Dikira Meninggal, Wanita Positif Covid di India Bangun Beberapa Menit Sebelum Dikremasi

Dia tiba-tiba mulai menangis dan membuka mata beberapa menit sebelum keluarga menyalakan api untuk kremasi.


zoom-inlihat foto
Lonjakan-covid-19-di-India-kremasi-2a.jpg
TAUSEEF MUSTAFA / AFP
ILUSTRASI - Jenazah korban yang meninggal akibat virus Corona Covid-19 terlihat sebelum dikremasi di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021.


TRIBUNNESWIKI.COM – Seorang wanita positif covid-19 di India terbangun beberapa saat sebelum dikremasi.

Wanita bernama Shakuntala Gaikwad (76) dari desa Mudhale Maharashtra itu dinyatakan positif covid-19 beberapa hari sebelumnya.

Ia melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pada 10 Mei 2021, Shakuntala Gaikwad dibawa ke rumah sakit dengan ambulans karena menunjukan gejala covid-19 yang cukup serius.

Namun, keluarganya berjuang untuk menemukan tempat tidur dan dia jatuh pingsan di dalam ambulans.

Baca: Fakta Terbaru Terbaliknya Perahu di Waduk Kedung Ombo, Penyebabnya Bukan karena Foto Selfie

Baca: Politisi India Kampanye Jijik Minum Kencing Sapi Cegah Covid-19, Disarankan Dioplos Air Dingin

Jenazah korban yang meninggal akibat virus Corona Covid-19 terlihat sebelum dikremasi di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Jenazah korban yang meninggal akibat virus Corona Covid-19 terlihat sebelum dikremasi di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Akan tetapi staf ambulans menganggap wanita itu sudah meninggal.

Bahkan ia mengkonfirmasi berita tersebut kepada keluarga setelah Shakuntala Gaikwad dibawa kembali ke desa untuk dikremasi dan upacara terakhir.

Wanita itu ditempatkan di peti mati dan keluarganya bersiap untuk menyalakan api untuk upacara kremasi.

Tapi dia tiba-tiba mulai menangis dan membuka matanya.

Menurut surat kabar India Khaleej Times pada Sabtu (15/5/2021) wanita itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Silver Jubilee di Baramati untuk perawatan lebih lanjut.

Baca: Ibu Meninggal Karena Covid-19, Seorang Anak di India Terus Beri Napas Bantuan, Berharap Hidup Lagi

Baca: Viral Remaja Asik Joget TikTok sambil Setir Mobil Kecepatan Tinggi, Hasilnya Langsung Nyebur Pantai

Kerabat yang mengenakan pakaian pelindung diri (APD) berdiri di samping tandu dengan tubuh seseorang yang meninggal karena virus Corona Covid-19, di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Kerabat yang mengenakan pakaian pelindung diri (APD) berdiri di samping tandu dengan tubuh seseorang yang meninggal karena virus Corona Covid-19, di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Petugas kesehatan desa, Somnath Lande, telah mengkonfirmasi masuknya wanita tersebut ke rumah sakit.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan atas sikap tidak berperasaan dari staf ambulans.

Di tengah meningkatnya kasus virus corona dalam pandemi, insiden kematian yang salah menjadi sering terjadi.

Sebelumnya, seorang pria yang dinyatakan meninggal oleh rumah sakit di Bihar ternyata masih hidup.

Rumah sakit bahkan mengeluarkan akta kematian Chunnu Kumar, 40, yang dirawat di rumah sakit pada 3 April.

Namun, jenazah yang diberikan kepada anggota keluarga untuk dikremasi adalah milik orang lain.

Baca: Novel Baswedan Laporkan Anggota Dewas KPK Indriyanto Seno Adji, Diduga Langgar Kode Etik

Baca: Anak Kecil di Pangkalpinang Dilecehkan Saat Sedang Salat Berjamaah di Masjid, Pelaku Terekam CCTV

Seorang petugas kesehatan yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) melayani pasien virus corona Covid-19 di dalam pusat desa Commonwealth Games (CWG) untuk sementara diubah menjadi fasilitas perawatan Covid, di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) melayani pasien virus corona Covid-19 di dalam pusat desa Commonwealth Games (CWG) untuk sementara diubah menjadi fasilitas perawatan Covid, di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Belakangan, pria itu ditemukan masih hidup di rumah sakit.

Meningkatnya jumlah kasus di rumah sakit dan kekurangan staf medis dan perawatan kesehatan dikatakan menjadi alasan kesalahan tersebut.

Rumah sakit dan profesional perawatan kesehatan menghadapi tekanan kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya karena krisis Covid yang menyebabkan "kesalahan besar".

Simak berita lainnya mengenai Covid-19 di India di sini

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved