TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebentar lagi umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan 1442 Hijriah.
Pada bulan suci ini umat muslim akan menjalankan ibadah puasa.
Puasa dilakukan sejak terbitnya fajar hingga matahari tenggelam.
Selama waktu itu kita tidak hanya sekedar menahan rasa lapar dan haus.
Namun puasa berarti menahan diri dari godaan hawa nafsu, seperti menahan amarah dan birahi.
Dengan berpuasa, umat muslim diharapkan bisa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Perlu diketahui, puasa juga dikenal bukan hanya umat muslim saja, tetapi juga di dunia kesehatan.
Beberapa pakar kesehatan dan komunitas kesehatan juga meyakini manfaat puasa bagi kesehatan.
Dikutip Tribunnews.com dari Lifehack, Nathan Hewitt yang merupakan pakar diet dari Inggris menjelaskan berbagai manfaat berpuasa.
Baca: Jelang Ramadhan 2021, Apakah Mimpi Basah di Siang Hari Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasannya
Baca: Mengenal Padusan, Tradisi Mensucikan Diri Masyarakat Jawa Jelang Bulan Suci Ramadhan
Berikut manfaat puasa yang mungkin belum kamu ketahui yang Tribunnewswiki rangkum dari Lifehack:
1. Menurunkan berat badan
Berpuasa bisa jadi cara aman untuk menurunkan berat badan.
Banyak riset yang menunjukkan puasa intermiten (puasa yang dilakukan secara berkala) dapat membuat tubuh untuk membakar sel-sel lemak lebih efektif dari diet biasa.
Puasa intermiten memungkinkan tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber utama energi, bukan gula.
Bahkan, kini banyak atlet yang menggunakan puasa sebagai sarana untuk mengurangi lemak tubuh ketika menghadapi kompetisi.
2. Meningkatkan sistem imun
Puasa dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Dengan berpuasa, tubuh dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh, dan mencegah pembentukan sel kanker.
Di alam liar, jika hewan sedang sakit, maka merak berhenti makan dan fokus untuk beristirahat.
Baca: Kapan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2021? Berikut Kalender Islam 1442 Hijriyah yang Terbaru
Baca: Apakah Tidur saat Puasa Ramadan adalah Ibadah dan Dapat Pahala? Ini Penjelasan dan Anjurannya
Hal itu merupakan naluri primitif untuk mengurangi stres pada sistem tubuh mereka dan tubuh dapat melawan infeksi.
3. Meningkatkan sensivitas insulin
Puasa terbukti memiliki efek positif pasa sensitivitas insulin.
Hal tersebut memungkinkan tubuh untuk mentoleransi gula (karbohidrat) lebih baik.
Sebuah penelitian menyebutkan, setelah periode berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam "menginfokan" sel untuk membawa glukosa dari darah.
4. Meningkatkan metabolisme
Berpuasa membuah sistem pencernaan beristirahat.
Hal tersebut dapat memberikan energi pada metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien.
Jika sistem pencernaan buruk, maka kondisi itu dapat memengaruhi kemampuan untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak.
Puasa pun dapat mengatur pencernaan dan meningkatkan fungsi usus yang sehat.
Dengan pencernaan yang sehat, metabolisme tubuh juga akan meningkat.
Baca: Menjelang Bulan Ramadan, Ini Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan dan Doa Berbuka Puasa
5. Mengatur hormon rasa lapar
Jika ada pertanyaan, bisakah kita benar-benar mengalami rasa lapar jika kita makan setiap 3-4 jam?
Jawabannya tentu saja tidak bisa.
Bahkan, untuk mengalami rasa kelaparan yang sebenarnya, tubuh kita harus membutuhkan waktu 12-24 jam.
Puasa dapat membantu mengatur hormon dalam tubuh sehingga kita benar-benar merasa lapar.
Mereka yang memiliki berat badan lebih tidak menerima sinyal yang tepat tentang rasa lapar. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki pola makan yang berlebihan.
Semakin lama kita berpuasa, semakin banyak tubuh kita dapat mengatur dirinya sendiri untuk melepaskan hormon yang tepat. Dengan cara ini, kita mampu merasakan rasa lapar yang sebenarnya.
6. Memperbaiki pola makan
Puasa sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita gangguan makan berlebihan.
Dengan berpuasa, mereka yang mempunyai pola makan tidak teratur akan mulai mengatur pola makannya.
Bagi siapa saja yang ingin mencegah nafsu makan berlebihan, kamu dapat menetapkan waktu di mana kita dapat mengonsuimsi sejumlah harian kalori dalam satu kali waktu.
Setelah itu, kita harus menahan nafsu makan sampai hari berikutnya.
7. Menigkatkan fungsi otak
Puasa telah terbukti dapat meningkatkan fungsi otak, karena meningkatkan produksi protein yang disebun brain-derived neurotrophic factor (BDNF).
BDNF mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru dan memicu banyak bahan kimia lain yang meningkatkan kesehatan saraf.
Protein tersebut juga melindungi sel-sel otak kita dari perubahan terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson.
(TribunnewsWiki.com/RAK, Tribunnews.com/Renald)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh, Turunkan Berat Badan hingga Tingkatkan Fungsi Otak"