Hanbok (Pakaian Tradisional Korea)

Hanbok merupakan pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku.


zoom-inlihat foto
hanbok-korea.jpg
Soompi
Idol Korea sedang mengenakan Hanbok

Hanbok merupakan pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. (1)

Hanbok terdiri dari dua kata, yakni 'Han' yang artinya Korea dan 'Bok' artinya baju, jadi Hanbok secara literal memiliki arti pakaian Korea. (2)

Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku.

Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional. (1)

Pada zaman dahulu, hanbok digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Namun, sekarang hanbok hanya digunakan untuk acara-acara besar saja.

Hanbok anak-anak dipakai biasanya satu atau dua kali setahun dalam perayaan Chuseok atau tahun baru imlek (seollal). (3)

Pada ulangtahun pertamanya (doljanchi) anak-anak memakai hanbok pertama mereka. (1)

Hanbok dipakai oleh semua kalangan. Mulai dari petani, pedagang, peternak, hingga raja dan ratu.

Yang membedakan adalah pada bahan hanboknya.

Untuk kalangan menengah ke atas, bahan dasar hanbok yang digunakan merupakan bahan yang ringan seperti sutra.

Sedangkan, untuk kalangan bawah, hanya boleh menggunakan kain berkualitas rendah, biasanya terbuat dari bahan katun.

Selain bahan, warna juga membedakan. Kalangan atas boleh memakai warna hanbok apapun. Biasanya anak muda menggunakan warna-warna cerah.

Sementara kalangan bawah, hanya diperbolehkan menggunakan hanbok warna putih dan warna-warna pucat jika ada acara besar atau peringatan tertentu.

Warna pada hanbok juga menunjukkan status seseorang.

Warna biru tua hanya boleh dipakai oleh wanita yang memiliki anak laki-laki. Sedangkan, wanita yang sudah memiliki suami diperbolehkan mengenakan warna ungu.

Dalam acara-acara tertentu, wanita yang masih gadis hanya boleh mengenakan handbok dengan perpaduan warna kuning dan merah.

Sedangkan, bagi yang sudah menikah, bisa memadukan antara warna merah dan hijau.

Hanbok pada zaman dahulu berbeda dengan sekarang. Pada zaman dulu hanbok dibuat lebih besar dan longgar.

Sementara pada masa sekarang, hanbok biasanya dibuat mengikuti bentuk tubuh seseorang. (3)

HANBOK 1
Artis Korea mengenakan Hanbok

Baca: Drama - TIMES (2021)

  • Sejarah


Hanbok pada Masa Tiga Kerajaan

Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang.

Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.

Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan.

Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

Periode Goryeo

Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh

Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.

Periode Joseon

Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang.

Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.

Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat.

Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.

Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin.

Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang.

Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.

Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah. (1)

Baca: Drama Korea - Devil Judge (2021)

  • Anatomi


Hanbok memiliki urutan atau bagian tersendiri, yakni bagian bahu, lengan, dan dada yang disebut jeogori.

Untuk bagian rok disebut chima. Biasanya bagian rok sangat longgar.

Hanbok merupakan pakaian yang tidak memiliki saku.

Meski biasanya seorang wanita memasukan tangannya ke dalam sebuah kanrong, namun ternyata mereka hanya menyimpan tangannya di balik baju.

Ukuran hanbok juga memiliki arti. Lengan baju yang terbuka merupakan bentuk kehangatan masyarakat Korea.

Sementara, bagian rok yang longgar dan panjang merupakan simbol kebebasan dan kemerdekaan bangsan Korea. (3)

Baca: Film - Space Sweepers (2021)

  • Aksesoris untuk Kepala


Pada zaman dahulu, baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang.

Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya.

Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala (sangtu), sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang.

Wanita yang berprofesi sebagai penghibur seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut gache.

Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan berat.

Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai pengencang atau aksesori.

Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya.

Wanita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.

Pria menggunkan gat, topi yang dianyam dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau kelas.  (1)

Baca: FILM - New Year Blues (2021)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Hanbok atau Joseon-ot
Asal Korea
Jenis Pakaian Tradisional
Bahan Sutera, Katun
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. travel.tribunnews.com
3. inikpop.com


Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved