TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jangan salah kaprah saat mendengar kata bajingan ini.
Bajingan yang satu ini merujuk pada kuliner khas daerah Jawa Tengah, tepatnya berasal dari Temanggung.
Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Kabupaten Temanggung terdiri dari dataran tinggi dan pegunungan, yang menjadi bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Dieng.
Selain terkenal dengan tembakau srinthil dan kopi, Temanggung juga memiliki sejumlah makanan khas, termasuk bajingan.
Meskipun terdengar kasar, bajingan memiliki tekstur yang halus dan rasa manis.
Bajingan adalah kudapan yang berasal dari singkong khusus.
Cara memasaknya, yakni direbus dengan campuran gula merah dan santan.
Alhasil, cita rasanya manis, sedikit gurih, dan pulen ketika digigit.
Bahan yang digunakan juga singkong sawah, bukan dari ladang atau kebun.
Untuk mendapatkan kudapan yang enak dibutuhkan singkong bertekstur empuk.
Kuliner tradisional ini kurang nikmat jika bahan singkong terlalu tua maupun muda.
Hal tersebut yang membedakan kuliner ini dengan kolak, biji salak, atau singkong rebus lainnya.
Baca: Profil Elon Musk, Miliader Korban Perundungan Masa Kecil, Kini Kebut Misi Daratkan Manusia ke Mars
Dibalik nama nyentriknya kuliner yang satu ini ternyata diambil dari istilah supir gerobak sapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang disebut bajingan.
Hidangan singkong manis ini dianggap identik dengan suguhan mewah para supir grobak tersebut.
Bagi mereka dengan strata sosial rendah, hidangan bajingan merupakan hidangan mewah era 1960-an.
Biasanya bajingan disajikan saat perayaan atau acara-acara kumpul para supir gerobak sapi, di Temanggung.
Dari cerita mulut ke mulut, bajingan sebenarnya makanan yang sangat sederhana, yaitu singkong direbus dengan gula merah.
Tapi kaum bajingan tersebut hanya bisa makan makanan ini saat ada acara tertentu atau saat rezeki mereka berlimpah.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Sonora.id/Iyeng Veda)
Artikel ini telah tayang dengan judul Bajingan Manis dari Temanggung, Kuliner Tradisional yang Banyak Diburu Orang