Segera Batalkan Puasa saat Sudah Waktunya Berbuka, Ini Risiko Gangguan Kesehatan jika Menundanya

Menunda berbuka puasa ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan, bisa menimpulkan dehidrasi hingga penyakit asam lambung akut.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-bekerja-sambil-berpuasa.jpg
Kompas
Ilustrasi bekerja sambil berpuasa.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bagi sebagian orang Indonesia, tak lengkap rasanya jika tak ada takjil untuk santapan buka puasa.

Ada banyak menu takjil yang biasa dihidangkan, mulai dari kolak pisang, es belewah, es cincau, dawet hingga es buah.

Selain minuman manis, salah satu yang tak boleh ketinggalan untuk disajikan adalah gorengan.

Tak banyak yang tahu, kata takjil berasal dari bahasa Arab.

Takjil adalah istilah makanan atau minuman yang digunakan untuk mengawali buka puasa.

Kata takjil diambil dari bahasa Arab, yaitu ajjala-yu'ajjilu-ta'jilan yang artinya adalah "menyegerakan" atau "cepat-cepat".

Maksud dari menyegerakan ini adalah untuk segera membatalkan puasa yang sudah dilakukan ketika waktunya tiba.

Di Indonesia, dilakukan penyederhanaan ucapan, yaitu mengambil kata ta'jilan yang kemudian pengucapannya disederhanakan lagi menjadi takjil.

Penderita Maag dan GERD Perlu Perhatikan 4 Hal Ini Selama Puasa Ramadhan
Penderita Maag dan GERD Perlu Perhatikan 4 Hal Ini Selama Puasa Ramadhan (Naluri.life via grid.id)


Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka puasa dan melaksanakan ibadah salat Maghrib setelah azan berkumandang.

Selain menjalankan sunnah Rasul, ternyata ada alasan kesehatan di balik anjuran untuk tak menunda buka puasa lho.

Berikut ini gangguan kesehatan yang mengancam jika kita tidak segera membatalkan puasa saat waktunya tiba:

Dehidrasi

Selama berpuasa, tubuh kita kekurangan asupan cairan yang cukup bagi tubuh selama lebih dari 10 jam.

Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi air putih segera setelah waktu berbuka puasa tiba.

Baca: Simak Trik Diet Menurunkan Berat Badan selama Puasa Ramadan dengan Cara yang Sehat dan Tepat

Baca: Sengaja Mandi di Siang Hari Saat Ramadhan Bisa Batalkan Puasa? Berikut Hukumnya

Karena dehidrasi dapat menyebabkan disorientasi otak dan mengganggu kerja organ tubuh secara keseluruhan.

Rentan Penyakit Lambung

Resiko lain yang bisa terjadi jika kita menunda berbuka puasa adalah asam lambung yang meningkat.

Pasalnya, perut kita tidak terisi apa-apa selama lebih dari 10 jam, sehingga asam lambung bakal lebih lama mengenai dinding lambung daripada biasanya.

Hal ini akan menyebabkan nyeri pada lambung.

Jadi begitu waktu berbuka puasa tiba, segeralah minum air putih dan makan makanan berserat, seperti buah dan sayur.

Hipoglikemia

Resiko lainnya jika kita menunda berbuka puasa adalah terserang hipoglikemia atau menurunnya kadar gula darah.

Ketika kadar gula dalam tubuh rendah, beberapa sistem organ dalam tubuh bisa terganggu dan tak berfungsi dengan baik.

Dampaknya, fungsi otak pun dapat terganggu kalau tubuh tak segera mendapat asupan glukosa sebagai sumber energi dari makanan yang diolah oleh tubuh.

Beberapa gejala hipoglikemia antara lain merasa lemah, pusing, sulit berkonsentrasi, gemetar, aktivitas fisik terhambat, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Ilustrasi pusing
Ilustrasi pusing (Kompas.com)


Dampaknya, fungsi otak pun dapat terganggu kalau tubuh tak segera mendapat asupan glukosa sebagai sumber energi dari makanan yang diolah oleh tubuh.

Beberapa gejala hipoglikemia antara lain merasa lemah, pusing, sulit berkonsentrasi, gemetar, aktivitas fisik terhambat, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Baca: Simak Trik Diet Menurunkan Berat Badan selama Puasa Ramadan dengan Cara yang Sehat dan Tepat

Baca: Sengaja Mandi di Siang Hari Saat Ramadhan Bisa Batalkan Puasa? Berikut Hukumnya

Baca artikel lain mengenai tips seputar puasa di sini.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Bunga Pradipta Pertiwi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jangan Tunda Berbuka, Ini Resiko Gangguan Kesehatan yang Mengancam Jika Tak Segera Membatalkan Puasa





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved