Profil Jenderal Min Aung Hlaing, Pembantai Rohingya dan Pengkudeta Aung San Suu Kyi

Meski sempat dikritik oleh beberapa pihak, Min Aung Hlaing akhirnya tetap datang untuk menghadiri ASEAN Leaders' Meeting di Jakarta


zoom-inlihat foto
jenderal-min.jpg
AFP/YE AUNG THU via Kompas.com
Panglima AD Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah profil Min Aung Hlaing, sosok panglima militer Myanmar yang hadir dalam KTT ASEAN di Jakarta akhir pekan lalu.

Negara di kawasan Asia Tenggara bertemu untuk membahas krisis di Myanmar pada pertemuan puncak di Jakarta pada Sabtu (24/4/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berjumlah 10 orang berusaha membimbing Myanmar, guna mencari solusi dari konflik berdarah yang dipicu oleh penggulingan militer pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Meski sempat dikritik oleh beberapa pihak, Min Aung Hlaing akhirnya tetap datang untuk menghadiri ASEAN Leaders' Meeting.

Min Aung Hlaing tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan disambut oleh Duta Besar Myanmar untuk Republik Indonesia Ei Ei Khin Aye dan Kepala Protokol Negara (KPN) Andy Rachmianto. 

Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (24/4/2021) sekira pukul 11.00 WIB. Jenderal Min Aung Hlaing disambut oleh Duta Besar Myanmar untuk Republik Indonesia Ei Ei Khin Aye dan Kepala Protokol Negara (KPN) Andy Rachmianto. Jenderal Min Aung Hlaing hadir di Jakarta untuk menghadiri ASEAN Leaders’ Meeting yang digelar pada Sabtu, 24 April 2021, di Jakarta

Siapa sebenarnya sosok Min Aung Hlaing?

Dilansir TIME, 3 November 2017, Jenderal Min Aung Hlaing adalah otak dari penindakan terhadap etnis Rohingya.

Pada 26 Oktober 2017, Menteri Luar Negeri AS kala Rex Tillerson, bahkan menelepon langsung Min dan mendesaknya agar menghentikan kekerasan.

Jenderal berusia 64 tahun itu sempat mengeluhkan dunia sudah menghakiminya secara tidak adil atas kasus Rohingya.

Kadet yang Biasa-biasa Saja

Berdasarkan keterangan dari mantan teman sekelasnya seperti dikutip Reuters, Min hanyalah sosok kadet yang biasa saja.

Dia baru bisa menembus Akademi Badan Pertahanan yang dikenal elite di percobaan ketiga.

Pengabdiannya sebagian besar dihabiskan untuk memerangi pemberontak di perbatasan timur, di mana dia dikenal karena melecehkan etnis minoritas.

Pada 2009, dia memimpin operasi di perbatasan Myanmar-China untuk memberangus pemimpin setempat, Peng Jiasheng yang berlangsung selama satu pekan.

Meski demikian, dampak yang ditimbulkan luar biasa.

Tak hanya melanggar gencatan senjata selama 20 tahun, operasi tersebut membuat 30.000 orang terpaksa mengungsi ke China.

Kemudian, ia juga mengusir kelompok separatis dari perbatasan yang selama ini memang diposisikan untuk jadi jalur perdagangan utama.

Pada 30 Maret 2011, Min Aung Hlaing diangkat menjadi panglima angkatan bersenjata Myanmar, dikenal sebagai Tatmadaw.

Dia bertugas memimpin transisi kekuasaan dari tangan militer yang hampir 50 tahun berkuasa ke tangan sipil.

Pada 2015, dia mengungkapkan tidak bisa mengatakan dengan pasti kapan pemerintahan Myanmar akan diserahkan ke sipil seluruhnya.

"Mungkin saja lima tahun. Mungkin juga bisa berlangsung selama 10 tahun. Saya tak bisa mengatakannya dengan jelas," paparnya.

Dalam foto file ini diambil pada 19 Juli 2020 Kepala Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing memberi hormat saat peringatan 73 tahun upacara Hari Martir di Yangon. Tambang, bank, minyak bumi, pertanian, pariwisata: Junta yang berkuasa di Myanmar memiliki kepentingan dalam sebagian besar ekonomi negara, memberikannya kekayaan kolosal - dan dijaga ketat - yang telah ditargetkan oleh Amerika Serikat dengan sanksi.
Dalam foto file ini diambil pada 19 Juli 2020 Kepala Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing memberi hormat saat peringatan 73 tahun upacara Hari Martir di Yangon. Tambang, bank, minyak bumi, pertanian, pariwisata: Junta yang berkuasa di Myanmar memiliki kepentingan dalam sebagian besar ekonomi negara, memberikannya kekayaan kolosal - dan dijaga ketat - yang telah ditargetkan oleh Amerika Serikat dengan sanksi. (Ye Aung THU / AFP)

Meski hanya memimpin tiga kementerian, pertahanan, urusan perbatasan, dan urusan dalam negeri, pengaruhnya begitu besar.

Sementara pemerintahan sipil bisa menelurkan legislasi, Min dan kroninya memegang kekuasaan dari polisi, pasukan perbatasan, bahkan hingga Departemen Administrasi Umum.

Min Aung Hlaing juga berwewenang memilih seperempat anggota parlemen, yang bisa memveto jika ada kebijakan yang tak menguntungkan.

Kemudian mereka sewaktu-waktu bisa melakukan kudeta, dengan klausul "militer berhak mengambil alih dan memimpin negara jika demokrasi dianggap mati".

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Jenderal Min Aung Hlaing, Pemimpin Junta Myanmar yang Hadir di KTT ASEAN

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR MYANMAR DI SINI





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved