Tapi tak berselang lama, ia membekap mulut DI dan menaikkan balita itu ke sepeda motor kemudian pergi.
Setelah membawa korban kabur, mereka rencananya hendak meminta uang tebusan Rp 100 juta pada orangtua korban.
Namun, Suhartono lalu mengecek ponselnya dan melihat video kejadian penculikan itu telah viral di media sosial.
"Pelaku rencananya meminta uang tebusan Rp 100 juta ke orangtua korban tapi batal karena aksinya sudah viral dulu di media sosial," tutur Edi Rahmat.
Sutriono yang mengetahui bahwa temannya meninggalkannya, ikut merasa ketakutan.
Ia pun akhirnya memutuskan mengembalikan balita yang diculiknya kepada orangtua korban melalui temannya, Y.
Baca: Momen Mengerikan Bayi Kembar Usia 8 Hari, Diculik dan Dibunuh Sekawanan Monyet: 1 Bayi Selamat
Baca: Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Oleh Pamannya Karena Iseng, Pelaku Kini Ditangkap Polisi
Mulanya Sutriono membawa korban ke rumahnya di Kilometer (KM) 11, Jalan Taman Murni, Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang Lebar, Palembang.
"Sesampainya di rumah, tersangka meminta tolong pada temannya (Y) untuk mengembalikan korban ke orangtuanya,"
Y pun menelepon polisi jika ia menemukan bayi di pinggir jalan.
Kepada polisi, Y berbohong menemukan korban di pinggir jalan dalam kondisi tangan terikat serta mata tertutup pada Sabtu (21/2/2021) pagi.
Namun, polisi yang menemukan kejanggalan tidak serta-merta mempercayai Y.
Salah satu kejanggalan itu ialah perihal lokasi ditemukannya balita yang diculik.
"Antara rumah dan korban ditemukan itu lokasinya berdekatan," kata dia.
Polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Sutriono.
Dari pengembangan, petugas juga membekuk Suhartono.
Lantaran hendak kabur, Suhartono terpaksa dilumpuhkan polisi.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Aji Yk Putra)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Pecatan TNI dan Temannya Culik Balita, Ketakutan lalu Mengembalikan ke Orangtua, Ini Penyebabnya"