TRIBUNNEWSWIKI.COM - Titik terang semakin terlihat atas kasus penyerangan Mabes Polri yang dilakukan oleh wanita berinisial ZA (25) pada Rabu (31/3/2021).
Dikutip dari Serambinews.com pada Minggu (4/4/2021), Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menangkap penjual senjata jenis airgun yang digunakan ZA saat beraksi di Mabes Polri, Jakarta beberapa waktu lalu.
Penjual senjata api tersebut bernama Muchsin Kamal alias Imam Muda.
Ia berhasil dibekuk di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh pada Kamis (1/4/2021).
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, yang dikonfirmasi Serambinews.com, siang hari ini membenarkan penangkapan tersebut
"Iya, ditangkap Kamis di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh," ungkap Winardy.
Tersangka pun langsung diterbangkan ke Jakarta.
Baca: Tembak Mati Pelaku Penyerangan di Mabes Polri, Polisi: Awalnya Ingin Melumpuhkan
"Langsung dibawa ke Jakarta, barang buktinya juga sudah diamankan semuanya ke Mabes," tambah Winardy.
Winardy juga menjelaskan belum diketahui pasti apakah tersangka memiliki kaitan dengan pelatihan militer di Jalin, Jantho beberapa waktu lalu.
"Informasi itu nggak dikasih Densus ke kita. Informasi yang kita terima dia cuma jual senjata ke ZA aja," bebernya.
Winardy menyebutkan, ada 23 pucuk senjata airgun yang diamankan dari tersangka dan langsung diboyong ke Jakarta bersama tersangka.
"Ada BB 23 item, senjata yang kayak dipegang ZA itu, ada 23 pucuk air gun, berbagai macam merk," pungkas Kombes Winardy.
Berdasarkan keterangan, ZA membeli airgun lewat Muchsin Kamal secara daring (online).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono menyebutkan tersangkan Muchsin Kamal akan tiba di Jakarta sore ini.
Sebelumnya, Polri mengonfirmasi bahwa jenis senjata yang digunakan ZA saat melakukan aksi teror di Mabes Polri yakni airgun berkaliber 4,5 milimeter.
Baca: Polisi Masih Terus Selidiki Misteri Senjata Airgun Milik ZA untuk Serang Mabes Polri
Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pelaku masuk ke area Mabes Polri melalui pintu belakang.
Kemudian berjalan mengarah ke pos penjagaan gerbang utama.
"Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadaan kantor pos," ujar Sigit, saat memberikan keterangan, Rabu malam.
Setelah ditunjukkan arah menuju kantor pos, ZA lantas pergi meninggalkan pos penjagaan.
Namun, ZA kembali dan menyerang polisi di pos jaga.