TRIBUNNEWSWIKI.COM - Al-Qaeda bersumpah akan kembali perang melawan Amerika Serikat, siap jadikan Afghanistan sebagai markas.
Kelompok Al-Qaeda tak ragu untuk berperang di semua lini melawan Amerika Serikat, jika tidak mundur dari seluruh dunia Muslim.
Hal tersebut disampaikan pemimpin Al-Qaeda, Ayman Zawahiri, jelang peringatan 10 tahun pembunuhan Osama bin Laden.
Dilansir CNN Jumat (30/4/2021), Al-Qaeda berencana kembali ke Afghanistan ketika AS menarik diri.
Al-Qaeda menyebutkan Amerika Serikat telah dikalahkan di Afghanistan.
Sementara, kelompok yang dipimpin Ayman Zawahiri, sebagian besar telah dikalahkan oleh ISIS dalam beberapa tahun terakhir ini.
Untuk diketahui, pada April 2021, Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan menarik pasukan dari Afghanistan, yang secara efektif mengakhiri perang terlama Amerika.
“Bin Laden sudah mati dan Al-Qaeda terdegradasi di Afghanistan dan inilah saatnya mengakhiri perang selamanya,” katanya.
Sebagai bagian dari penarikan tersebut, Taliban dan AS sepakat akan memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda.
Zawahiri telah mengawasi diversifikasi perannya dalam jihadisme global.
“Di bawah pengawasan Zawahiri, Al-Qaeda telah menjadi semakin terdesentralisasi, dengan otoritas terutama berada di tangan para pemimpin afiliasi Al-Qaeda,” lapor Proyek Kontra Ekstremisme (CEP).
Lebih lanjut, AS telah menawarkan hadiah 25 juta dolar AS untuk Zawahiri, baik hidup maupun mati.
Dia telah dimasukkan dalam daftar teroris yang paling dicari AS.
Tentang Al-Qaeda
Al Qaeda merupakan organisasi paramiliter fundamentalis Islam Sunni.
Tujuan utamanya adalah mengurangi pengaruh luar terhadap kepentingan Islam.
Al-Qaeda digolongkan sebagai organisasi teroris internasional oleh beberapa negara.
Yakni Amerika Serikat, Uni Eropa, PBB, Britania Raya, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain.
Al Qaeda didirikan oleh Osama bin Laden, Abdullah Azzam serta beberapa sukarelawan Arab lainnya.
Mereka berupaya menggalang kekuatan untuk mengusir Uni Soviet pada Perang Afghanistan.