Heri mengetahui anjing kesayangannya dicuri dan diseret dari tetangga yang melintas di depan rumahnya.
"Pertama ada orang lewat, dia teriak-teriak dari depan lapak saya, itu anjingnya diseret-seret, saya uber tapi enggak dapat," ujarnya.
Heri mendapat informasi bahwa anjing kesayangannya itu sudah mati akibat diseret sepanjang jalan menggunakan sepeda motor.
"Itu lapo, mungkin dijual ke lapo biasa itu Pak. Iya soalnya saya lihat di gambar kondisi sudah mati, dikarungin dua kilo katanya ada yang lihat sudah mati. Iya kan diseret sampai mati baru dikarungin," katanya.
Bertemu pelaku
Heri sudah berusaha melapor ke polisi terkait penyiksaan anjingnya.
Namun laporan ditolak karena bukti dinilai tidak kuat.
Akhirnya, Heri mencari sendiri pelakunya dan dapat.
Ia pun mengaku mengenal orang tua pelaku.
Karena kedekatan, Heri akhirnya menerima kasus penyiksaan anjingnya diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya pelakunya sebenarnya sudah ketemu. Cuma bingung, itu bapaknya teman semua, sudah kumpul semua secara kekeluargaan, sudah damailah, saya sudah pasrah, anaknya sih enggak ketemu, enggak berani pulang," ujarnya.
Baca: Fakta Terbaru Jagal Kucing yang Viral: Kerja Pelaku Cuma Motong Kucing, Dijual Rp 70 Ribu Per Kilo
Baca: Penasaran, Warganet Ini Viral karena Nekat Makan Makanan Kucing Pakai Nasi
Kendati demikian, Heri mendukung upaya hukum dari Natha Satwa Nusantara yang terus mengadvokasi kasus penyiksaan anjingnya.
Sebelumnya, Direktur Operasional Natha Satwa Nusantara, Anisa Ratna, mengatakan, pihaknya akan membawa kasus tersebut ke polisi.
Meski informasi terbaru, Anisa juga mengalami kendala saat pelaporan, namun ia akan terus mengupayakannya.
"Tapi Bu Ica kan pecinta hewan dia tetap terusin, tapi saya enggak berani campur itu urusan Bu Ica (Anisa), tetap saya dukung supaya enggak kejadian lagi kaya gini," kata Heri.
Sementara, Anisa mengaku akan melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk bisa menempuh jalur hukum terkait penyiksaan anjing milik Heri.
"Belum bisa lapor ni, ternyata masih ada berkas yang perlu dilengkapi, tadi disuruh lengkapi dulu oleh polisi," ujar Anisa.
Selain melapor, Anisa juga meminta polisi terjun langsung sosialisasi larangan menyiksa hewan.
Pasalnya, beberapa waktu belakangan, kejadian penyiksaan serupa sudah terjadi tiga kali di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Dalam seminggu kejadian seperti ini ada empat kasus, di Medan dua, kemarin ada di Kali Deres yang kucing digebukin sama ibu‐ibu, sekarang di Tangerang," papar Anisa.