Ridwan Kamil Terseret Konflik Partai Demokrat, Disebut Bakal Diajukan sebagai Ketum oleh Kubu KLB

Kubu KLB Partai Demokrat disebut-sebut memasukkan nama Ridwan Kamil sebagai bakal calon Ketum


zoom-inlihat foto
ridwan-kamil-saat-penyerahan-berkas-dokumen-daerah-otonomi-baru.jpg
Dok Humas Pemkab Bogor
ILUSTRASI Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut terseret dalam isu kudeta di Partai Demokrat --- FOTO: Penyerahan berkas dokumen Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat dilakukan secara simbolis kepada Ditjen Otda di Ponpes Asaefurrohim Sulaimaniyah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (15/12/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut terseret dalam isu kudeta di Partai Demokrat.

Kang Emil, sapaan akrabnya, disebut-sebut bakal diajukan sebagai kandidat ketua umum oleh kubu pro kongres luar biasa (KLB).

Terkait kabar ini, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyuwijaya angkat bicara.

Asep masih berkeyakinan Ridwan Kamil tak akan mau masuk pusaran konflik internal Partai Demokrat.

"Kalau saya secara pribadi, yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak mungkin Kang RK mau masuk ke dalam pusaran tetabuhan para politisi liar itu. Kenapa mereka jadi semakin kerasukan saja ya," ucap Asep saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Rabu (3/3/2021).

Dirinya juga menyinggung ketika Kang Emil menolak tawaran untuk menjadi pengurus Partai Golkar.

Kala itu dirinya memilih untuk fokus mengurus Jabar.

Baca: Ada 1000 Kasus Baru Covid-19 di Jawa Barat, Ridwan Kamil Tambah 3000 Ruang Isolasi

Baca: Dipecat, Jhoni Allen Tegaskan SBY Bukan Pendiri Demokrat, Cuma Sumbang Rp 100 Juta saat Pemilu 2004

ILUSTRASI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada besok Jumat 20 November 2020.
ILUSTRASI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada besok Jumat 20 November 2020. (Tangkap Layar YouTube Kompas TV)

"Saya denger Kang RK (Ridwan Kamil) itu ditawarin jadi pimpinan partai di Jabar saja enggak mau, apalagi di fait acompli. Jadi, Insya Allah, saya yakin Kang Emil tidak akan terjebak," ujarnya.

Sebelumnya, salah satu pendiri Partai Demokrat, Darmizal mengungkapkan, sudah ada banyak nama yang diwacanakan untuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam daftar yang ia sebut, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko termasuk satu di antaranya.

Selain itu, ada pula nama Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Gubernur Jabar Ridwan Kamil hingga Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor, Gubernur Kaltim. Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," ujar Darmizal.

Jhoni Allen Tuding SBY Rekayasa Kongres Partai Demokrat Biar AHY Bisa Jadi Ketum

Mantan kader Demokrat, Jhoni Allen Marbun yang telah dipecat dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini beda versi SBY dan Jhoni Allen soal pendirian Partai Demokrat, Jhoni singgung SBY hanya menyumbang Rp100 juta.
Mantan kader Demokrat, Jhoni Allen Marbun yang telah dipecat dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini beda versi SBY dan Jhoni Allen soal pendirian Partai Demokrat, Jhoni singgung SBY hanya menyumbang Rp100 juta. (Kolase Tribunnews)

Diberitakan sebelumnya, mantan kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun juga angkat bicara soal konflik di tubuh Partai Demokrat.

Dia menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sengaja merekayasa kongres Partai Demokrat 2020.

Hal itu ia sampaikan setelah dirinya dipecat dari Partai Demokrat, lantaran diduga terlibat kudeta Partai Demokrat.

Menurut Jhoni Allen, hal itu dilakukan SBY untuk memuluskan jalan Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) jadi ketua umum.

Tak hanya Kongres V.

Kongres IV Surabaya pada 2018 juga tak luput dari rekayasa SBY, klaim Jhoni Allen.

"Pada Kongres keempat 2018 di Surabaya, SBY merekayasa jalannya kongres agar dia menjadi calon tunggal sebagai Ketua Umum Partai Demokrat."

"Inilah bentuk pengingkaran janjinya terhadap dirinya sendiri dan para kader Demokrat di seluruh tanah air," ungkap Jhoni Allen Marbun dalam video, dikutip Tribunnews.com, Selasa (2/3/2021).

Baca: Dipecat, Jhoni Allen Tegaskan SBY Bukan Pendiri Demokrat, Cuma Sumbang Rp 100 Juta saat Pemilu 2004

PRESIDEN KE-5 RI, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.
PRESIDEN KE-5 RI, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Selanjutnya, pada Kongres kelima 2020 di Senayan, Jakarta, kembali SBY merekayasa tata cara kongres tidak sesuai bagaimana mestinya."

"Pembahasan dan penetapan tata tertib acara tidak dilakukan, dimana salah satu isinya membahas syarat dan tata cara pemilihan ketua umum."

"Selain itu, tidak ada laporan pertanggung jawaban dari ketua umum SBY," imbuh dia.

Selanjutnya barulah SBY merancang jalan AHY menuju ketua umum.

"Selanjutnya, SBY mendesain ketua-ketua DPD seluruh Indonesia untuk men-declare AHY menjadi ketua umum. Itulah yang mereka sebut aklamasi," katanya.

Karena hal itu, Jhoni menyebut AHY sampai dipuncak Demokrat tanpa pernah mendaki.

Baca: Partai Demokrat Panas, 2 Ketua DPC Dipecat karena Dukung KLB, Eks Wasekjen Pertanyakan Maksud SBY

Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato dalam Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANY resmi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 setelah dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato dalam Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANY resmi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 setelah dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Lebih lanjut, dirinya menyebut Partai Demokrat tengah mengalami krisis kepemimpinan.

"Maka, hanya AHY berada di puncak gunung, tapi tidak pernah mendaki."

"Oleh sebab itu, AHY selaku ketua umum tidak tahu cara turun gunung, sehingga bapaknya, SBY, yang saya hormati, menjadi turun gunung."

"Inilah yang disebut krisis kepemimpinan," tandasnya.

Sebelumnya, AHY Terpilih secara aklamasi.

Keputusan tersebut diambil setelah sidang paripurna melakukan verifikasi dan menyatakan AHY memenuhi persyaratan menjadi ketua umum dalam Kongres V Partai Demokrat 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (14/3/2020).

Diberitakan Serambinews.com, saat melampirkan formulir pendaftaran calon ketua umum, AHY telah mendapat dukungan 93 persen suara dari DPD maupun DPC.

Dukungan mayoritas itu secara otomatis memuluskan AHY menjadi calon ketua umum yang sebelumnya diemban SBY.

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved