PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan Tahun Ini Pada 13 April 2021

Ketua Umum PP Muhammadiyah "1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 Masehi"


zoom-inlihat foto
tarawih-ramadhan-salat-munfarid.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan tahun 2021 jatuh pada 13 April. Dalam foto ini: Umat muslim mengikuti shalat Tarawih pertama Ramadhan 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa tahun ini jatuh pada tanggal 13 April 2021.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Muhammadiyah selalu menetapkan awal puasa Ramadhan jauh-jauh hari dibandingkan ormas Islam lainnya.

Sedangkan Kementerian Agama biasanya menetapkan awal puasa Ramadhan mendekati hari H bulan Ramadhan.

Keputusan Muhammadiyah tentang awal bulan puasa ini berdasarkan hasil perhitungan astronomi (hisab) yang dipedomani Majelis Tarjid dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 Masehi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Haedar Nashir dalam pernyataannya yang dipantau dari Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Kamis 11 Februari 2021: Leo Jadi Pusat Perhatian, Scorpio Ambil Inisiati

Ketua Umum PP Muhamaddiyah Prof Haedar Nashir. Hari Rabu (10/2/2021) Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa 2021 jatuh pada 13 April merujuk hasil perhitungan astronomi (hisab) yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.
Ketua Umum PP Muhamaddiyah Prof Haedar Nashir. Hari Rabu (10/2/2021) Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa 2021 jatuh pada 13 April merujuk hasil perhitungan astronomi (hisab) yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid. (SuaraMuhammadiyah.id)

Ia mengatakan, berdasarkan hasil hisab, pada 12 April petang setelah matahari terbenam, posisi bulan baru (hilal) di Yogyakarta sudah terlihat dengan ketinggian di atas ufuk 3 derajat 44 menit 38 detik.

Hilal juga akan nampak di banyak tempat di Indonesia.

Perhitungan hisab adalah kalkulasi akurat yang salah satunya digunakan untuk memetakan posisi matahari dan bulan.

Muhammadiyah memiliki kebiasaan menetapkan waktu awal puasanya jauh hari sebelum pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat Awal Ramadhan di setiap tahunnya.

Muhammadiyah mendasarkan penetapan 1 Ramadan menggunakan hisab.

Baca: Peringatan Dini BMKG 10-12 Februari 2021: Terjadi Gelombang Tinggi Salah Satunya di Laut Natuna

Banyak orang yang tidak tahu bahwa Shalat Dhuha memiliki manfaat untuk sembuhkan penyakit diabetes.
Banyak orang yang tidak tahu bahwa Shalat Dhuha memiliki manfaat untuk sembuhkan penyakit diabetes. (istimewa via tribunmanado)

Sementara Kemenag memakai hisab yang dikombinasikan dengan melihat bulan baru (rukyatul hilal).

Dari tren beberapa kali Sidang Isbat, bulan baru biasanya akan terpantau oleh perukyat jika hilal berada di atas ufuk setinggi minimal 2 derajat setelah matahari terbenam.

Dengan sudut ketinggian hilal yang dihitung pada 3 derajat, maka kemungkinan umat Islam akan mengawali puasa di waktu yang bersamaan.

Sementara itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah/2021 Masehi jatuh pada Kamis tanggal 13 Mei.

Tinggi bulan baru saat matahari terbenam di Yogyakarta pada 12 Mei berada di ketinggian 5 derajat 30 menit 58 detik.

Baca: Kumpulan Ucapan Tahun Baru Imlek 2021, Bisa Kirim WhatsApp, Instagram, FB, dan Twitter

ILUSTRASI - Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018). Dari hasil pemantauan tersebut, hilal tak dapat dilihat karena hasil negatif dengan ketinggian minus 0,20 derajat lantaran bulan terlebih dahulu terbenam. Meski demikian hasil perhitungan sementara yang dilakukan BMKG Wilayah IV Makassar belum dapat memastikan awal puasa. Pasalnya masih menunggu hasil Sidang Itsbat akan digelar Kementerian Agama.
ILUSTRASI - Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018). Dari hasil pemantauan tersebut, hilal tak dapat dilihat karena hasil negatif dengan ketinggian minus 0,20 derajat lantaran bulan terlebih dahulu terbenam. Meski demikian hasil perhitungan sementara yang dilakukan BMKG Wilayah IV Makassar belum dapat memastikan awal puasa. Pasalnya masih menunggu hasil Sidang Itsbat akan digelar Kementerian Agama. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Kemudian, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Zulhijah 1442 Hijriyah/ 2021 Masehi jatuh pada Minggu, 11 Juli.

Tinggi bulan saat terbenam matahari di Yogyakarta adalah 3 derajat 9 menit 18 detik. Hilal sudah dapat dilihat oleh perukyat.

Dengan diketahuinya 1 Zulhijah bertepatan dengan 11 Juli, maka Hari Arafah 9 Zulhijah 1442 Hijriyah jatuh pada Senin, 19 Juli.

Sedangkan Idul Adha 10 Zulhijah 1442 Hijriyah akan bertepatan dengan Selasa, 20 Juli.

"Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita," kata Haedar Nashir.

(Tribunnewswiki.com/Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Awal Puasa Ramadan 2021 Jatuh pada Selasa 13 April, Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah Kamis 13 Mei





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved