Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono, ST., S.H., M.H. sering disapa A.M. Hendropriyono adalah seorang tokoh intelijen dan militer Indonesia.
Hendropriyono merupakan Kepada Badan Intelijen Negara pertama yang dijuluki the master of intelligence karena sudah menjadi Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen pertama di dunia.
Hendropriyono pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.
Pada tahun 2016 hingga 2018, pernah menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesua (PKPI). (1)
Baca: Juliari Peter Batubara
Pendidikan #
- SD Muhammadiyah, Kemayoran, Jakarta dan pindah ke SD Negeri Jalan Lematang, Jakarta
- SMP Negeri V bagian B (Ilmu Pasti) di Jalan Dr. Sutomo, Jakarta
- SMA Negeri II bagian B (Ilmu Pasti) di Jalan Gajah Mada, Jakarta.
Melanjutkan pendidikan militer
- Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (lulus 1967),
- Australian Intelligence Course di Woodside (1971),
- United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980),
- Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI), yang lulus terbaik pada 1989 bidang akademik dan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha.
Selanjutnya ia lulus Kursus Singkat Angkatan VI Lembaga Ketahanan Nasional (KSA VI Lemhannas).
Keterampilan militer yang pernah diikutinya antara lain adalah Para-Komando, terjun tempur statik, terjun bebas militer (Military Free Fall) dan penembak mahir.
Pendidikan tinggi
- Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN),
- Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM),
- Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta,
- Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.
- Meraih gelar magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina, mendapat gelar magister di bidang hukum dari STHM dan pada bulan Juli 2009
- Meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Cum Laude.
Pada 7 Mei 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Hendropriyono menjadi satu-satunya dan pertama di dunia yang menjadi Guru Besar Intelijen.
Tercatat masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Pengukuhan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2576f/A4.3/KP/2014. (2)
Baca: Masjid Al-Buraq
Karier #
Karier militer
1968-1972 - Komandan Peleton Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Magelang
1972-1974 - Komandan Kompi Prayuda Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
1981-1983 - Komandan Detasemen Tempur 13
1983-1985 - Wakil Asisten Personel Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi
1985-1987 - Asisten Intelijen Kodam V/Jaya
1987-1991 - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
1991-1993 - Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI
1993-1994 - Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI
1993-1994 - Panglima Kodam V/Jaya
1994-1996 - Komandan Kodiklat TNI AD
Karier politik
Dalam birokrasi pemerintahan RI, Hendropriyono pernah memangku berbagai jabatan yang berturut-turut:
- Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia (1996-1998)
- Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) dalam Kabinet Pembangunan VII
- Menteri Transmigrasi dan PPH dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang kemudian merangkap sebagai Menteri Tenaga Kerja ad-interim.
Karier Akademis
Ia mendedikasikan ilmunya dengan mengajar Filsafat Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta dan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dengan jabatan Lektor Kepala terhitung sejak tanggal 1 Maret 2002.
Selain itu ketika menjadi Kepala BIN, Hendropriyono juga mendirikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Sentul, Bogor.
Karier Intelijen
Pada periode tahun 2001-2004 sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Kabinet Gotong Royong.
Hendropriyono merupakan penggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul, Bogor, Dewan Analis Strategis (DAS) Badan Intelijen Negara, Sumpah Intelijen, Mars Intelijen, menetapkan hari lahir badan intelijen, mencipta Logo dan Pataka BIN, mempopulerkan bahwa intelijen sebagai "ilmu" dan menggali "filsafat intelijen", serta menggagas berdirinya tugu Soekarno-Hatta di BIN.
Sekarang ini Hendropriyono menjadi pengamat terorisme dan intelijen, yang kerap diminta untuk menjadi narasumber oleh media massa dan berbagai lembaga, giat menulis bermacam pemikirannya dalam artikel-artikel di berbagai koran, majalah, radio dan televisi. (1)
Baca: Brigade Al-Qassam
Penghargaan #
- Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana,
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi,
- Bintang Bhayangkara Utama,
- Bintang Yudha Dharma,
- Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran, serta anggota Legiun Veteran Pembela Republik Indonesia (Pembela/E, NPV: 21.157.220).
- Man Of The Year oleh Majalah Editor pada tahun 1993. (2)
Baca: Bahar bin Smith
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Info Pribadi |
|---|
| Partai politik | Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia |
|---|
| Riwayat Karir | Tentara, Politisi |
|---|
| Berita Terkini | Abdullah Mahmud Hendropriyono menilai konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel bukan merupakan urusan masyarakat Indonesia. |
|---|
Sumber :
1. surabaya.tribunnews.com
2. id.wikipedia.org