TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ribuan pendukung Persija berkumpul di sekitar kolam Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, (25/4/2021), tengah malam.
Tak hanya itu, sejumlah suporter Persija Jakarta juga melakukan konvoi di Jalan Sudirman secara berkerumun.
Aksi mereka pun viral di media sosial setelah video ribuan suporter diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.id.
Para suporter Persija ini melakukan konvoi tanpa mempedulikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.
"Persija juara," seorang suporter Persijia berteriak setelah berenang di dalam kolam Bundaran HI.
Suara sirine polisi pun terdengar di dalam video tersebut.
Namun, aparat terkesan tak mampu membubarkan mereka.
Mereka melakukan hal tersebut guna merayakan kemenagan Persija Jakarta dalam final Menpora laga kedua di Manahan Solo.
Macan Kemayoran unggul 2-1 dari Persib Bandung.
Akibat ribuan pendukung memadati bundaran HI, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan kesulitan melakukan pelacakan atau tracing Covid-19 kepada ribuan Jakmania yang tumpah ruah ke jalan merayakan kemenangan Persija Jakarta malam tadi.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan pelacakan sulit dilakukan lantaran pihaknya sulit mengidentifikasi massa yang turun ke jalan.
"Kami belum ke arah sana (melalukan pelacakan). Orangnya siapa, kami juga enggak bisa identifikasi, gimana kami bisa mulai tracing, itu kan massa," ucapnya, Senin (26/4/2021).
Ia pun menyebut kejadian ini tak diduga oleh pihaknya sehingga pihak Sudin Kesehatan tak bisa melakukan antisipasi.
Baca: Final Ideal, Dua Seteru Abadi Persija Jakarta dan Persib Bandung di Laga Puncak Piala Menpora 2021
Baca: Persija Jakarta
"Ini bukan suatu hal yang direncanakan, enggak mungkin diantisipasi, di luar rencana," ujarnya.
Untuk itu, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut pihaknya belum bisa berbuat banyak.
Kini, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat pun masih menunggu laporan bila ada peserta aksi pawai kemenangan Persija yang terpapar Covid-19.
"Katakanlah ada yang positif, kami mesti lihat mereka satu mobil dengan siapa, mereka berkerumun dengan siapa," kata dia.
"Itu mesti yang kami cari, itu titik awalnya kalau terjadi sesuai. Saat ini kami masih monitor saja," tambahnya.
Dari konvoi ribuan Jakmania itu, Epidemiolog Universitas Kristen Indonesia (UKI) Gilbert Simanjuntak meminta polisi mengevaluasi izin pertandingan sepak bola di Indonesia.
Hal ini dikatakannya perihal pawai kemenangan yang dilakukan kelompok suporter Persija Jakarta, Jakmania di sejumlah wilayah di ibu kota.
"Kami anjurkan dievaluasi saja, barangkali jumlah mereka tidak sebanding dengan massa," ucapnya, Senin (26/4/2021).
Gilbert Simanjuntak pun menyesalkan aksi para Jakmania yang ramai-ramai turun ke jalan dan melakukan pawai tanpa mengindahkan protokol kesehatan.
Sebab, hal ini berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19 di ibu kota yang penyebarannya mulai melandai beberapa waktu terakhir ini.
Untuk itu, epidemolog yang kini duduk di Komisi B DPRD DKI ini pun meminta Pemprov DKI atau dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk segera mendata kelompok suporter yang ikut turun ke jalan malam tadi.
Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif mencegah kembali melonjaknya kasus Covid-19 di ibu kota.
"Agar mereka mendata kelompok tersebut untuk pencegahan Covid-19 menular dan lebih antisipatif bila ada potensi kerumunan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca: Resmi Jadi Bos Persis Solo, Kaesang Pangarep: Liga 1 Harga Mati
Baca: PROFIL PEMAIN PERSIB - Nick Kuipers
Baca artikel lain mengenai konvoi ribuan pendukung Persija di sini.
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Buntut Pawai Kemenangan Jakmania, Epidemiolog Desak Polisi Evaluasi Izin Pertandingan Sepak Bola