Atresia Ani

Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir.


zoom-inlihat foto
melahirkan.jpg
Parenting.firstcry.com
Ilustrasi bayi baru lahir

Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir.

Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya terbentuk tidak sempurna.

Pada atresia ani, kelainan juga bisa terjadi di area tubuh yang lain seperti kelainan di organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin.

Umumnya dikategorikan sebagai berikut:

- Kelainan di tingkat bawah yakni berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.

- Kelainan di tingkat atas yaitu posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula merupakan terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.

- Lubang posterior atau kloaka yang persisten yakni kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Untuk penanganan atresia ani, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini.
Untuk penanganan atresia ani, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini. (Ben Kerckx /Pixabay)

Baca: Hiperhidrosis

  • Penyebab


Dalam kondisi normal, saluran kemih, lubang anus, dan kelamin akan terbentuk pada usia kehamilan delapan minggu melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin.

Namun, bila terjadi gangguan pada masa perkembangan janin tersebut, hal ini bisa memicu atresia ani.

Hingga saat ini, penyebab gangguan perkembangan ini belum diketahui secara pasti, tapi ahli menduga bahwa atresia ani disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.

Baca: Rubella

  • Gejala


Gejala-gejala atresia ani biasanya terlihat jelas setelah bayi lahir, antara lain:

- Bayi tidak memiliki lubang anal.

- Pada bayi perempuan, posisi lubang anal berada di tempat yang salah, seperti terlalu dekat dengan vagina.

- Bayi tidak buang air besar selama 24 sampai 48 jam pertama kehidupan.

- Feses keluar melalui tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.

- Perut bengkak.

  • Pengobatan


Untuk penanganan atresia ani, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, dokter akan mempertimbangkan prosedur yang akan dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan bayi.

Pada bayi yang tidak memiliki lubang anus, ia akan diberi asupan melalui infus.

Jika ada fistula (terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh) biasanya dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik.

Pada sebagian besar kasus lubang anus yang tertutup akan membutuhkan operasi secepatnya guna membentuk saluran pembuangan untuk kotoran.

Namun begitu, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh dalam panggul.

Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda sehingga risiko komplikasi juga semakin meningkat.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Gangguan Atresia Ani
Faktor Risiko Jenis kelamin
Memiliki cacat lahir lainnya
Gejala Bayi tidak memiliki lubang anal


Sumber :


1. www.halodoc.com


Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Pulau Bawean

    Pulau Bawean adalah sebuah pulau yang berada di
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved