TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jakarta menjadi trending topik pada Sabtu (20/2/2021) dini hari karena adanya banjir di berbagai daerah.
Sebagian besar warganet yang menyuitkan kata 'Jakarta', berkaitan dengan laporan adanya banjir.
Mereka melaporkan adanya banjir dan meminta pertolongan perahu karet.
Sebagian laporan warganet, turut mencatut akun @aniesbaswedan @BPBDJakarta @RadioElshinta @BangAriza.
Sejak malam hari pada Sabtu (20/2/2021) hujan mengguyur Jakarta.
Bahkan sudah ada yang minta tolong seperti disampaikan akun Twitter bernama @yogi3591.
"Di Jl Poncol II Gandaria Selatan Cilandak Jaksel Butuh bantuan #banjir #jakarta. Banjir di Jl Poncol II Gandaria Selatan Cilandak Jaksel. butuh perahu karet buat mengeluarkan orang² yg masih didalem rumah, karena sudah terjebak,"
Setelah itu, akun Twitter BPBDJakarta juga melaporkan adanya kenaikan ketinggian air hingga berstatus waspada dua mulai pukul 01.00 WIB.
Akun tersebut juga menyebutkan jika banjir akan terus mengalami kenaikan level air, khususnya di Pos Pantau Sunter Hulu.
Bagi warganet yang ingin mengetahui daerah yang sudah terendam banjir, bisa dilihat melalui akun Twitter @RadioElshinta.
Selain melaporkan banjir, admin radio Elshinta meretwet sejumlah lokasi banjir laporan warganet.
Penanganan Banjir Era Anies
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patia menunjukkan fakta-fakta bahwa banjir di Jakarta di Era Anies Baswedan lebih baik dibanding era Ahok, bahkan Jokowi.
Politisi Gerindra ini pun membandingkan Anies dengan dua pimpinan sebelumnya, yaitu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam menangani banjir.
Pada tahun 2013 di masa kepemimpinan Gubernur Jokowi, Ariza menyebut, banjir menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Baca: Banjir di Jakarta dan Bekasi, Simak Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan
Baca: Viral Banjir Tak Biasa di Sunter Jaya, Warga Heboh karena Air Berwarna Putih seperti Susu
Bahkan, jumlah pengungsian mencapai lebih dari seribu titik.
"Tahun 2013 umpamanya, titik pengungsian ada 1.115," ucapnya, Jumat (19/2/2021).
Kondisi tak jauh berbeda terjadi tahun 2015 lalu, saat Ahok menjabat sebagai orang nomor satu di DKI, jumlah pengungsian ada 337 titik.
Kemudian, semasa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, banjir bisa tertangani dengan baik.
Bahkan, pada 2018 lalu tidak ada warga yang sampai harus mengungsi akibat banjir.
Memasuki tahun 2019, banjir kembali menyebabkan warga Jakarta mengungsi.
Namun, jumlahnya tak sebanyak era Jokowi dan Ahok.
"Banjir 2019 ada 13 titik pengungsian dan 2020 ada 70 titik pengungsian. Sementara 2021 sedang kami rekap, sementara ini baru 1-2 titik pengungsian," kata dia.
"Kalau melihat data dari tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan signifikan," tambahnya menjelaskan.
Tak hanya dilihat dari jumlah pengungsi, keberhasilan Anies mengatakan banjir juga terlihat dari jumlah warga yang meninggal karena banjir.
Saat kepemimpinan Gubernur Jokowi pada 2013 lalu, ada 38 warga yang meninggal akibat banjir yang menerjang ibu kota.
Baca: Penambahan Jam Operasional Peralatan Diklaim Berhasil, Wagub DKI: Belum Ada Banjir Hebat
Baca: Fakta Banjir dan Longsor di Nganjuk, 4 Korban Hilang Diduga Masih Anak-anak
Jumlah ini kemudian mengalami penurunan signifikan saat Anies memimpin Jakarta.
"Korban jiwa sebelumnya tahun 2013 ada 38, tapi sampai hari ini terus menurun. 2018 ada 1 jiwa, 2019 2 jiwa, dan 2020 juga dua jiwa, tuturnya.
"Mudah-mudahan tahun 2021 ini tidak ada korban meninggal karena banjir," sambungnya.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Wartakotalive.com/Wito Karyono)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jakarta Trending, Isinya Laporan Banjir dari Netizen, Sudah Ada yang Minta Bantuan Perahu Karet