Es Dawet Ayu Banjarnegara

Dawet dibuat dari rebusan tepung beras. Warna hijaunya diperoleh secara alami dari perasan daun pandan.


zoom-inlihat foto
Es-Dawet-Ayu-Banjarnegara-enak.jpg
Tribunnews.com
Dawet Ayu Banjarnegara yang segar manis menggoda, pas untuk melepas dahaga.

Dawet dibuat dari rebusan tepung beras. Warna hijaunya diperoleh secara alami dari perasan daun pandan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dawet Ayu adalah minuman tradisional khas dari Kabupaten Banjarnegara. 

Dawet ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Minuman yang satu dikenal hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Dilansir oleh Harian Kompas, sastrawan asal Banyumas Ahmad Tohari mengatakan bahwa penyebaran dawet ayu ke sejumlah daerah terjadi karena ada mobilisasi masyarakat Jawa Tengah pada 1980-an.

Orang-orang Banjarnegara dan Banyumas diduga membuat dawet di mana pun mereka tinggal. 

Dari sanalah kemudian dawet ayu Banjarnegara bisa terkenal. 

Penjualnya memang belum tentu dari Banjarnegara, tetapi namanya tetap dawet ayu khas Banjarnegara. 

Dawet dibuat dari rebusan tepung beras. 

Warna hijaunya diperoleh secara alami dari perasan daun pandan. 

Pemanisnya menggunakan gula kelapa, dan santannya alami dari perasan buah kelapa segar. (1)

Es Dawet Ayu disajikan di gelas
Es Dawet Ayu disajikan di gelas (https://www.instagram.com/es_dawet_ayu_semoga_jaya/)

  • Sejarah


Ada beberapa versi yang menjelaskan dan menerangkan tentang sejarah dan asal usul Dawet Ayu. 

Namun ini bukan menjadi masalah karena kalian tidak harus percaya dengan salah satu versi saja, kalian wajib banget mengedukasi diri kalian dengan pengetahuan baru yang tentunya bermanfaat.

Versi pertama datang dari kesenian Banjarnegara itu sendiri yakni lagu "Dawet Ayu Banjarnegara" yang dibuat oleh seniman dari Banjarnegara yang bernama Bono. 

Dalam lagu tersebut menceritakan tentang adik yang bertanya kepada kakaknya akan pergi piknik kemana dan dijawab oleh kakaknya bahwa mereka akan piknik ke Banjarnegara dan tidak lupa menikmati Dawet Ayu yang rasanya seger, dingin dan manis. 

Lagu ini dipopulerkan oleh seniman calung dan lawak Banyumas bernama ‘peang penjol’pada tahun 1970-1980-an. 

Sejak saat itu masyarakat lebih mengenal dawet asal Banjarnegara dengan sebutan Dawet Ayu.

Versi kedua datang dari seniman sastra Ahmad Tohari yang mengatakan bahwa nama Dawet Ayu berasal dari sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak abad 20-an yang memiliki wajah yang cantik sehingga sejak saat itu terkenal dengan sebutan dawet ayu.

Versi ketiga yang berasal dari tokoh Banjarnegara yang bernama Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu yang bercerita bahwa ada penjual dawet yang bernama Munardjo yang memiliki istri yang cantik sehingga dinamakan Dawet Ayu dan sekarang istrinya pun masih hidup. (2)

Baca: Tak Banyak yang Tahu, 4 Minuman Ini Ampuh Atasi Lemak yang Tertimbun di Perut

  • Bahan


Bahan untuk membuat dawet:

250 gr tepung beras

250 gr tepung tapioka

100 ml air sari daun pandan

600 ml air matang

es serut secukupnya

Bahan untuk membuat santan:

1 liter santan

3 lembar daun pandan

1/2 sdt garam

Bahan untuk membuat gula:

500 gr gula aren

50 gr gula pasir putih

250 ml air  (3)

  • Cara Pembuatan


1. Campurkan tepung beras, tepung tapioka, daun pandan serta air. Aduk rata. Direbus sampai mengental.

2. Masukan adonan yang sudah matang ke dalam cetakan dawet 

3. Rebus santan, daun pandan dan garam sampai mendidih sambil terus diaduk aduk supaya santannya tidak pecah. Kemudian diangkat dan dinginkan. 

4 Rebus air, gula merah serta gula putih hingga mendidih. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

5. Siapkan baskom berisi air dingin dan es batu

6. Cara menyajikan: siapkan gelas, lalu masukkan gula merah, dawet secukupnya,masukan es batu serut kemudian siram dengan kuah santannya. Untuk menambah aroma dan menambah cita rasa biasa juga ditambah dengan buah durian. Es dawet Ayu Banjarnegara siap disajikan. (4)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama makanan Es Dawet Ayu Banjarnegara
Asal Banjarnegara
Bahan Tepung dan Santan
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. tentangbanjarnegara.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved