Kabupaten Buton Selatan

Kabupaten Buton Selatan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara


zoom-inlihat foto
Lambang-Kabupaten-Buton-Selatan.jpg
Wikimedia Commons
Lambang Kabupaten Buton Selatan

Kabupaten Buton Selatan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabupaten Buton Selatan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Buton Selatan adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Buton pada tahun 2014.

Memiliki tujuh kecamatan, Kabupaten Buton Selatan memiliki luas keseluruhan ±509,92 km2.

Secara geografis, kabupaten ini terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan pada 5o30’-6 o¬25’ LS dan membentang dari barat ke timur pada 122’,20o–122,46o BT.[1]

Baca: Kabupaten Deli Serdang

Baca: Kabupaten Bima

  • Sejarah #


Buton Selatan telah eksis sejak zaman Kerajaan dan Kesultanan Buton. Dalam Undang-Undang Martabat Tujuh (sekitar tahun 1610), yakni undang-undang Kesultanan Buton pada masa Sultan Buton ke-4, disebutkan daerah-daerah Kesultanan Buton.

Kesultanan Buton terdiri atas 72 kadie yang diduduki oleh 30 menteri dan 40 bobato.

Sementara sisanya menandakan kaum yang memegang pemerintahan di pusat.

Dari 70 bagian tersebut dibagi lagi menjadi dua bagian besar, yakni Pale Matanayo dan Pale Sukanayo.

Kesultanan Buton saat ini lebih dikenal dengan nama Kabupaten Buton. Kabupaten Buton adalah salah satu daerah Tingkat II Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan Ibu Kota Kabupaten terletak di Pasar Wajo.

Awalnya Kabupaten Buton dengan Ibu Kota Bau-Bau memiliki wilanyah pemerintahan adalah bekas Kerajaan Buton atau Kesultanan Buton yaitu meliputi sebagian wilayah Pulau Buton, sebagian wilayah Pulau Muna, sedikit bagian pulau Sulawesi serta pulau-pulau yang ada di bagian selatan Pulau Buton.

Sekarang dengan adanya pemekaran daerah, wilayah itu terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten, yaitu:

- Kota Bau-Bau
- Kabupaten Wakatobi
- Kabupaten Bombana
- Kabupaten Buton Selatan (Daerah Otonom Baru)
- Kabupaten Buton Tengah (Daerah Otonom Baru)

Kabupaten Buton Selatan merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan pusat pemerintahan terletak di Batauga sebagai ibu kota kabupaten.

Secara yuridis, Kabupaten Buton Selatan sebagai daerah otonomi resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014 Tanggal 23 Juli 2014 Tentang Pembentukan Kabupaten Buton Selatan di Propinsi Sulawesi Tenggara dan pelantikan Pejabat Bupati Buton Selatan oleh Menteri Dalam Negeri Tanggal 9 Oktober 2014.[2]

  • Geografi #


Wilayah Kabupaten Buton Selatan terletak di Kepulauan Buton, jazirah tenggara Pulau Sulawesi.

Secara geografis, terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan pada 5o30’-6 o¬25’ LS dan membentang dari Barat ke Timur pada 122’,20o–122,46o BT.

Secara administratif batas-batas Kabupaten Buton Selatan dapat dirinci sebagai berikut :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Betoambari, Kecamatan Sorawolio Kota Baubau dan Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores.

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Wabula dan Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton dan Laut Flores.

- Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Flores.

Kabupaten Buton Selatan memiliki wilayah keseluruhan ±509,92 km2 dengan daratan seluas ±348,00 km2 atau 34.800 Ha.

Di kabupaten ini ada 7 kecamatan, 60 desa, dan 10 kelurahan.[3]

  • Visi dan misi #


VISI

Terwujudnya Kabupaten Buton Selatan Sebagai Pusat Pertumbuhan Baru Melalui Optimalisasi Sumberdaya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri Dan Bermartabat

MISI

- Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar untuk menjamin mobilitas penduduk yang dinamis dalam Prinsip Pembangunan Berkelanjutan.

- Meningkatkan  Pembangunan Sumberdaya manuasia   Buton Selatan yang berkualitas dan berdaya saing.

- Meningkatkan kualitas Penyelenggaran Pemerintahan yang efektif dan efesien.

- Mengembangkan Perekonomian Masyarakat yang berbasis potensi lokal daerah dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

- Mengembangkan Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Tatanan Kehidupan Sosial Kemasyarakat dan Pariwisata[4]

  • Lambang #


Lambang

Lambang Kabupaten Buton Selatan
Lambang Kabupaten Buton Selatan

Bentuk dasar dari lambang daerah Buton Selatan adalah simbol bentuk jantung, melambangkan bahwa isi dari pada lambang ini tertanam dan bersumber dari hati rakyat Buton Selatan yang cinta akan kebersamaan dan gotong royong. Lambang daerah Busel dijiwai oleh pancasila sebagai ideologi NKRI, yang terpampang jelas dalam wujud kesucian.

- Bintang segi lima berwarna emas : Dengan jiwa pancasila hendaknya dalam menggapai cita-cita, usaha untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dengan memohon ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

- Padi dan kapas : Wujud kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Buton Selatan, baik sandang maupun pangan.

- Lambang kapas : Menunjukan cita-cita tercukupinya kebutuhan sandang, gambar kapas yang berjumlah 16 kapas, menandakan Kabupaten Buton Selatan sebagai daerah Otonomi baru yang dimuat dalam Undang-undang No. 16 Tahun 2014.

- Lambang Padi : Menunjukan cita-cita tercukupinya kebutuhan pangan untuk seluruh lapisan masyarakat Buton Selatan

- Gambar biji padi yang berjumlah 24 menandakan bahwa pada tanggal 24 Juni 2014, disahkanya Kabupaten Buton Selatan sebagai daerah Otonomi baru.

- Gambar benteng : Pertahanan Kesultanan Buton pada wilayah Batauga, Siompu dan sekitarnya, menggambarkan bahwa sejarah Kesultanan Buton, benteng merupakan pertahanan wilayah yang sangat penting keberadaanya. Hal ini menggambarkan wujud pertahanan masyarakat Buton Selatan atas berbagai macam ancaman baik ancaman keamanan, ekonomi, sosial, budaya dan politik yang bertentangan dengan falsafah masyarakat Buton selatan. 6 (enam) undakan dalambenteng diartikan sebagai Bulan ke 6 (Juni) dalam kalender masehi yaitu pada bulan Juni sebagai bulan terbentuknya Kabupaten Buton Selatan sebagai daerah otonomi baru.

- Gambar Perahu layar : Masyarakat Buton Selatan sebagai pelaut ulung dalam mengarungi samudra sedang warna biru laut yang dinamis, memberikan makna akan sifat kemaritiman dari Masyarakat Buton Selatan yang sangat terkenal sejak dahulu hingga sekarang ini. Serta gambar layar perahu berwarna putih melambangkan ketulusan dalam setiap perjuangan demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Disamping itu juga laut merupakan kekayaan alam, disekitarnya merupakan modal besar dalam usaha mendatangkan kemakmuran di daerah Buton Selatan.

- Lingkaran Merah dan Putih : Lambang ikatan/pemersatu jiwa berani dan suci bagi masyarakat Buton Selatan, sehingga dengan adanya satu ikatan yang suci ini dapat mempersatukan seluruh komponen yang ada di Kabupaten Buton Selatan.[5]

  • Daftar bupati #


1. Drs. La Ode Mustari, M.Si. (9 Oktober 2014–9 Oktober 2015) [Penjabat bupati]

2. H. M. Faisal Laimu, S.E., M.Si. (9 Oktober 2015–20 September 2016) [Penjabat bupati]

3. Dr. Ir. H. Ila Ladamay, M.Si. (20 September 2016–20 Oktober 2016) [Pelaksana harian], (21 Oktober 2016–21 Mei 2017) [Penjabat bupati]

4. Agus Feisal Hidayat, S.Sos., M.Si. (22 Mei 2017–25 Mei 2018) [Bupati definitif]

5. H. La Ode Arusani (25 Mei 2018–) [Pelaksana tugas (plt.) bupati]

 

 

 

  • Kontak #


Alamat: Laompo, Batauga, Buton Regency, South East Sulawesi 93752

Website: https://butonselatankab.go.id/

(Tribunnewswiki/Tyo)



Informasi
Kabupaten Buton Selatan
Provinsi Sulawesi Tenggara
Luas 509,92 km2
Dibentuk 2014


Sumber :


1. butonselatankab.go.id
2. id.wikipedia.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved