Aksi May Day, KSPI Minta Cabut UU Cipta Kerja dan Berlakukan Upah Minimum Sektoral

Cabut atau batalkan omnibus law UU Cipta Kerja di mana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil.


zoom-inlihat foto
May-Day-1521.jpg
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) saat menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja pada Selasa (17/11/2020). pada aksi tersebut mereka mengajukan empat tuntutan yakni mencabut UU Cipta Kerja, membatalkan SK Menaker soal ketiadaan kenaikan upah minimum 2021, setop represivitas aparat dan bebaskan massa aksi yang dikriminalisasi, serta gratiskan biaya pendidikan selama pandemi. Tribunnew/Jeprima


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi pada peringatan hari buruh (May Day) ini.

Maka dari itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal meminta agar tidak ada larangan terhadap massa buruh yang hendak melakukan aksi May Day.

Said Iqbal menjelaskan setidaknya ada dua tuntutan yang akan disuarakan kaum buruh.

"Pertama, cabut atau batalkan omnibus law UU Cipta Kerja di mana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh. Kedua, berlakukan kembali Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten (UMSK) 2021," kata Saiq Iqbal dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/5/2021).

Ribuaan buruh dari berbagai kelompok berkumpul menuju Istana Negara di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu(1/5/2019). Para buruh merayakan hari Buruh Internasional dengan menuntut kesejateraan kaum buruh.
Ribuaan buruh dari berbagai kelompok berkumpul menuju Istana Negara di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu(1/5/2019). Para buruh merayakan hari Buruh Internasional dengan menuntut kesejateraan kaum buruh. (Warta Kota/henry lopulalan)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 Mei 1886: Aksi May Day Pertama, Puluhan Ribu Buruh Unjuk Rasa di Chicago

KSPI bersama elemen buruh yang lain dan mahasiswa akan melakukan aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Said Iqbal, aksi ini melibatkan 50.000 ribu buruh, yang tersebar di 24 provinsi, 200 kabupaten/kota dan di 3.000 pabrik.

"Untuk di tingkat nasional, aksi akan dipusatkan di Istana dan Gedung Mahkamah Konsultasi," kata Said Iqbal.

"Tentu kita akan mengikuti arahan aparat keamanan dan Satgas Covid-19 untuk mengikuti standar kesehatan pencegahan Covid. Peserta aksi akan melakukan rapid antigen, memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak," lanjutnya.

Ilustrasi Buruh di PHK ---- May Day - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan perwakilan buruh saat menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2020 di Kawasan Simpang Lima Semarang Kota Semarang, Jawa Tengah yang mengusung tema
Ilustrasi Buruh di PHK ---- May Day - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan perwakilan buruh saat menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2020 di Kawasan Simpang Lima Semarang Kota Semarang, Jawa Tengah yang mengusung tema "TNI Polri Peduli Buruh", Jumat (01/05/20). Di tengah pandemi Covid-19 peringatan hari buruh tetap di gelar dengan cara berbagi bersama TNI dan Polri membagikan sejumlah sembako kepada para buruh. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Baca: Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Buruh di Bekasi Pilih Bukber & Santuni Anak Yatim Piatu

KSPI telah berkoordinasi dengan Polres dan Satgas Covid-19 di daerah setempat.

Baca informasi seputar hari buruh di sini

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N/Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Tuntutan KSPI Saat Gelar Aksi May Day







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved