Wae Rebo

Desa Wae Rebo merupakan satu di antara desa tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 1.200 meter di atas permukaan laut.


zoom-inlihat foto
WAE-REBO.jpg
Tribunnews.com
Kampung adat Wae Rebo di Desa Satarlenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Desa Wae Rebo merupakan satu di antara desa tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 1.200 meter di atas permukaan laut.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Desa Wae Rebo merupakan satu di antara desa tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Desa Wae Rebo berada di Flores, Nusa Tenggara Timur, ini layaknya sebuah desa yang berada di atas awan. (1)

Baca: Rumah Gemuk

  • Budaya #


Wae Rebo merupakan sebuah kampung yang masih berpegang teguh pada adat istiadat.

Masyarakatnya masih tetap tinggal di rumah beratap ijuk kerucut yang biasa disebut Mbaru Niang.

Di dalam Mbaru Niang umumnya terdapat 5—6 kamar, tetapi untuk rumah keluarga kepala adat dan keturunannya terdapat 8 kamar.

Meski terlihat hanya memiliki satu lantai dasar, sebenarnya rumah Mbaru Niang memiliki lima lantai dengan fungsi yang berbeda. Utamanya, lantai dasar digunakan sebagai area kamar tidur dan ruang tamu. (1) 

Baca: Gunung Telomoyo

  • 5 Fakta unik Wae Rebo #


1. Punya Rumah Adat yang Langka

Rumah adat Mbaru Niang di Desa Wae Rebo ini dianggap sangat langka.

Lokasinya berada jauh di atas pegunungan.

Bentuk rumah adat Wae Rebo sangat unik karena lumbung kerucut dan hanya berjumlah tujuh buah saja.

Setiap rumah dihuni oleh enam hingga delapan keluarga.

Mbaru Niang terdiri atas lima lantai dengan atap daun lontar yang ditutupi oleh ijuk.

2. Penduduk Wae Rebo Keturunan Minang

Nenek moyang Wae Rebo Empo Maro berasal dari Minangkabau yang merantau ke Flores dan berpindah-pindah tempat tinggalnya.

Mereka akhirnya menetap di kawasan yang sekarang ini menjadi Desa Wae Rebo.

3. Kemerdekaan RI Bendera Dipasang di Atas Rumah

Wae Rebo merupakan bagian dari negera Indonesia, oleh karena itu untuk memperingatinya warga juga ikut melakukan upacara.

Tidak hanya itu, bahkan di setiap atap rumah mereka juga mengibarkan bendera merah putih untuk memperingatinya.

4. Desa Wae Rebo Punya Hari Spesial

Setiap November, warga Wae Rebo merayakan sebuah upacara adat Penti.

Upacara adat tersebut merupakan perayaan atas rasa syukur berkat hasil panen yang didapatkan dalam waktu satu tahun.

Upacara ini bertujuan untuk memohon keharmonisan dan perlindungan.

5. Berkabut Setiap Pagi

Berada di ketinggian 1.200 mdpl membuat Wae Rebo kerap dihiasi dengan kabut tipis setiap pagi hari. (2) 

Baca: Curug Cikaso

  • Rute Lokasi Wae Rebo #


Perjalanan dari Labuan Bajo menggunakan mobil akan memakani waktu 4 hingga 5 jam untuk sampai di Desa Dintor, tepatnya tempat peristirahatan bernama Wae Rebo Lodge.

Kemudian, wisatawan masih harus melanjutkan perjalanan ke "kampung kembaran" Wae Rebo, yaitu Kampung Kombo.

Estimasi waktu sampai di sana berkisar 10 menit dengan jarak 5 sampai dengan 6 kilometer.

Selanjutnya dari Kampung Kombo wisatawan disarankan menggunakan ojek lokal atau kendaraan roda dua hingga sampai di titik awal hutan Wae Rebo.

Mulai dari situ, wisatawan perlu berjalan kaki dengan waktu sekitar 2 sampai 4 jam menyusuri hutan, menyeberang sungai, dan melintasi bibir jurang untuk sampai di Kampung Wae Rebo.

Total perjalanan ke sana jika dari Labuan Bajo memakan waktu 7 hingga 8 jam. (1) 

Baca: Bukit Ngisis

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Alamat
Lokasi Desa Satarlenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Adat Wae Rebo
   


Sumber :


1. www.tribunnews.com
2. travel.tribunnews.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved