Tari Musyoh

Tari Musyoh adalah tarian yang berasal dari Papua. Tari Musyoh adalah tari tradisional Papua yang merupakan tarian sakral suku adat Papua yang bertujuan untuk menenangkan arwah suku adat papua yang meninggal karena kecelakaan.


zoom-inlihat foto
Tari-Musyoh.jpg
Kompas.com
Tari Musyoh

Tari Musyoh adalah tarian yang berasal dari Papua. Tari Musyoh adalah tari tradisional Papua yang merupakan tarian sakral suku adat Papua yang bertujuan untuk menenangkan arwah suku adat papua yang meninggal karena kecelakaan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Musyoh adalah tarian sakral yang berasal dari daerah Papua.

Disebut tarian sakral, sebab tari musyoh ini pada awalnya merupakan tarian melepas arwah bagi mereka yang meninggal akibat kecelakaan atau sebab tak terduga lainnya.

Suku adat Papua percaya bahwa jika ada yang meninggal dikarenakan kecelakaan, maka arwahnya belum tenang.

Sehingga tarian ini dilakukan untuk menenangkan arwah orang meninggal tersbut.

Tarian Musyoh juga sering dikenal sebagai tari pengusiran roh yang ada di Papua.

Seiring dengan berkembangnya zaman, tarian Musyoh juga sering dipertunjukan untuk penyambutan tamu.

Hal ini karena gerak dan irama tarian Musyoh memiliki energi.

Apabila tari Musyoh dilakukan untuk pengusiran arwah atau yang bertujuan sakral, maka yang menarikan adalah penari pria.

Tarian Musyroh yang ditujukan untuk menyambut tamu atau memberikan penghormatan kepada pendatang, maka yang menarikan adalah penari wanita. [1]

Baca: Tari Jaran Kepang

  • Sejarah


Sejarah tari Musyoh ialah pada jaman dahulu ada seorang suku adat daerah Papua yang meninggal dunia dikarenakan kecelakaan.

Masyarakat Papua berkeyakinan bahwa arwah dari orang yang sudah meninggal itu masih bergentayangan dan juga tidak tenang.

Pada akhirnya masyarakat papua dalam mengatasi hal tersebut, menciptakan suatu ritual yang berupa tari musyoh.

Tari musyoh sendiri juga disebut sebagai tarian pengusir roh orang yang sudah meninggal.

Namun seiring dengan perkembangan waktu tarian musyoh terus tumbuh dan berkembang, juga dilestarikan oleh masyarakat Papua.

Tarian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengusir roh namun juga digunakan sebagai penyambutan tamu.

Apabila tarian ini ingin digunakan sebagai pengusiran roh orang yang sudah meninggal maka para penarinya yaitu penari laki laki.

Berbeda jika digunakan untuk penyambutan para tamu, para penarinya yaitu penari laki-laki dan juga perempuan. [2]

Baca: Tari Poco-poco

  • Gerakan


Gerakan tari Musyoh identik dengan gerakan lincah dan energik seperti gerakan tombak dan tameng dan juga kadang-kadang tarian dengan ringan nada dan juga teriakna yang khas dalam tari Musyoh.

Gerak tari Musyoh dibawakan dengan gerak ritmis dan dinamis.

Untuk tujuan pengusiran arwah, gerakan tersebut dibarengi dengan teriakan atau sorakan khas Papua.

Namun, jika bertujuan untuk penyambutan tamu maka gerakan yang dibawakan harus lebih mudah agar dapat ditirukan oleh tamu yang datang atau masyarakat di luar penari.

Jika tari Musyroh dibawakan untuk pengusiran arwah, umumnya penari membawa panah dan perisai sebagai simbol pengusiran.

Jika tarian dibawakan dalam penyambutan tamu, penari akan membentuk lingkaran kemudian menyambut para tamu dengan mengalungkan kalung. [1]

Baca: Tari Merak

  • Busana


Busana yang digunakan para penari Musyoh terbilang sederhana.

Bahan pembuatan busana tari Musyoh yakni berasal dari olahan kombinasi antara kulit pohon dan akar tanaman.

Bahan tersbut lalu digunakna sebagai penutup keapala, baju atasan dan bawahan.

Terdapat coretan unik di tubuh penari sebagai ciri khas tari musyoh.

1. Penutup Kepala

Sebagai hiasan di kepala, para penari Musyoh menggunakan penutup kepala yang sengaja dibuat dari kulit pohon dan akar tanaman.

Hal ini semakin menguatkan akan bentuk kesederhanaan yang dimiliki oleh warga Papua pada masa itu.

Sebagai tambahan, biasanya pada penutup kepala juga bisa ditambahkan hiasan rumbai-rumbai sehingga menyerupai mahkota.

Bahannya sendiri sengaja dibuat dari buku burung kasuari dan warnanya harus putih. Selain menggunakan bulu burung tersebut, dapat juga menggunakan bulu burung kelinci.

2. Baju Atasan

Untuk baju atasannya sendiri, sedikit berbeda antara yang dipakai laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki biasanya lapisan baju sedikit tipis atau tidak menggunakan baju sama sekali.

Sedangkan perempuan memakai baju atasan seperti baju Kotang dengan warna yang bisa disesuaikan dan lapisannya lebih tebal.

3. Baju Bawahan

Untuk bawahan, penari laki-laki dan perempuan semuanya memakai bawahan yang juga terbuat dari dedaunan dan bentuknya seperti rumbai-rumbai.

Namun, seiring bertambahnya kecanggihan teknologi baju bawahannya digantikan dengan kain yang bentuknya bersuwir-suwir.

Satu set perlengkapan antara baju atasan dan bawahan biasa dikenal masyarakat luas dengan sebutan koteka rok rumbai.

4. Gelang

Gelang menjadi aksesoris tambahan yang disematkan pada tangan para penari.

Gelangnya pun cukup sederhana karena terbuat dari bahan yang alami.

5. Kalung

Sedangkan untuk kalung sendiri menggunakan bahan alami dari kulit pohon yang dibentuk menyerupai kalung.

Ada juga kalung yang dihiasi dengan menggunakan gigi anjing untuk dijadikan aksesoris tambahan bagi para penari.

Sedangkan untuk aksesoris berupa gigi babi biasanya digunakan pada lubang hidung.

6. Tombak

Tombak merupakan properti tambahan yang digunakan oleh para penari Musyoh agar terkesan lebih menantang dan sebagai bentuk perlawanan bila ada yang mengganggu ritual pengusiran roh.

7. Tameng

Sedangkan tameng sendiri, dipergunakan sebagai pelengkap dari tombak yang dibawa oleh para penari. []

Baca: Tari Lilin

  • Pengiring


Terdapat musik pengiring khas di tari Musyohu untuk memberikan kesan yang lebih ekspresif di dalam tarian.

Alat musik utama yang digunakan dalam tarian ini adalah tifa.

1. Tifa

Tifa merupakan jenis alat musik pukul yang bahannya terbuat dari kulit kayu dan rusa. Bunyi yang dihasilkan dari tifa ini berupa bunyi yang terkesan menghentak sehingga sangat cocok dengan gerakan tarian yang lincah seperti tari musyoh.

2. Teriakan Penari

Selain alat musik tifa, terdapat instrumen alami yang dihasilkan oleh para penari yakni dari teriakan mereka.

Teriakan para penari ini sangat menggelegar dan sanggup untuk memecah keheningan yang terjadi.

Dengan adanya suara teriakan ini, tarian yang dibawakan akan terkesan lebih teatrikal dan mengandung kesakralan.

Bagi masyarakat Papua, teriakan dimaknai dengan sumber kekuatan untuk mengekspresikan segala emosi yang terdapat dalam diri manusia. [3]

Baca: Tari Pendet

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Nama Tari Musyoh
Klasifikasi Tari Sakral
Jenis Tari Tradisional
Asal Papua
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. haloedukasi.com
3. www.selasar.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Raih Medali di Olimpiade Tokyo

    Presiden Jokowi turut mengunggah foto Windy saat berada
  • Link Live Streaming Bulu Tangkis

    Babak penyisihan grup bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020
  • Mutiara Rahma Putri

    Mutiara Rahma Putri adalah atlet Dayung berkebangsaan Indonesia
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved