Nasib Gilang 'Bungkus' Fetish Kain Jarik, Terancam Tuntutan Penjara 8 Tahun dan Denda Rp 50 Juta

Begini nasib apes yang saat ini menimpa Gilang 'Bungkus' yang jadi tersangka fetish kain jarik berdalih riset penelitian


zoom-inlihat foto
gilang-mahasiswa-unair-ditangkap-polisi.jpg
Kolase TribunCirebon.com
Pelaku pelecehan seksual fetish 'bungkus' jarik Gilang ditangkap polisi di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2020) sore.


Miliki Kelainan Hasrat Sejak Kecil

Dilansir oleh TribunJatim.com, ternyata Gilang mengalami kelainan hasrat soal bungkus membungkus.

Hal tersebut diakui sendiri oleh Gilang juga didukung dengan konfirmasi dari pihak keluarga.

Gilang mengungkapkan fakta itu setelah polisi berhasil mengamankannya dan dibawa ke Mapolrestabes Kapuas.

Sedangkan pihak orang tua mengetahui kelainan Gilang sejak sang anak kuliah.

Ilustrasi korban 'gilang bungkus jarik' yang beredar di media sosial.
Ilustrasi korban 'gilang bungkus jarik' yang beredar di media sosial. (tribunnewsmaker.com)

Saat diinterogasi, Gilang mengaku memiliki ketertarikan seksual terhadap orang yang terbungkus atau berselimut kain.

AKBP Manang mengatakan, Gilang akan tertarik ketika ada seseorang menutup badan dengan selimut dari kepala hingga kaki.

Untuk memenuhi hasratnya itu, sejak kuliah Gilang mulai mencari korban dari teman-temannya.

Gilang mengarahkan teman-temannya untuk membungkus diri menggunakan kain.

"Di Polres kita sempat interogasi yang bersangkutan, orang tuanya juga tahu perilakunya sejak kuliah."

"Memang dia sejak kecil merasa tertarik kalau ada orang yang dibungkus dan pakai selimut tertutup dari kepala sampai kaki," jelas AKBP Manang.

Gilang Resmi Dikeluarkan dari Unair

Akibat tindakannya itu, Gilang secara resmi dikeluarkan oleh Unair beberapa waktu lalu.

Pihak kampus menilai Gilang telah mencoreng nama baik Unair serta melanggar kode etik.

Sebelum keputusan tersebut, kampus telah meminta penjelasan dari Gilang serta orang tuanya.

Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo menerangkan orang tua Gilang menyesali perbuatan sang anak.

Gilang pelaku fetish kain jarik ditangkap polisi di Kapuas, Kalimantan Tengha pada Kamis (6/8/2020) sore.
Gilang pelaku fetish kain jarik ditangkap polisi di Kapuas, Kalimantan Tengha pada Kamis (6/8/2020) sore. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Meski demikian, orang tua memilih untuk pasrah dengan keputusan dari pihak Unair.

"Pihak wali mahasiswa menyesali perbuatan putranya dan menerima apapun keputusan pihak kampus," ungkap Suko dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Terkait tindakan Gilang, pihak Unair membuka posko pengaduan untuk para korban.

Dibawa ke Surabaya untuk Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Sebelum ditangkap di Kalimantan, polisi melakukan pengejaran terhadap Gilang ke sejumlah tempat.

Seperti mendatangi kos Gilang yang sudah tak ditemukan penghuninya, namun berhasil menyita sejumlah barang pribadi.

Selain itu, kepolisian juga mendatangi sebuah rumah di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kepolisian mendatangi rumah tersebut karena sesuai dengan alamat yang ada di kartu identitas mahasiswa Gilang.

Baca: Gilang Bungkus Fetish Kain Jarik Ditangkap Polisi di Kalimantan Tengah, Pasrah Tak Ada Perlawanan

Baca: Unair Imbau Korban Gilang Bungkus untuk Segera Lapor, Hingga Kini Total 15 Orang Sudah Buat Aduan

Ditangkap dengan pendekatan persuasif, Gilang tidak menunjukkan perlawanan.

Kemudian untuk kebutuhan pemeriksaan, Gilang dibawa ke Surabaya, Jumat (7/8/2020) pagi.

Sebelum itu, Gilang menjalani rapid test Covid-19 di RSUD Kapuas dan dinyatakan nonreaktif.

Kini Gilang telah berada di Mapolrestabes Surabaya dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

"Tadi pagi diterbangkan ke Surabaya pukul 11 siang tadi sudah sampai di Mapolrestabes Surabaya," ucap Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arif Risky, Jumat dilansir Kompas.com.

bangkan ke Surabaya pukul 11 siang tadi sudah sampai di Mapolresta.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul Pelaku Fetish Kain Jarik Dituntut 8 Tahun Penjara, Denda Rp 50 Juta





Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved