Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Xerosis merupakan istilah medis yang digunakan untuk kulit kering yang tidak normal yang banyak ditemukan pada kalangan lanjut usia (lansia).
Meskipun xerosis umumnya bersifat ringan dan bisa hilang seiring waktu, namun kelainan kulit ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
Kulit membutuhkan pelembap agar tetap lembut. Semakin bertambahnya usia seseorang, mempertahankan kelembutan kulit akan lebih sulit.
Kulit dapat menjadi kering dan kasar, seperti kehilangan air serta minyak.
Kondisi ini terjadi akibat kadar kelembapan dalam kulit menurun, padahal fungsinya penting untuk menjaga kehalusan dan kelenturan kulit.
Kulit kering sering disebabkan oleh cuaca yang terlalu dingin atau panas, tingkat kelembapan udara yang rendah, dan berendam dalam air panas.
Namun kondisi ini bisa diatasi sekaligus dicegah dengan perubahan kebiasaan.
Baca: Bercak Mongol
Baca: Panu (Tinea Versicolor)
Misalnya, tidak berendam terlalu lama, memakai sabun berbahan lembut agar tidak mengiritasi kulit, atau menggunakan pelembap kulit.
Pada beberapa kasus, xerosis dapat terjadi berulang kali dan cukup berat. Pada kondisi kulit kering yang parah, pengobatan medis dari dokter mungkin diperlukan.
Gejala #
Xerosis atau kulit kering akan tampak sebagai berikut:
• Kering, kasar, dan bersisik terutama di lengan dan tungkai.
• Pucat, kusam, dan berwarna keputihan.
• Menjadi kemerahan karena mengalami iritasi.
• Pecah-pecah, mengelupas, dan rentan berdarah.
Kulit kering dapat menimbulkan rasa gatal. Jika kulit yang sudah pecah-pecah ini digaruk, dapat semakin meluas dan menimbulkan infeksi kulit.
Kulit kering dapat ditangani sendiri di rumah, tetapi penderita harus segera menemui dokter jika muncul gejala, seperti:
• Terjadinya pengelupasan kulit berukuran besar.
• Munculnya ruam berbentuk cincin.
• Tidak membaik atau bahkan memburuk setelah memakai produk perawatan kulit kering.
• Mengeluarkan cairan atau nanah.
Baca: Herpes Zoster (Cacar Ular)
Baca: Herpes Labialis
Penyebab #
Xerosis atau kulit kering bisa disebabkan oleh kondisi yang terjadi di dalam tubuh manusia, misalnya:
• Gen kulit kering yang diturunkan
• Menopause
• Dehidrasi
• Menderita penyakit tiroid
• Menderita gagal ginjal
• Kurang gizi
• Mengalami penurunan berat badan yang drastis
• Obat-obatan yang digunakan, seperti obat diuretik, retinoid, atau kemoterapi.
Selain itu, xerosis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor dari lingkungan berikut ini:
• Penggunaan sabun mandi dengan bahan kimia tertentu, misalnya ditambahkan pewangi.
• Menggosok kulit dengan keras dan kasar, misalnya saat mengeringkan kulit dengan handuk.
• Terlalu sering mandi, terutama dengan air panas.
• Terlalu lama terpapar sinar matahari.
Meski bisa terjadi pada semua orang, xerosis lebih sering dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 40 tahun, hobi berenang, atau memiliki pekerjaan yang mengharuskan merendam bagian tubuh ke dalam air.
Baca: Selulit
Baca: Impetigo
Pengobatan #
Cara mengobati xerosis akan tergantung pada tingkat keparahan kulit kering yang terjadi serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa langkah penanganannya melputi:
1. Pengobatan mandiri di rumah
Beberapa upaya pengobatan mandiri dapat dilakukan pasien untuk menjaga kulit tetap lembap dan sehat, yaitu;
• Pakai pelembap
Pelembap mampu menjaga agar kandungan air tetap berada di kulit, sehingga kulit tetap lembap.
Jadi jangan lupa untuk mengoleskan pelembap beberapa kali sehari, khususnya sesudah mandi.
Pasien juga disarankan untuk menggunakan kosmetik yang disertai bahan pelembap.
• Gunakan air hangat (bukan air panas) dan batasi waktu mandi
Mandi teralu lama dengan air panas dapat menghilangkan minyak dari kulit. Jadi gunakanlah air hangat, dan batasi mandi sekitar 5-10 menit saja.
• Hindari sabun dengan bahan kimia keras
Perhatikan komposisi saat memilih sabun mandi. Pilihlah jenis sabun dengan bahan lembut dan tanpa kandungan parfum maupun alkohol.
Jangan lupa juga untuk memastikan sabun mandi mengandung pelembap agar kelembutan kulit tetap terjaga dengan optimal.
• Gunakan alat pelembap ruangan (humidifier)
Udara yang panas dan kering dapat merusak kulit dan memperparah gatal serta kulit pecah-pecah.
Sebagai solusi, gunakan humidifier di rumah untuk menjaga tingkat kelembapan udara. Pastikan humidifier dalam kondisi bersih.
• Perhatikan bahan pakaian
Pakaian dari serat alami lebih mampu untuk menjaga kulit tetap bisa bernapas, contohnya katun dan sutra.
Lalu sebisa mungkin, hindari bahan pakaian yang dapat mengiritasi kulit seperti wol.
• Pakai deterjen dengan bahan lembut
Cucilah pakaian dengan deterjen tanpa pewangi atau pewarna. Pasalnya, kedua bahan ini dapat memicu iritasi serta kulit kering.
2. Pengobatan secara medis
Dokter dapat memberikan pengobatan xerosis untuk memperbaiki kondisi kulit, menghilangkan gatal, nyeri, dan keluhan lain, serta mengembalikan kelembapan kulit.
• Meresepkan pelembap
Dokter kulit akan memilih pelembap dengan bahan aktif yang sesuai untuk pasien. Misalnya, asam laktat, gliserol, urea, atau seramida.
Pelembap dengan bahan yang tepat akan melembapkan kulit dan memperbaiki lapisan paling atas pada kulit pasien.
• Mengobati penyakit kulit yang mendasari xerosis
Beberapa penyakit kulit dapat menyebabkan munculnya kulit kering alias xerosis. Misalnya, dermatitis atopik, psoriasis, dan ichthyosis.
Karena itu, dokter akan meresepkan krim hidrokortison, salep, atau obat lain untuk mengatasi penyakit tersebut. Dengan ini, xerosis pun bisa teratasi.
• Menganjurkan kompres basah
Bila kulit pasien pecah-pecah dan mengelupas, dokter dapat meresepkan kompres basah (wet dressing) untuk mencegah terjadinya infeksi.
Baca: Milia
Baca: Dermatitis Atopik
Pencegahan #
Xerosis bisa dicegah dengan berbagai cara, mulai dari metode perawatan kulit sederhana atau dengan memperbaiki gaya hidup sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menjaga kulit agar tetap lembap.
Berikut adalah beberapa langkah untuk mencegah munculnya xerosis:
• Jangan mandi terlalu lama
Minyak alami yang menempel di permukaan kulit bisa hilang jika Anda mandi terlalu lama, apalagi kalau menggunakan air panas.
Oleh karena itu, batasi durasi mandi Anda, cukup 5-10 menit sekali mandi.
• Memilih sabun yang sesuai
Untuk menjaga, pilihlah sabun yang mengandung tambahan minyak di dalamnya.
• Menggunakan pelembab kulit
Pelembab kulit bisa digunakan untuk menjaga kesehatan kulit, asalkan tidak mengandung alkohol.
Anda juga bisa menggunakan baby oil. Pelembab dan baby oil baik digunakan setelah mandi, saat kulit masih basah.
• Pasang pelembab ruangan
Ruangan yang panas dan kering bisa membuat kulit lebih sensitif, terasa gatal, bahkan sampai mengelupas.
Memasang pelembab ruangan bisa menjadi alternatif untuk membuat kulit tetap lembap.
• Melindungi kulit saat berada di tempat dingin
Jika bepergian ke daerah yang dingin atau bahkan bersalju, lebih baik gunakan sarung tangan, syal, dan topi untuk menutupi kulit agar tidak cepat kering.
• Menggunakan tabir surya
Penggunaan tabir surya saat melakukan kegiatan di luar ruangan bisa melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
• Jangan menggaruk kulit secara berlebihan
Menggaruk dan menggosok kulit secara berlebihan bisa membuat kulit menjadi kemerahan, kasar, tampak kusam, mengelupas, dan rusak.
• Mengonsumsi air putih cukup setiap hari
Asupan cairan yang cukup membuat kulit terhindar dari kekeringan.
• Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3
Makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan salmon menghasilkan lemak yang membantu melembapkan kulit.
Baca: Psoriasis
Baca: Dermatitis Herpetiformis
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Gejala | Kulit terasa kering, gatal, dan bersisik |
|---|
| Diagnosis | Pemeriksaan fisik, tes alergi, tes darah |
|---|
| Pengobatan | Pelembap, salep atau krim, kompres basah |
|---|
| Obat | Salep hidrokortison, obat antigatal |
|---|
| Komplikasi | Dermatitis atopik, infeksi |
|---|
| Dokter Spesialis | Kulit |
|---|
Sumber :
1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com