Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Merawat gigi sedari dini sangat penting, apalagi bagi bayi dan anak-anak.
Hal ini karena gigi diperlukan untuk tumbuh kembang mereka.
Gigi pada bayi atau anak bermanfaat untuk mengunyah makanan.
Selain itu, gigi juga merupakan salah satu komponen penting untuk berbicara.
Gangguan pada gigi bayi atau anak dapat mengakibatkan infeksi serta nyeri yang menyebabkan gangguan pada perkembangan bicara dan makan yang dapat berdampak pada berat badan yang kurang dan tidak lincah, tidak seperti anak pada umumnya.
Penyebab gangguan pada gigi bayi dan anak ada berbagai macam.
Namun, kebanyakan kasus penyakit baby bottle tooth decay bisa dicegah.
Tooth decay atau pembusukan gigi pada bayi atau anak yang masih kecil disebut juga sebagai baby bottle tooth decay, karena sering terjadi pada bayi atau anak yang menggunakan dot atau botol bayi.
Penyakit ini terjadi ketika ada cairan yang manis atau yang mengandung gula menempel di gigi bayi atau anak dalam waktu yang lama.
Jenis-jenis makanan yang mengandung gula dapat beragam, misalnya susu, jus buah, minuman bersoda, sisa permen ataupun manisan.
Kejadian ini meningkat pada bayi atau anak yang diberikan susu pada jam tidur, karena pada saat tidur produksi air liur (saliva) berkurang, sehingga sisa-sisa gula akan menempel lama pada gigi.
Menempelnya sisa-sisa gula ini merangsang bakteri di mulut berkembang biak dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.
Biasanya, pembusukan gigi terjadi pada gigi atas bagian depan, tetapi dapat juga terjadi pada gigi lainnya.
Baca: Rubella
Penyebab #
Penyebab baby bottle tooth decay adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri yang ada di dalam mulut bayi.
Bakteri ini merupakan bakteri penghasil asam yang akan melarutkan bagian luar gigi yang menyebabkan pembusukan pada gigi bayi atau anak jika terdapat banyak sisa-sisa gula yang menempel.
Baca: Sindrom Turner
Gejala #
Tanda awal dari pembusukan gigi biasanya adalah adanya titik atau tanda putih atau kekuningan pada gigi depan atas.
Pada tahap yang sangat dini, tanda ini biasanya hanya dapat dilihat oleh dokter gigi pada saat pemeriksaan rutin.
Jika tidak diterapi dan dicegah lebih lanjut, maka kondisi ini akan makin berat dan meluas yang akan timbul gejala:
- Gigi bayi atau anak berubah warna menjadi kekuningan, cokelat, ataupun hitam.
- Gigi bayi atau anak tampak memendek atau mengecil.
- Gusi membengkak.
- Gigi mudah lepas atau patah.
- Anak menjadi sulit makan.
- Bau mulut yang tidak sedap.
- Terdapat tanda infeksi, seperti anak menjadi rewel dan demam.
Pengobatan #
Terapi pada penyakit ini bergantung pada tingkat keparahan pembusukan gigi.
Pada kondisi ringan, gigi dapat dibersihkan dan kerusakan gigi dapat ditambal. Selain itu, suplemen fluoride juga dapat diberikan.
Pada kondisi yang lebih berat, dapat dilakukan tindakan, seperti pemasangan crown atau pencabutan gigi.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
| Informasi |
|---|
| Gangguan | Baby Bottle Tooth Decay |
|---|
| Faktor Risiko | Bayi atau anak yang menggunakan pacifier (empeng) |
|---|
| Mengonsumsi susu atau minuman mengandung gula sebelum tidur atau pada malam hari saat waktu tidur |
| Gejala | Gigi bayi atau anak berubah warna menjadi kekuningan, cokelat, ataupun hitam |
|---|