Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - All England Open Badminton Championships merupakan kejuaraan bulutangkis tahunan tertua di dunia yang diadakan di Inggris.
Turnamen terbuka pertama di dunia diadakan di kota Guildford, Inggris pada tahun 1898, kemudian dilanjutkan pada tahun 1899 di Balai Hortikultura London.
Kala itu, nomor perlombaan baru ada tiga kategori, yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Adapun sektor tunggal putra dan tunggal putri baru diikutsertakan pada 1900.
Pada dua penyelenggaraan pertamanya, All England bernama "Badminton Association Tournament".
Kemudian pada tahun 1949, setelah penyelenggaraan Thomas Cup pertama, Federasi Bulutangkis Internasional meluncurkan kejuaraan resmi pertamanya.
Sementara All England dianggap sebagai Kejuaraan Bulutangkis Dunia saat itu.
All England sempat terhenti dua kali diselenggarakan dikarenakan Perang Dunia I (1915 - 1919) dan Perang Dunia II (1940 -1946).
Sejak tahun 1984, All England resmi mengikat sponsor eksklusif dengan raksasa perlengkapan bulu tangkis, Yonex.
Tak heran jika hingga saat ini nama Yonex selalu tersemat, bahkan ada dalam logo All England.
Melihat sejarah tersebut, All England tentu begitu prestisius karena tak banyak yang bisa bertanding di kategori Super 1000 sekaligus tertua di dunia.
Di sisi lain, nama-nama pebulu tangkis Indonesia juga akrab dengan prestasi di All England. (1)
Tempat Penyelenggaraan #
Sepanjang spenyelenggaraannya, urnamen All England sempat diadakan di beberapa tempat, hingga pada akhirnya kini berlangsung di Birmingham Arena, Birmingham.
Berikut sejumlah tempat yang menjadi saksi pelaksanaan All England.
1899–1901 Markas besar London Scottish Rifles, Gerbang Buckingham)
1902 Crystal Palace Central Transept, Sydenham Hill
1903–1909 Markas Besar London Rifles Brigade, Bunhill Row, Islington
1910–1939 Lindley Hall , Vincent Square, Westminster , London
1947–1949 Harringay Arena , Stadion London Utara, London Utara
1950–1956 Empress Hall, Earls Court
1957–1993 Wembley Arena, Wembley , London
1994-sekarang Arena Birmingham, Birmingham (2)
Prestasi Indonesia #
Indonesia tercatat mengantongi 48 titel dari 548 gelar juara yang sudah diraih para pebulu tangkis dari berbagai belahan dunia selama 110 kali penyelenggaraan All England.
Melansir laman berbeda, PB Djarum, jumlah tersebut masih di bawah Inggris, Denmark, dan China.
Inggris sejauh ini menjadi peraih gelar terbanyak dengan 189,5 titel. Setengah titel diraih Inggris lewat pasangan ganda yang dimainkan bersama wakil negara lain.
Sementara, Denmark mengoleksi 88 gelar dan China menjadi juara sebanyak 85 kali.
Legenda tunggal putra Indonesia, Rudy Hartono, masih menjadi pebulu tangkis Tanah Air dengan titel All England terbanyak.
Rudy mengoleksi delapan gelar di mana tujuh di antaranya diraih secara beruntun pada 1968-1974.
Selain Rudy Hartono, tunggal putra Indonesia yang pernah mencicipi gelar All England adalah Tan Joe Hok, Liem Swie King, Ardy B Wiranata, dan Hariyanto Arbi.
Sementara di nomor tunggal putri hanya Susy Susanti yang pernah membawa pulang titel All England.
Susy meraihnya pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994.
Beralih ke sektor ganda putri, Indonesia memiliki dua gelar dari pasangan Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah (1968) dan Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (1979).
Adapun empat ganda campuran Indonesia juga termasuk dalam daftar pemenang All England.
Mereka adalah Christian Hadinata/Imelda Wiguna, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Ganda putra paling banyak menyumbangkan gelar juara All England. Total 21 titel datang dari nomor tersebut.
Terakhir kali ganda putra Indonesia menjuarai All England adalah tahun 2019 lewat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Berikut daftar juara wakil Indonesia di All England:
Tunggal putra
Tan Joe Hoek (1959)
Rudy Hartono (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, 1976)
Liem Swie King (1978, 1979, 1981)
Ardy B Wiranata (1991)
Hariyanto Arbi (1993, 1994)
Tunggal putri
Susy Susanti (1990, 1991, 1993, 1994)
Ganda putra
Christian Hadinata/Ade Chandra (1972, 1973)
Tjun Tjun/Johan Wahjudi (1974, 1975, 1977, 1978, 1979, 1980)
Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono (1981, 1984)
Rudy Gunawan/Eddy Hartono (1992)
Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (1994)
Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1995, 1996)
Tony Gunawan/Candra Wijaya (1999)
Tony Gunawan/Halim Heryanto (2001)
Sigit Budiarto/Candra Wijaya (2003)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2014, 2019)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (2017, 2018)
Ganda putri
Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah (1968)
Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (1979)
Ganda campuran
Christian Hadinata/Imelda Wiguna (1979)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012, 2013, 2014)
Praveen Jordan/Debby Susanto (2016)
Praveen Jordan/Melati Daeava Oktavianti (2020) (3)
All England 2021 #
Indonesia tak dapat mengikuti pertandingan bulutangkis di All England 2021 karena diminta mundur.
Mundurnya Indonesia dari pertandingan Badminton itu diketahui karena adanya masalah dengan seorang penumpang pesawat yang diduga terkena Covid-19.
Melalui akun @badminton.ina, Tim Badminton Indonesia mengatakan jika saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu, terdapat seorang penumpang yang terkena Covid-19.
Hal itu menyebabkan seluruh atlet diminta untuk mundur dari pertandingan All England.
Meskipun saat dimintai keterangan, pihak Badminton World Federation (BFW) tak bisa memberikan keterangan yang lengkap.
"Baik dari BWF maupun Panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris,"
Alhasil, tim Indonesia harus menjalani isolasi mandiri 10 hari dan menarik diri dari pertandingan.
"Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari," tulis keterangan postingan @badminton.ina.
Meskipun demikian, seluruh tim Indonesia dalam keadaan sehat dan tak terpapar Covid-19.
"Namun dapat dipastikan, keadaan seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,"
Postingan @badminton.ina itu pun turut menyertakan video dari Ricky Soebagdja yang memberikan keterangan soal mundurnya Indonesia dari All England 2021.
"Yang pasti hari ini memang kabar yang sangat mengagetkan kita semua, tim Indonesia, dimana tadi saat di lapangan, tim All England menyampaikan langsung kepada Saya bahwa tim Indonesia harus menarik diri,"
Ricky menyebutkan jika permasalahan tersebut muncul dari pemerintah Inggris soal penanganan Covid-19.
Tim Indonesia harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari, sesuai dengan email yang didapatkan mereka dari pemerintah Inggris.
Padahal saat itu, atlet Indonesia masih sempat bermain.
Dua atlet yang bermain di lapangan sebelum akhirnya mundur dari pertandingan yakni Hendra dan Hasan.
"Hasil dari email tersebut menyatakan bahwa harus dilakukan isolasi 10 hari, otomatis memang tim yang sebagian atlet semua, otomatis tadi langsung, yang terakhir kali main tadi Hasan dan Hendra, setelah itu semua diantar oleh panitia langsung ke hotel dan harus isolasi di kamar masing-masing,"
Ricky dan tim Indonesia pun sempat bertanya letak permasalahan.
Namun BWF mengatakan tidak bisa berbuat banyak karena aturan datang langsung dari Pemerintah Inggris.
Ricky kemudian menyampaikan permasalahan tersebut ke KBRI soal tim bulutangkis Indonesia yang diminta mundur dari All England 2021.
"Kita sudah sampaikan tadi kebetulan meeting zoom dengan KBRI untuk menyampaikan atau menanyakan permasalahan yang kita alami,"
Dirinya pun mengatakan jika tim Indonesia sangat dirugikan dari peristiwa tersebut.
Tim Indonesia pun berharap jika para atlet masih bisa bermain setelah munculnya permasalahan dengan pemerintah Inggris.
Mundurnya Indonesia dari All England 2021 itu pun juga dicuitkan oleh akun Twitter @BadmintonTalk pada Kamis (18/3/2021).
BadmintonTalk mengatakan jika keputusan Indonesia tak ikut bertanding sudahlah final.
Hal itu dilihat dari surat resmi yang dikeluarkan BWF denga n pemerintah Inggris.
Dalam surat tersebut tertulis jika 'Seluruh Tim Indonesia Mundur dari Yonex All England 2021 Terkait Pelacakan Kontak Covid-19'.
Menurut BWF, seluruh tim Indonesia kini sudah dikonfirmasi untuk mundur dari ajang badminton tersebut.
Baca: Marcus Fernaldi Gideon
Baca: Kevin Sanjaya
"Tim Indonesia sudah dikontak oleh Pelayanan Tes dan Pelacakan Kesehatan Nasional Pemerintah Inggris dan diminta melakukan isolasi mandiri,"
Seluruh pemain dan tim dari Indonesia kemudian diminta untuk melakukan isolasi selama 10 hari.
Dari situ, tim Indonesia tak akan bisa mengikuti pertandingan All England 2021.
"Seluruh pemain dari Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi yang sudah digelar saat ini ataupun dalam turnamen selanjutnya,"
BadmintonTalk kemudian mengatakan jika keputusan BWF sudah final.
Warganet pun langsung melakukan penggerudukan kepada akun BWF di Instagram.
Mereka kompak mengatakan 'Unfair' atau tidak adil. (4)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/NIKEN)
| Nama | All England Open Badminton Championships |
|---|
| Nama lain | All England |
|---|
| Kategori | Turnamen bulutangkis dunia |
|---|
| Lokasi | Inggris |
|---|
Sumber :
1. www.allenglandbadminton.com
2. en.wikipedia.org
3. kompas.com/badminton/read/2021/03/14/18200088/sejarah-bulu-tangkis-indonesia-di-all-england-koleksi-48-gelar?page=all
4. www.tribunnewswiki.com