Sama-sama sebagai Penulis, Apa Sebenarnya Perbedaan Profesi Content Writer dan Copywriter?

ada tiga hal mendasar yang membedakan kedua posisi ini, yaitu tujuan penulisan, media yang dipakai, dan gaya menulisnya.


zoom-inlihat foto
copywriter-dan-contentwriter.jpg
freepik.com
Sering dianggap sama, apa bedanya copywriter dan content writer?


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan teknologi membuat dunia kerja juga semakin berkembang.

Banyak profesi-profesi baru yang muncul dan dibutuhkan oleh perusahaan, termasuk copywriter.

Banyak yang mengira bahwa posisi copywriter sama dengan content writer.

Kedua posisi ini memang sama-sama berhubungan dengan tulis-menulis.

Eits, walaupun begitu keduanya memiliki perbedaan loh.

Mengutip dari berbagai sumber, ada tiga hal mendasar yang membedakan kedua posisi ini, yaitu tujuan penulisan, media yang dipakai, dan gaya menulisnya.

Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah jenis tulisannya.

Tulisan yang dihasilkan oleh content writer bersifat informatif, sedangkan seorang copywriter harus bisa menghasilkan tulisan yang persuasif.

Kedua posisi ini biasanya digeluti oleh anak-anak muda yang senang berpikir kreatif dan memiliki pengetahuan luas.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 November: Penulis Rusia Fyodor Dostoevsky Dijatuhi Hukuman Mati

Baca: 5 Fakta Menarik dari Film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Menurut Penulis Buku dan Para Pemerannya

1.       Copywriter

Menurut Oxford Dictionary, makna copywriter sendiri adalah seseorang yang menulis untuk kebutuhan iklan atau materi publisitasa.

Jenis tulisan yang dihasilkan oleh copywriter bertujuan untuk komersial.

Konten yang ditulis oleh seorang copywriter bertujuan untuk mendapat feedback langsung dari para pembacanya.

Biasanya, copywriting digunakan untuk menarik pembeli atau untuk melakukan campaign mengenai produk tersebut.

Secara singkat, tujuan dari copywriting adalah untuk melakukan promosi guna mendapatkan engagement dari audiensnya.

Di era serba digital seperti sekarang ini, hampir semua perusahaan membutuhkan seorang copywriter untuk mempromosikan produk barang atau jasa mereka.

Platform yang digunakan sebagai media dari kegiatan copywriting ini adalah website,media sosial, billboard, web banner, email campaign, social media ads, poster, hingga iklan di televisi.

Tidak hanya itu, radio dan podcast juga termasuk media dari copywriter.

Gaya tulisan dari copywriting biasanya pendek, seperti headline, tagline, hingga slogan.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi posisi copywriter.

Seorang copywriter dituntut untuk menjadi kreatif dalam memainkan kata-kata dalam jumlah yang terbatas demi menarik perhatian konsumen.

Kata-kata yang dihasilkan oleh copywriter bertujuan agar mudah diingat oleh audiens.

Maka dari itu, penting bagi seorang copywriter memiliki pengetahuan yang luas.

Untuk dapat menghasilkan konten yang sesuai dengan target, copywriter harus benar-benar memahami untuk siapa konten tersebut dibuat.

Baca: Waspada Rambut Rontok Jadi Gejala Long Covid-19 pada Pasien Parah, Ini Kata Peneliti

Baca: Simak Yuk, Begini Tips Pakai Warna Gelap untuk Dekorasi Ruangan

1.       Content Writer

Sementara seorang content writer memiliki gaya tulisan yang panjang dan detail.

Tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh seorang content writer juga harus memenuhi kaidah jurnalistik dasar, yaitu 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, dan How). Seorang content writer harus memiliki kemampuan menulis yang baik dan mampu melakukan riset.

Riset yang dilakukan adalah seputar hal-hal relevan yang sedang menjadi tren di masyarakat.

Dari riset tersebut kemudian diolah menjadi tulisan yang informatif oleh content writer.

Walaupun begitu, seorang content writer juga harus bisa menghasilkan tulisan persuasif, yang dapat menarik para pembacanya.

Platform yang biasanya digunakan sebagai media content writer adalah blog, website, majalah, dan media informatif lainnya.

Perbedaan-perbedaan ini lantas tidak membuat tugas seorang content writer lebih mudah dari copywriter.

Content writer juga dituntut untuk membuat konten yang relevan dan membuat website lebih mudah muncul dalam mesin pencarian.

Dalam membuat tulisan, content writer harus mengoptimalkan penggunaan kata kunci atau keyword agar dapat bersaing dengan kompetitor lain di mesin pencari.

Maka dari itu, SEO (Search Engine Optimization) menjadi salah satu hal yang harus dikuasai oleh content writer.

Selain menulis konten untuk website perusahaan, content writer juga kadang ditugaskan untuk mengelola konten media sosial perusahaan dan bekerja sama dengan desain grafis.

Baca: Tips Dekorasi Kamar Agar Tampak Luas

Baca: Punya Celana Jeans tapi Kebesaran? Ini 5 Tips Mengecilkannya

(TribunnewsWiki.com/Niken)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved