Gunung Jayawijaya

Gunung Jayawijaya adalah gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di provinsi Papua


zoom-inlihat foto
2-Gunung-Jayawijaya.jpg
istimewa
Gunung Jayawijaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di provinsi Papua

Gunung Jayawijaya adalah gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di provinsi Papua




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Jayawijaya terletak di Provinsi Papua, Indonesia.

Jayawijaya adalah gunung tertinggi di Indonesia, dengan puncak tertingginya, yaitu Puncak Jaya, mencapai 4.884 meter dari permukaan laut.

Di puncak gunung Jayawijaya terdapat salju abadi. Namun, jumlahnya semakin menipis akibat pemanasan global.

Gunung Jayawijaya juga mempunyai puncak lainnya, seperti

- Puncak Mandala 4.760 mdpl,
- Puncak Trikora 4.730 mdpl,
- Puncak Idenberg 4.673 mdpl,
- Puncak Yamin 4.535 mdpl, dan
- Puncak Carstenz Timur 4.400 mdpl (1)

  • Keunikan


Selain menjadi gunung tertinggi di Indonesia, Gunung Jayawijaya juga memiliki keunikan lainnya sebagai berikut.

Gunung Jayawijaya memiliki salju abadi
Gunung Jayawijaya memiliki salju abadi (istimewa)

Baca: Ronaldo Wanma

1. Memiliki Salju

Tidak semua puncak di Pegunungan Jayawijaya terdapat salju.

Namun, gletser atau bongkahan es yang besar di Puncak Gunung Jayawijaya mulai menipis akibat perubahan iklim.

Perubahan iklim meningkatkan suhu atmosfer yang menyebabkan udara di sekitar gletser menghangat.

Sebuah studi mengungkap gletser di sejumlah pegunungan di dunia akan hilang.

Gletser di Pegunungan Jayawijaya akan menjadi yang pertama menghilang.

Setelah itu gletser di puncak gunung lainnya, seperti di Kilimanjaro (Tanzania), atau Quelccaya (Peru).

Gletser di pegunungan Jayawijaya yang terletak di dekat Puncak Jaya di bagian barat Pulau Papua telah mencair selama beberapa tahun terakhir.

Pencairan terus meningkat dengan cepat setelah terjadi El Nino pada 2015 hingga 2016.

Studi yang dilakukan oleh Profesor Thomson dan rekannya memprediksi gletser akan menghilang dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Penelitian yang dilakukan sejak 2010 lalu menemukan tanda-tanda pencairan di bagian atas maupun bawah gletser.

Pencairan gletser di puncak gunung seluruh dunia berkontribusi sekitar sepertiga hingga setengah dari jumlah total kenaikan permukaan laut.

2. Gunung Tertinggi di Indonesia

Gunung Jayawijaya
Gunung Jayawijaya (Hanna Vivaldi)

Baca: Syahrul Trisna Fadillah

Gunung Jayawijaya adalah puncak gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl.

Selain Gunung Jayawijaya, gunung tertinggi di Indonesia, seperti Gunung Kerinci (Jambi) dengan ketinggian 3.805 mdpl, Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat) dengan tinggi 3.726 mdpl, Gunung Semeru (Jawa Timur) dengan tinggi 3.676 mdpl, dan Gunung Slamet (Jawa Tengah) dengan ketinggian 3.428 mdpl.

Di Pegunungan Jayawijaya terdapat sejumlah puncak dengan ketinggian berbeda, yakni Puncak Jaya (4.884 mdpl), Puncak Mandala (4.760 mdpl).

Kemudian ada Puncak Trikora (4.730 mdpl), Puncak Idenberg (4.673 mdpl), Puncak Yamin (4.535 mdpl), dan Puncak Carstenz Timur (4.400 mdpl).

3. Lokasi Pendakian Termahal

Pendakian ke Gunung Cartenz membutuhkan biaya mahal. Kelompok yang beranggotakan lima orang menghabiskan biaya sekitar Rp55 juta per orang.

Besaran biaya itu untuk transportasi menuju Papua dan menyewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Mahalnya biaya pendakian juga dipengaruhi letak gunung yang sulit dijangkau. Misalnya dari Jakarta, pendaki harus menggunakan pesawat menuju Nabire selama enam jam.

Biaya itu juga untuk membayar porter yang rata-rata Rp7-8 juta sekali perjalanan. Padahal untuk satu orang membutuhkan dua porter.

Rata-rata operator pendakian menawarkan paker perjalanan menuju Gunung Cartenz dengan harga Rp55 juta hingga Rp65 juta per orang.

Bahkan, pendakian ke Gunung Himalaya di Nepal lebih murah jika dibandingkan dengan pendakian ke Gunung Cartenz.

4. Masuk dalam Seven Summits

Puncak Jayawijaya termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di dunia bersama Gunung Everest di Asia (8.848 mdpl), Gunung Kilimanjoro di Afrika (5.895 mdpl), Gunung Elbrus di Eropa (5.642 mdpl).

Kemudian ada Gunung Aconcagua di Amerika Selatan (6.962 mdpl), Gunung Mckinley di Amerika Utara (6.190 mdpl), dan Gunung Vinson Massif di Antartika (4.892 mdpl).

5. Banyak Pendaki Luar Negeri

Banyak pendaki luar negeri mendaki Gunung Cartenz.

Pendaki dalam negeri juga banyak.

Biasanya mereka memanfaatkan mendaki Gunung Cartenz untuk memanfaatkan cuaca di Indonesia yang lebih hangat.

Pada bulan September hingga November curah hujan tidak lebih tinggi dibandingkan bulan Desember-Januari. (2)

  • Fakta


Berikut beberapa fakta menarik dari gunung Jayawijaya:

1. Orang Austria yang Pertama Kali Menggapai Puncaknya

Pada tahun 1962, untuk pertama kalinya puncak Jayawijaya dijamahi oleh manusia.

Orang yang pertama kali menggapai puncak, Heinrich Harrer, adalah seorang pria berkebangsaan Austria.

Heinrich dibantu bersama 3 anggota ekspedisi lainnya, yakni Russell Kippax, Bertus Huizenga, dan Robert Philip Temple.

2. Asal-usul Nama Cartenz

Nama Carstensz diambil dari cerita sejarah pada tahun 1623, saat pelaut Belanda, Jan Carstensz, melihat puncak tersebut melalui teropong dalam pelayarannya melintasi pantai selatan Laut Arafura.

3. Puncak Cartenz Juga Memiliki Gletser

Glester adalah lapisan es yang terbentuk akibat tumpukan salju selama puluhan tahun.

Hal ini merupakan sebuah keuntungan sebagai sumber persediaan air tawar untuk kawasan yang berada di sekelilingnya. (3)

(TribunnewsWiki.com/Puan)

Baca lengkap soal gunung di sini



Nama Tempat Gunung Jayawijaya
Lokasi Papua, Indonesia
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com
3. kids.grid.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Museum Deli Serdang

    Museum Deli Serdang atau Museum Daerah Deli Serdang
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved