Sebanyak 95% Vaksin Covid-19 Telah Dipesan Negara Maju, Menlu Retno: Memprihatinkan Sekali

Retno mengatakan Indonesia selalu konsisten menyerukan prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua negara.


zoom-inlihat foto
retno-marsudi-batasi-penerbangan.jpg
Tribunnews/Jeprima
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung Kementrian Luar Negri, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). Pada Kamis, (28/1/2021), Retno mengatakan 95% vaksin Covid-19 sudah dipesan negara maju.


Indonesia bersama Etiopia terpilih sebagai co-chairs mewakili negara penerima vaksin gratis, sementara Kanada terpilih sebagai co-chairs mewakili negara donor.

"Co-chairs Covax AMC Engagement Group yaitu forum konsultasi yang mempertemukan negara donor dan AMC-92 guna membahas isu akses vaksin yang setara bagi semua negara," tuturnya.

Ilustrasi vaksin virus corona
Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Retno mengatakan jika pengadaan vaksin Covid-19 lewat kerja sama bilateral dan multilateral berjalan lancar, kebutuhan vaksin di dalam negeri akan tercukupi.

Ia menyebut, dari jalur bilateral, Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Novavax. Selain itu, kerja sama dengan Pfizer dan Moderna terus diupayakan.

"Jika upaya mengamankan pasokan vaksin baik melalui jalur bilateral maupun multilateral berjalan lancar, Insya Allah jumlah yang diperoleh akan mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia," kata Retno.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Nicholas Ryan Aditya/Tsarina Maharani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu: 95 Persen Vaksin Covid-19 Sudah Diorder Negara Maju" dan "Menlu: RI Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Gratis hingga 20 Persen Penduduk dari Covax





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved