Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sindrom Antifosfolipid disebut juga sindrom Hughes.
Ini adalah gangguan autoimun yang menyebabkan darah mudah membeku dan menggumpal.
Kondisi ini biasanya disebut dengan darah kental.
Pada kondisi ini, antibodi tubuh justru menyerang senyawa lemak yang berperan dalam proses pembekuan darah (fosfolipid).
Baca: Sindrom Angelman
Penyebab #
Sindrom Antifosfolipid disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru.
Pada kondisi ini, sistek imun tubuh membuat antibodi yang menyerang fosfolipid.
Sayangnya, sampai saat ini terjadinya masalah sistem ini blum diketahui dengan pasti.
Ada dugaan kuat kalau kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor atau kondisi, salah satunya genetik.
Baca: Sindrom Horner
Gejala #
Di dalam tubuh pengidap sindrom Antifosfolipid, terjadi penggumpalan darah yang akan menyebabkan beberapa gangguan.
Contohnya, terjadinya emboli paru, serangan jantung, komplikasi kehamilan, atau juga trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT).
Di samping itu, penggumpalan darah ini juga bisa memicu stroke, ruam dan luka pada kulit, hingga penyumbatan pembuluh darah di ginjal, mata, atau hati.
Selain menyebabkan masalah kesehatan, pengidap sindrom Antifosfolipid juga mengalami beberapa tanda dan gejala.
Antara lain kesemutan pada lengan dan tungkai, kelelahan, sakit kepala berulang, gangguan penglihatan, gangguan ingatan, gangguan bicara, gangguan gerak dan keseimbangan, serta mudah memar akibat jumlah sel trombosit yang rendah.
Baca: Anosmia
Pengobatan #
Pada dasarnya, pengobatan sindrom Antifosfolipid bertujuan untuk mencegah penggumpalan darah.
Sebab gumpalan darah ini bisa memicu banyak masalah, seperti emboli paru, trombosis vena dalam, hingga masalah kesehatan lainnya
Hal ini dapat dilakukan dengan mengganti pilihan kontrasepsi (selain pil KB) dan berhenti merokok.
Penggumpalan darah juga dapat dicegah dengan mengonsumsi obat aspirin dosis rendah atau clopidogrel (jika alergi terhadap aspirin).
Jika sudah terjadi penggumpalan darah, dokter akan memberikan obat antikoagulan untuk mengencerkan darah.
Karena sindrom Antifosfolipid merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan komplikasi pada kehamilan, pemilihan obat antikoagulan yang aman pada ibu hamil harus dilakukan.
Obat yang dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui adalah antikoagulan heparin terutama low molecular weight heparin (LMWH).
Obat tersebut disuntikkan di bawah kulit (subkutan), dilakukan sejak awal kehamilan sampai dengan 6 minggu setelah persalinan.
Obat-obat imunosupresan seperti kortikosteroid atau rituksimab juga dapat digunakan jika pengidap sindrom Antifosfolipid memiliki trombosit yang rendah, luka pada kulit, atau terdapat penyakit autoimun lain seperti lupus.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
| Informasi |
|---|
| Penyakit | Sindrom Antifosfolipid |
|---|
| Faktor Risiko | Memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti lupus atau sindrom Sjogren |
|---|
| Mengalami infeksi hepatitis C, HIV/AIDS, atau sifilis |