TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi korban pembobolan ATM.
Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia ( BRI) di Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kehilangan uang secara misterius di dalam rekeningnya.
Saat ini kasus tersebut masih dilakukan investigasi secara internal untuk mengungkap dugaan pembobolan rekening itu.
Asisten Manajer Operasional Kantor BRI Cabang Bojonegoro, Lusujiana, mengatakan, jumlah nasabah yang telah melaporkan ada beberapa orang.
"Ada lima orang yang sudah melaporkan," kata Lusujiana saat dikonfirmasi, Selasa (23/2/2021).
Terkait dengan kasus itu, pihaknya mengaku sudah melaporkannya ke pusat untuk dilakukan investigasi.
"Iya, sudah kita laporkan dan untuk langkahnya 14 hari kerja untuk mengetahui hasil laporan," tambah dia.
Untuk menelusuri kasus tersebut, BRI juga akan melibatkan PT Swadharma Sarana informatika.
Baca: Uang Sejumlah Nasabah di Rekening Hilang Misterius, BRI: Kami Akan Segera Selesaikan Keluhan
Baca: Sejumlah Nasabah Bank Plat Merah Ini Mengaku Kehilangan Uang di Rekening, Ada Penarikan Misterius
"Sebab, mereka yang selama ini memegang kendali ATM di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban," ujar dia.
Seorang warga asalDesa Campurrejo, Kecamatan Bojonegoro, Bojonegoro, bernama Aris menjadi satu di antara nasabah yang menjadi korban.
Aris mendatangi Kantor BRI cabang Bojonegoro pada Selasa (23/2/2021) pagi.
Ia melaporkan kejadian yang dialaminya. Aris yang baru dua bulan menjadi nasabah BRI kehilangan uang sebesar Rp 12,5 juta di rekeningnya.
Aris mengetahui uang di tabungannya raib saat melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI di dekat rumahnya, Senin (22/2/2021) malam.
Saat itu, Aris hendak menarik sejumlah uang. Tetapi, saldo tabungannya disebut tak mencukupi.
Padahal, saldo di rekening Aris masih tersisa sekitar Rp 13 juta pada pagi harinya.
"Kaget sih, enggak merasa melakukan penarikan kok tiba-tiba saldo tabungan berkurang Rp 10 juta," kata Aris, Selasa (23/2/2021).
Merasa ada yang janggal, Aris melacak riwayat transaksi dan melapor ke Kantor BRI Cabang Bojonegoro.
Lima kali transaksi misterius
Dari riwayat itu, Aris mendapati ada lima kali transaksi misterius dengan nominal penarikan masing-masing Rp 2,5 juta.
Sebanyak empat transaksi dengan total Rp 10 juta dilakukan sekitar pukul 11.00-15.00 WIB.
Sementara satu penarikan lainnya dilakukan pada pagi hari, sebelum Aris berangkat melapor ke Kantor BRI.
"Saldo awalnya Rp 13 juta, hilang Rp 10 juta dan sisa Rp 3 juta, besok paginya berkurang lagi Rp 2,5 juta dan sekarang tersisa Rp 500.000 di rekening tabungan," terang dia.
Pegawai BRI jadi tersangka karena tipu Dana KUR
MH karyawan BRI unit Leces diamankan polisi karena menyalahgunakan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merugikan negara lebih dari Rp 1 miliar.
Kasus tersebut terjadi pada 2018 dan 2019. Saat itu BRI menyalurkan dana KUR untuk pendanaan UMKM pada masyarakat.
Sesuai audit BPKP kerugian mencapai sebesar Rp 1.059.202.822.
MH yang bertugas di BRI unit Leces ternyata mengarahkan nasabah yang menerima KUR untuk membeli motor bekas di showroom milik YA.
Di BRI unit Leces, MH bertugas sebagai peneliti kelayakan calon penerima KUR.
Padahal dana KUR seharusnya digunakan untuk untuk meningkatkan usaha kecil bukan untuk hal yang bersifat konsumtif.
"Dana KUR yang dicairkan BRI Cabang Probolinggo itu diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki usaha agar usaha kecilnya berkembang," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Adhryansah di Kantor Kejari, Selasa (19/1/2021).
Baca: Video Viral Istri Labrak Pegawai Bank yang Diduga Pelakor, Ternyata Sudah Nikah Siri dengan Suaminya
Baca: Siaran Langsung Istri Sah Labrak Pelakor di Bank Tempat Bekerja Viral di Media Sosial
"Tapi oleh MH yang bertugas sebagai peneliti kelayakan calon penerima KUR, ternyata tidak dilaksanakan sebagaimana diatur BRI dan Kementerian Perekonomian," kata Adhryansah.
"Jadi MH ini mengarahkan nasabah yang menerima KUR membeli motor bekas di shòwroom milik YA," kata Adhryansah.
Adhryansah mengatakan MH mengarahkan nasabah yang memiliki usaha untuk menggunakan dana KUR untuk membeli motor bekas.
Tak hanya itu. MH juga juga memberikan dana KUR pada nasabah yang tak memiliki usaha.
Untuk mendapatkan dana KUR, nasabah tidak disurvei, dan tak memiliki KTP serta KK atau pun keterangan usaha.
Lalu nasabah tersebut diarahkan untuk membeli motor di showroom milik YA.
Selain MH, kejaksaan juga menetapkan YA pemilik YA sebagai tersangka.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Hamim)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Uang Nasabah BRI Raib, Tabungan Rp 13 Juta Tersisa Rp 500.000 Keesokan Harinya"