Meski Punya Rudal Supersonik untuk Gempur China, Militer Filipina Masih Kalah Jauh dari Tiongkok

Filipina Beli Rudal Tercepat di Dunia untuk Serang China, Sayang Belum Ada Apa-apanya Dibanding Tiongkok


zoom-inlihat foto
rudal-brahmos-buatan-india-rusia.jpg
Wikimedia Commons/One Half 3544 via The Diplomat
Rudal BrahMos buatan India-Rusia


Rudal jenis ini didesain untuk bisa menyerang target baik di darat, laut, maupun kapal, seperti diberitakan Kompas.com.

Rudal itu dilaporkan bisa melaju hingga enam kali kecepatan suara, dan terbang sejauh 965 km, di mana bisa menghantam target dalam tujuh menit.

Poseidon

FOTO INI HANYA ILUSTRASI ---- (FILES) Dalam foto ini, foto yang diambil pada 12 Mei 2015, ICMB nuklir Titan II yang tidak aktif terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan pada 12 Mei 2015 di Green Valley, Arizona. Ilmuwan AS terkemuka meminta Presiden Donald Trump pada 16 Juli 2020, tidak melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan mengatakan tes semacam itu akan meningkatkan risiko perang nuklir. Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada peringatan 75 tahun uji bom atom pertama di dunia pada tahun 1945, sekitar 70 ilmuwan, termasuk setengah lusin penerima Hadiah Nobel, mempertanyakan kemungkinan rencana administrasi Trump untuk mengakhiri moratorium pengujian selama 28 tahun.
FOTO INI HANYA ILUSTRASI ---- (FILES) Dalam foto ini, foto yang diambil pada 12 Mei 2015, ICMB nuklir Titan II yang tidak aktif terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan pada 12 Mei 2015 di Green Valley, Arizona. Ilmuwan AS terkemuka meminta Presiden Donald Trump pada 16 Juli 2020, tidak melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan mengatakan tes semacam itu akan meningkatkan risiko perang nuklir. Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada peringatan 75 tahun uji bom atom pertama di dunia pada tahun 1945, sekitar 70 ilmuwan, termasuk setengah lusin penerima Hadiah Nobel, mempertanyakan kemungkinan rencana administrasi Trump untuk mengakhiri moratorium pengujian selama 28 tahun. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Baca: Di Tengah Ketegangan dengan China, India Minta Rusia Percepat Pengiriman Rudal dan Jet Tempur

Berbeda dengan Zircon, Poseidon berbentuk drone bawah laut.

Senjata Rusia ini memiliki hulu ledak nuklir.

Musim gugur mendatang, yang jatuh sekitar September, Rusia akan menguji Poseidon di perairan Kutub Utara.

Drone bawah laut bertenaga nuklir itu akan diluncurkan dari kapal selam Belgorod.

Tak salah jika Amerika menganggap senjata ini mengerikan.

Drone berbentuk torpedo milik Rusia itu mampu membawa hulu ledak nuklir hingga dua megaton.

Bahkan, analis menyebut Poseidon sebagai 'Senjata Nuklir Hari Kiamat.'

Sementara daya jelajah Poseidon bisa menjangkau 10.000 kilometer.

Artinya, jika Poseidon meluncur dari Laut Barents atau perairan lain di Kutub Utara, drone bawah air tersebut bisa melintasi Atlantik Utara.

Jika diledakkan di lepas pantai timur Amerika Serikat (AS), hulu ledak nuklir yang Poseidon bawa bisa menciptakan gelombang tsunami setinggi puluhan meter.

Belum lagi ditambah kerusakan yang diakibatkan ledakan nuklir itu sendiri.

Baca: China Marah dan Minta Amerika Serikat Menghentikan Aksi Provokatifnya di Laut Cina Selatan

Burevestnik

Burevestnik merupakan rudal jelajah yang juga dimiliki oleh Rusia.

Burevestnik tak kalah menakutkan dari dua senjata sebelumnya.

Pasalnya, senjata ini juga memiliki hulu ledak nuklir.

Rudal Bawah Tanah Iran

(COMBO) Kombinasi pengambilan gambar ini dari rekaman yang diperoleh dari IRIB TV Negara Iran pada 29 Juli 2020, dilaporkan menunjukkan rudal balistik yang diluncurkan oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) selama hari terakhir latihan militer di dekat perairan Teluk yang sensitif. Peluncuran itu terjadi sehari setelah Pengawal menyerang mock-up kapal induk AS dengan tembakan rudal di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk seperlima dari produksi minyak dunia.
(COMBO) Kombinasi pengambilan gambar ini dari rekaman yang diperoleh dari IRIB TV Negara Iran pada 29 Juli 2020, dilaporkan menunjukkan rudal balistik yang diluncurkan oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) selama hari terakhir latihan militer di dekat perairan Teluk yang sensitif. Peluncuran itu terjadi sehari setelah Pengawal menyerang mock-up kapal induk AS dengan tembakan rudal di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk seperlima dari produksi minyak dunia. (BADAN BERITA IRIB / AFP)

Baca: Dua Jet Tempur AS Pepet Pesawat Komersial Iran, Penumpang Alami Luka-luka

Iran juga menjadi negara yang turut unjuk gigi kekuatan rudal.

Mereka telah meluncurkan rudal balistik dari dalam tanah, Rabu (29/7/2020).

Hari itu merupakan hari terakhir latihan militer di dekat perairan Teluk.

Elit Pengawal Revolusi Irn mengklaim

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari Al Jazeera, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan uji coba semacam ini menjadi yang pertama kali di dunia.

Baca: Ketegangan Diplomatik Meninggi, China dan Rusia Kompak Sebut AS sebagai Biang Kisruh di Negara Lain

Mereka menyebut uji coba ini menjadi prestasi penting yang akan menimbulkan tantangan serius bagi intelijen musuh.

Pasalnya, rudal bawah tanah tersamarkan dengan rapi alias tak diketahui pasti letaknya.

IRGC mengatakan mereka juga merilis bom dari jet tempur Sukhoi Su-22 untuk menargetkan posisi yang telah ditentukan di Pulau Bani Farur di perairan teritorial Iran.

"Peluncuran ini dilakukan tanpa platform dan peralatan biasa," kata kepala dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh di televisi pemerintah.

"Rudal yang terkubur tiba-tiba merobek tanah dan mengenai sasaran mereka dengan tepat," katanya, dan menambahkan lagi ini terjadi untuk pertama kalinya di dunia".

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin, Intisari Online)





Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved