TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat kritik pedas dari mantan wasekjen Demokrat, Muhammad Darmizal MS.
Menurut Darmizal, AHY saat ini terkesan mengabaikan perjuangan para pendirinya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra angkat bicara.
Herzaky mengaku heran dengan klaim mantan kader yang merasa seakan paling berjasa membangun partai Demokrat.
Padahal, kala itu, ada sosok mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ikut andil mendulang kesuksesan bersama Demokrat.
"Kalau memang merasa dulu hebat dan sangat berjasa dalam membangun Partai Demokrat 2004-2009."
"Tanpa sadar dan lupa ada namanya faktor "SBY Effect" yang sangat besar di era itu," ungkap Herzaky kepada Tribunnews.com, Rabu (10/2/2021).
Baca: Liga Berhenti, Pesepak Bola Profesional Merumput di Turnamen Tarkam, Ketum PSSI: Mereka Butuh Makan
Herzaky juga ikut bersuara atas tudingan yang menyebut AHY kurang bersemangat dalam berjuang untuk kemajuan partai.
Ia mencontohkan perjuangan AHY untuk mendapat simpati masyarakat dalam Pemilihan Legislatif (pileg) 2019 lalu.
Herzaky mengatakan, kala itu AHY diamanahkan Partai untuk memimpin kampanye pemenangan Pileg 2019.
"Beliau (AHY) keliling-keliling ke seluruh pelosok nusantara. Bersinergi dan berkolaborasi dengan kader-kader di seluruh pelosok Indonesia."
"Benar-benar berkeringat, panas-panasan, hujan-hujanan, buat meningkatkan suara Partai Demokrat di 2019."
"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan perjuangan para kader yang dipimpin Mas AHY, Demokrat berhasil meraih 7,77 persen suara," ungkap Herzaky.
Padahal, lanjut Herzaky, Demokrat sebelumnya hanya diprediksi meraih 3-4 persen suara.
Namun, lantaran perjuangan AHY yang tidak mudah itu membuat perolehan suara dalam Pileg 2019 melampaui prediksi.
"Apakah kemudian Mas AHY mengklaim keberhasilan itu atas jasa pribadinya? Tidak. Malah beliau menekankan militansi dan soliditas para kader yang luar biasa sebagai kuncinya."
"Padahal, kita tahu, tanpa sosok beliau, Demokrat tidak bakal meraih setinggi itu suaranya," ungkapnya.
Atas keberhasilan itu, Herzaky menuturkan para pemilik suara dalam partai akhirnya sepakat memilihnya sebagai Ketua Umum.
"Makanya, para pemilik suara di Partai Demokrat, solid memilih Mas AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres V tahun 2020 lalu."
"Mereka tahu bagaimana sosok dan perjuangan Mas AHY untuk Demokrat," tuturnya.
Untuk itu, ia mempertanyakan tujuan mantan kader hingga pejabat Istana yang melakukan upaya mendongkel kepemimpinan AHY.
Daripada 'membajak' partai lain, Herzaky pun menyarankan agar pihak yang terlibat dalam isu kudeta itu membentuk partai baru.
"Kalau Darmizal atau mantan kader dan kader lainnya yang bersama pejabat Istana melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa melalui rencana KLB."
"Itu sebenarnya mau memperbaiki Partai Demokrat, atau merebut Demokrat yang sedang bagus-bagusnya di mata publik?"
"Silahkan saja membentuk partai baru. Mengapa sibuk mau membajak Partai Demokrat yang sedang naik daun?" tegasnya.
(Tribunnewswiki.com, Tribunnews.com/Inza Maliana/Eko Sutriyanto)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Darmizal Sebut AHY Abaikan Jasa Pendiri Partai, Demokrat Heran: Padahal Dulu Ada SBY Effect