Slemania

Slemania adalah kelompok suporter PS Sleman yang didirikan sejak 22 Desember 2000, Slemania identik dengan warna hijau dan mendukung dari tribun utara Stadion Maguwoharjo.


zoom-inlihat foto
slemania.jpg
© Stefanus Sastrohandojo/INDOSPORT
Suporter PSS Sleman, Slemania.

Slemania adalah kelompok suporter PS Sleman yang didirikan sejak 22 Desember 2000, Slemania identik dengan warna hijau dan mendukung dari tribun utara Stadion Maguwoharjo.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Slemania adalah organisasi atau kelompok pendukung kesebelasan PSS Sleman.

Slemania memiliki organisasi bagian untuk suporter perempuan yang bernama Slemanona.

Slemania yang identik dengan warna hijau merupakan penguasa dari tribun utara Stadion Maguwoharjo Sleman.

Usia Slemania yang telah mencapai usia 20 tahun mengalami berbagai rintangan dalam mendukung PS Sleman berlaga, hingga namanya kalah besar oleh saudara mudanya, yaitu BCS (Brigata Curva Sud).

Baca: Aremania

slemaniaa
Pendukung fanatik PSS Sleman, Slemania


PSS pernah mendapat sanksi dari Perserikatan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar pertandingan tanpa penonton sebagai akibat dari pemukulan yang dilakukan oleh suporter saat PSS masih berlaga di Divisi I Liga Indonesia.

Meski setelah PSS mengajukan banding, akhirnya hukuman tersebut diganti dengan hukuman percobaan dan denda, tapi perilaku suporter tersebut dinilai merugikan tim yang dibelanya.

Oleh karena itu pengurus PSS dan beberapa tokoh suporter kemudian berinisiatif membentuk kelompok suporter sebagai langkah untuk menertibkan dan mengendalikan suporter PSS.

Proses pembentukan dimulai dengan diadakannya rapat yang diselenggarakan pada 9 Desember 2000 di Griya Kedaulatan Rakyat yang diikuti oleh tokoh-tokoh suporter.

Rapat tersebut akhirnya memutuskan digelarnya “Sayembara Nama Wadah Suporter PSS”.

Adapun ketentuan sayembara tersebut adalah bersifat terbuka, dengan syarat nama yang diusulkan mudah dikenal dan diingat, membangkitkan semangat, mampu mempersatukan semua pendukung PSS, dan maksimal terdiri dari dua suku kata.

Panitia sayembara diketuai oleh Ir.Trimurti Wahyu Wibowo, berlangsung dari tanggal 11-22 Desember 2000, dengan tempat pengumpulan hasil sayembara berada di kantor redaksi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.

Baca: Stadion Maguwoharjo

Panitia Sayembara bersama pengurus PSS yang nantinya akan menentukan nama yang dipilih.

Berbagai usulan nama datang dari masyarakat, diantaranya adalah Slemania, Slemanisti (Sleman Mania Sejati), Baladamania (Barisan Pecinta Laskar Sembada), Papesanda (Pasukan Pendukung Laskar Sembada), Lambada (Laskar Sleman Sembada), Patram (Pasukan Putra Merapi), Mapals (Masyarakat Pandemen Laskar Sembada), Korpels (Korps Pendukung Laskar Sembada), Pedati (Pendukung Laskar Sembada Sejati), Pansus (Pasukan Suporter Sleman Mania), Laksamana (Laskar Sleman Mania), dan Kalimasada (Keluarga Liga Sleman Sembada).

Total terkumpul 1483 kartu pos, dan 196 surat yang mengikuti sayembara tersebut.

Dari sekian banyak peserta sayembara, sebanyak 103 peserta mengusulkan nama Slemania, yang kemudian pada tanggal 22 Desember 2000 dipilih oleh Panitia dan Pengurus PSS sebagai nama wadah suporter PSS Sleman. Pada malam itu juga dilakukan pembentukan pengurus dan deklarasi. Sementara undian bagi pemenang sayembara dilakukan pada tanggal 24 Desember 2000 di Stadion Tridadi, yang dimenangkan oleh Supribadi, warga Krapyak Kulon, Sewon, Bantul. (1)

Baca: Irfan Bachdim

  • Berguru Pada Pasoepati


Embrio Slemania tak lepas dari mulai bermunculan kelompok suporter di berbagai klub yang lebih dulu ada. Jakmania, Bobotoh, Bonekmania, Aremania, atau Pasoepati, cukup memengaruhi dunia suporter di Sleman.

Asep Hendi bercerita, Pasoepati yang menjadi guru Slemania untuk semakin bisa membesar dan berkreasi. Pasoepati lebih dulu lahir sebelum Slemania, dan mereka berguru kepada Aremania saat datang ke Solo.

Cerita itu diperkuat pula saat Bola.com sempat bertemu dengan Maryadi "Gondrong" Suryadharma, pentolan Pasoepati yang merupakan dirijen pertama mereka. Ia mengaku pernah diundang untuk memimpin aksi Slemania ketika PSS bertanding di Stadion Tridadi.

"Kalau guru kami adalah Pasoepati. Kami diajari caranya menyanyi, kemudian gerakan, sampai memainkan alat musiknya," beber Asep. (2)


Slemania yang begitu besar kini mulai tergerus, anggota mereka yang dulu pernah mencapai puluhan ribu orang ketika mendukung PSS di stadion, kini hanya tinggal menyisakan dua ribuan saja.

Banyak Slemania yang memilih menyeberang menjadi anggota (BCS) Brigata Curva Sud  yang beraliran ultras.

Baca: Kabomania

Jika dulu kandang PSS begitu identik dengan warna hijau, kini Stadion Maguwoharjo lebih identik dengan warna hitam khas BCS.

Meski jumlahnya tidak sebanyak dulu, aksi-aksi yang ditunjukkan Slemania cukup atraktif, ermasuk koreografi yang disuguhkan dengan menarik.

Asep memaklumi situasi tersebut, karena adanya pengaruh budaya suporter yang berbeda. Sehingga membuat masing-masing suporter akan menjatuhkan pada pilihannya. (2)


Ir. Trimurti Wahyu Wibowo (2000-2002)

Ir. Trimurti Wahyu Wibowo (2002-2005)

R. Supriyoko (2005-2009)

R. Supriyoko (2009-2014)

Rengga Dian Senjaya (2014-2019)

Rengga Dian Senjaya (2020-2023)

 

(Tribunnewswiki.com/Khairul)



Informasi
Nama Slemania
Berdiri 22 Desember 2000
Tribun Tribun utara Stadion Maguwoharjo
Pendukung PSS Sleman
Warna Kebesaran Hijau


Sumber :


1. pssleman.id
2. www.bola.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved