Inlandsche Atsen (STOVIA), Jakarta tahun 1911. (2)

Baca: Nasionalisme

sutomo1
Sutomo bersama sang istri Everdina Bruring

  • Karier


Setelah lulus pendidikan, Sutomo sudah bekerja sebagai dokter sejak 1911 dan sering tugas berpindah-pindah tempat.

Saat bertugas di Malang, dokter Sutomo berjuang keras untuk melawan wabah penyakit pes yang sedang melanda kota tersebut.

Dokter Sutomo tidak memungut biaya pengobatan, maka dari itu dikenal sebagai dokter yang dermawan.

Pada tahun 1917, Sutomo menikah dengan seorang perawat Belanda dan tahun 1919-1923 Sutomo pergi ke Belanda untuk melanjutkan studi kedokteran. (3) 

Selama di Belanda, Sutomo bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging, dan terakhir menjadi Perhimpunan Indonesia. Ia bahkan sempat menjadi ketua organisasi tersebut pada 1920 sampai 1921.

Pulang dari Belanda, Sutomo bekerja sebagai dosen di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), di Surabaya.

Perhatiannya pada organisasi yang ia dirikan, Budi Utomo sudah tidak sebesar dulu.

Ia kecewa dengan perkembangan Budi Utomo yang ada saat itu. (2) 

Pada tahun 1931, ISC berubah nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia.

Karena aktif berpolitik, membuat Belanda mengawasi Sutomo dengan sangat ketat. Rapat-rapat yang dilakukan selalu diawasi Belanda.

Saat itu, Sutomo menjadi salah satu orang yang sangat sibuk karena menjadi tokoh pelopor pergerakan nasional.
(3)

Pada 1930, ISC berkembang menjadi partai yang dinamai Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Ketuanya adalah dr. Sutomo sendiri.

Memiliki pandangan moderat, partai ini sangat cepat berkembang, terutama di wilayah Jawa Timur. Berubah menjadi partai, PBI semakin gencar melakukan kegiatan-kegiatan yang berpihak pada rakyat.

Di bidang Pendidikan, PBI merencanakan Sekolah Taman Kanak-kanak, mengusahakan bacaan untuk anak-anak SD, serta memberantas buta huruf.

Di bidang politik dan pers, PBI memberikan kursus-kursus politik, kursus kader, menerbitkan surat kabar harian “Soeara Oemoem” dan mingguan “Penyebar Semangat”.

Berkat PBI, berdiri juga Rukun Tani, Rukun Pelayaran, Serikat Buruh, Koperasi, Bank Kredit, serta adanya pemeliharaan yatim piatu.

Pada Januari 1934, dibentuk Komisi Budi Utomo – PBI, yang kemudian disepakati keduanya untuk meleburkan diri. Pada kongres terakhir Budi Utomo pada 24 sampai 26 Desember 1935, lahirlah Partai Indonesia Raya (Parindra) yang merupakan gabungan dari Budi Utomo dan PBI.

Sutomo ditunjuk sebagai Ketua Parindra yang pertama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Adapun wakil Sutomo adalah K. R. M. H. Wuryaningrat. Kegiatan Sutomo Bersama Parindra terus meningkat.(2)

Kesibukannya memengaruhi kondisi fisik dan membuatnya jatuh sakit.

Sebelum meyaksikan Indonesia merdeka, Sutomo harus tutup usia pada umur 50 tahun di tanggal 30 Mei 1938. Nama dr Sutomo diabadikan sebagai nama rumah sakit di Surabaya dan mendapat gelar pahlawan pada tanggal 27 Desember 1961. (3) 

Baca: Partai Nasional Indonesia (PNI)

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Info Pribadi
Pendidikan School tot Opleiding van Inlandsche Atsen (STOVIA), Jakarta
Organisasi yang didirikan Budi Utomo, Partai Indonesia Raya
Berita Terkini Hari Kebangkitan Nasional diperingati tiap tanggal 20 Mei karena diambil dari tanggal lahirnya organisasi Budi Utomo. Budi Utomo didirikan oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen atau STOVIA pada 20 Mei 1908.
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. www.tribunnews.com
3. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved