Tak Hanya Jokowi, Wagub Riza Patria Juga Akui PPKM Belum Efektif, Singgung Soal Libur Panjang

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria membenarkan Jokowi, bahwa pelaksanaan PPKM masih belum efektif


zoom-inlihat foto
ahmad-riza-patria-123.jpg
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengakui pembatasan kegiatan masyarakat memang belum efektif.

Hal itu ia sampaikan setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan hal senada.

"Ya, yang disampaikan Pak Jokowi betul, memang ini belum efektif," kata Riza kepada wartawan, Selasa (2/2/2021) malam.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut PPKM tak efektif lantaran implementasi kebijakan belum dilaksanakan secara konsisten.

Terkait sebab, Riza Patria menambahkan.

Riza mengatakan ketidak efektifan itu juga disebabkan masa libur panjang yang baru saja dilewatkan masyarakat.

Diberitakan Tribunnews, dia menyebut libur panjang mengakibatkan pergerakan masyarakat di sejumlah daerah.

"Ini perlu waktu karena kita baru saja melewati masa libur panjang di akhir Januari, mudah-mudahan di PPKM atau PSBB selanjutnya kita bisa melihat dampak penurunan dari pasien Covid," jelas dia.

Presiden Minta Menteri Kalkulasi Kebijakan, Tak Masalah Ekonomi Turun

ILUSTRASI -
ILUSTRASI - "Dengan mengucap Bismillahhirahmannirahim PT Bank Syariah Indonesia saya nyatakan diluncurkan berdirinya," ucap Jokowi saat meluncurkan PT Bank Syariah Indonesia di Istana Negara, Senin (1/2/2021). (BPMI Setpres 2021) (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Baca: Terus Bermutasi, Ini Daftar Varian Baru Virus Corona yang Telah Teridentifikasi

Baca: Virus Corona Varian Afrika Selatan Mulai Muncul di Inggris, Mutasinya Lebih Mengkhawatirkan

Presiden Joko Widodo meminta para menterinya untuk mengkalkulasi kebijakan Covid-19 dengan cermat.

Hal itu Jokowi sampaikan saat memimpin rapat terbatas tentang pendisiplinan melawan Covid-19 di Istana, Bogor, 29 Januari 2021.

Pernyataan Jokowi merujuk pada pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Masyarakat (PPKM), yang memang belum bisa menghentikan laju penularan Covid-19.

Diberitakan Kontan, Jokowi menilai implementasi PPKM belum dilaksanakan dengan konsisten.

Baginya, tak masalah ekonomi tanah air turun asalkan pandemi juga ikut turun.

"Menurut saya hati-hati ini turun, ekonomi turun, ada PPKM ekonomi turun. Sebetulnya enggak apa-apa (ekonomi turun), asal Covid-nya juga turun. Tapi ini kan enggak,” kata Jokowi lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (31/1/2021).

“Menurut saya coba dilihat lagi tolong betul-betul dikalkulasi. Betul-betul dihitung sehingga kita mendapatkan sebuah formula yang memang (tepat), formula standar itu enggak ada,” kata Jokowi.

Minta PPKM Dipertegas

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memimpin upacara Peringatan HUT ke-75 TNI yang digelar secara virtual dari Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2020).
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memimpin upacara Peringatan HUT ke-75 TNI yang digelar secara virtual dari Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2020). (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Baca: Kasus Covid-19 di Wonogiri Capai 2.552, Ada 89 Ibu Hamil Rata-rata Tertular dari Para Suami

Baca: Krisis Pemakaman Akibat Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Ukuran Makam TPU Bambu Apus Kini Diperkecil

Presiden juga meminta agar kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) yang diberlakukan di tengah pandemi diterapkan secara lebih konkret.

Dikutip dari Kompas.com dari Antara, Minggu (31/1/2021), Presiden Jokowi menegaskan, esensi dari kebijakan PPKM saat ini ialah mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19.

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, ketegasan dan konsistensi dari penerapan kebijakan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved