Hari Pers Nasional (HPN)

Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari. Peringatan HPN dikukuhkan dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.


zoom-inlihat foto
hari-pers-nasional.jpg
Humas HPN 2021
Logo Hari Pers Nasional 2021.

Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari. Peringatan HPN dikukuhkan dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Hari Pers Nasional dirayakan bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.

Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di Ibu Kota Provinsi yang berbeda di Indonesia.

Peringatan HPN pertama kali secara resmi diselenggarakan di Gedung Utama Pekan Raya Jakarta, 9 Februari 1985.

Peringatan HPN pada 2021 awalnya akan dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Namun, karena pandemi Covid-19 belum juga reda, pusat perhelatan HPN 2021 diputuskan dialihkan ke Jakarta, baik secara luring maupun daring.

Keputusan mengalihkan tempat pelaksanaan HPN 2021 ke DKI Jakarta, juga diikuti dengan pemilihan tema sebagai semangat perlawanan terhadap masifnya serangan virus korona.

Tema besar HPN 2021 kemudian ditetapkan menjadi “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”.

Peringatan HPN setiap tahun dapat menjadi penyemangat sekaligus menantang para insan pers untuk selalu mempertanyakan peran pers pada zamannya, termasuk pada saat pandemi Covid-19 saat ini. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Februari: Perjanjian Uni Eropa Ditandatangani

  • Sejarah #


Peringatan HPN dikukuhkan dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.

Dalam Kepres tersebut, disebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Menurut Keppres tersebut, alasan penetapan HPN adalah demi mengembangkan kehidupan pers nasional Indonesia sebagai pers yang bebas dan bertanggung jawab berdasarkan Pancasila.

Sejarah hari pers tidak lepas dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Sebab pada 9 Februari 1946, terbentuklah organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Selanjutnya pada 23 Januari 1985, Presiden Soeharto kemudian menetapkan bahwa tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, yang bukan merupakan hari libur.

Dalam Keppres 5/1985 itu, disebutkan pula bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Keppres tersebut menegaskan pula bahwa pemilihan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional didasarkan atas tanggal pembentukan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia tahun 1946 yang dianggap sebagai pendukung dan kekuatan pers nasional.

Berdasarkan Keppres 5/1985 tersebut, Hari Pers Nasional kemudian pertama kali diselenggarakan secara resmi pada 9 Februari 1985. [1]

Baca: Hari Anak Nasional

  • Tugas dan Fungsi Pers Menurut Presiden Soeharto #


Salah satu tugas pers, menurut Presiden Soeharto, adalah mengungkapkan kebenaran.

“Di mana kebenaran menjadi redup, di situlah pers harus muncul sebagai obor penerangan. Pertumbuhan dan peningkatan pers nasional yang demikian akan ikut memberi arah dan sifat yang positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” kata Presiden Soeharto.

Selain menegaskan tugas pers, Presiden Soeharto juga menegaskan fungsi pers.

Menurut Presiden Soeharto, fungsi pers adalah “sebagai penyalur informasi yang objektif, melakukan kontrol sosial yang konstruktif, menyalurkan aspirasi rakyat, dan meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila.” [1]

  • Alasan Penetapan Tanggal 9 Februari Sebagai Hari Pers Nasional #


Alasan penetapan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional dikemukakan oleh Presiden Soeharto dalam sambutan Peringatan Hari Pers Nasional Pertama 9 Februari 1985.

Menurut Presiden Soeharto, tanggal 9 Februari dijadikan sebagai Hari Pers Nasional, karena pada hari itu 39 tahun yang lalu telah terjadi peristiwa bersejarah yang sangat penting bagi perjuangan bangsa Indonesia, terutama bagi pertumbuhan dan pengabdian pers nasional kepada bangsa dan negara. Pada hari itu PWI lahir, hanya sekitar enam bulan setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. [1]

Baca: Hari Cuci Tangan Sedunia

  • Makna Hari Pers Nasional #


Makna Hari Pers Nasional dituliskan dalam Tajuk Rencana Kompas yang terbit pada 9 Februari 1985 saat menyambut peringatan HPN yang pertama kali.

Dalam Tajuk Rencana Kompas tersebut, antara lain ditulis, “Pada Hari Pers Nasional yang pertama, kesadaran pertama ialah kesadaran untuk secara apa adanya mengakui kekurangan serta menggugat diri untuk senantiasa berusaha memperbaikinya.”

Selain itu, disebutkan pula, “Hari Pers Nasional bermakna lebih luas dari hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia. Dalam karya pers, wartawan selalu akan menempati peranan sentral dan pokok, namun tidak lagi sendirian. Posisinya yang sentral dan pokok hanya berkembang secara optimal apabila dalam kerja sama dengan karyawan di berbagai bidang yang kini menjadi bagian-bagian integral dari lembaga bernama pers.”

Tajuk Rencana Kompas mengajak untuk memaknai Hari Pers Nasional sebagai kesempatan untuk selalu menggugat peran pers dan mempertanyakan, “apakah peranan pers dewasa ini dan yang akan datang dan apakah pers telah secara memadai menjalahkan perannya.”

Pemaknaan tersebut sekaligus menegaskan tanggung jawab pers untuk “senantiasa secara jernih dan menyeluruh menunjukkan kepada khalayak, apa pokok-pokok persoalan yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara.”

Untuk melaksanakan tugasnya sebagai penunjuk persoalan bangsa dan negara, di bagian akhir tulisan Tajuk Rencana disimpulkan, “masyarakat pers hanya dapat melaksanakan tugas-tugas berat itu, apabila masyarakat pers mengembangkan diri dan semakin dilengkapi dengan sumber daya manusia, visi, pengetahuan umum, keterampilan dan watak yang menunjangnya.

Disepakati, visi yang menjadi kerangka acuan pers Indonesia ialah visi yang digali secara kreatif dan aktual dari perikemanusiaan kerakyatan, keadilan sosial, kebersamaan, ketakwaan seperti menjadi kaidah dasar bangsa dan negara Indonesia.”

(TribunnewsWiki.com)



Peristiwa Hari Pers Nasional (HPN)
Peringatan HPN 9 Februari
Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 9 Februari 1946
Pendirian Serikat Pekerja Pers (SPS) 8 Juni 1946
Organisasi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Pewarta Foto Indonesia
Pengukuhan Hari Pers Nasional Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985


Sumber :


1. kompaspedia.kompas.id


Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved