Jokowi Kembali Disuntik Vaksin Covid-19 CoronaVac Hari Ini, Disiarkan Langsung

Ini merupakan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua yang diterima Jokowi.


zoom-inlihat foto
presiden-jokowi-menjadi-pertama-yang-disuntik-vaksin-covid-19-rabu-1312020.jpg
Biro Pers Sekretariat Presiden - Laily Rachev
Presiden Joko Widodo menjadi pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2020). Jokowi kembali disuntik vaksin pada Rabu, (27/1/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo akan kembali disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada pagi ini, Rabu (27/1/2021).

Ini merupakan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua yang diterima Jokowi.

Proses penyuntikan vaksin dosis kedua ini dilakukan di Istana Merdeka dan disiarkan langsung via YouTube Sekretariat Presiden dan stasiun televisi. 

Penyuntikan kedua ini sesuai dengan jadwal vaksinasi Covid-19 yang telah ditetapkan

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Rabu (26/1/2021).

"Rencananya Bapak Presiden akan menerima vaksin tahap kedua sesuai jadwal yang telah ditentukan," kata Heru, dikutip dari Kompas.

Presiden Jokowi sebelumnya telah menerima suntikan vaksin CoronaVac yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd pada 13 Januari 2021.

Baca: Vaksin Covid-19 Jokowi Dikabarkan Gagal, IDI: yang Dilakukan Dokter Kepresidenan Sudah Benar

Presiden Jokowi diperiksa tekanan darahnya sebelum menerima suntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2020).
Presiden Jokowi diperiksa tekanan darahnya sebelum menerima suntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Saat itu, sebanyak 0,5 mililiter vaksin sudah diberikan kepada Jokowi. Sebagaimana diketahui, vaksin CoronaVac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari.

Maka, pagi ini Jokowi akan menerima suntikan sebanyak 0,5 mililiter vaksin yang sama.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dalam Kartu Vaksinasi Covid-19 milik Jokowi yang diunggah di akun Instagram pribadinya @Jokowi, diketahui bahwa rencana pemberian suntikan dosis kedua vaksin CoronaVac akan dilaksanakan pukul 09.40 WIB.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 pada 13 Januari 2021.

Saat itu, dokter yang menyuntik adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan sekaligus Staf Divisi Hematologi Onkologi Medik, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Abdul Muthalib.

Selain Jokowi, sejumlah pejabat dan tokoh juga ikut menjalani vaksinasi perdana Covid-19 di Istana Merdeka. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat, baik pejabat, tokoh agama, petugas kesehatan, perwakilan pengusaha, perwakilan guru, artis, buruh hingga pedagang pasar.

Baca: Beredar Teori Penyuntikan Vaksin Jokowi Gagal, Profesor Zubairi Jelaskan Lewat Utas Twitter

Adapun, mereka adalah Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Kyai Ishomuddin dari PBNU, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis dan artis Raffi Ahmad. 

Selain itu ada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua PGRI Unifah Rasyidi serta perwakikan dari PGI, KWI, PHDI, Permabudhi dan Matakin.

Presiden Jokowi disuntik Vaksin Covid-19.
Presiden Jokowi disuntik Vaksin Covid-19. (Youtube via Tribunnews)

Kemudian, ada pula Kepala BPOM Penny Lukito, Ketua Kadin Rosan Roeslani, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia Ade Zubaedah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Juru Bicara Vaksinasi Reisa Brotoasmoro.

Untuk perwakilan perawat ada Nur Fauzah, perwakilan buruh Agustini Setiyorini, dan Ibu Narti yang mewakili pedagang pasar.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Istana belum memberikan keterangan lebih lanjut apakah para pejabat dan tokoh tersebut akan kembali menerima suntikan dosis kedua di Istana Merdeka.

Baca: Sejarah Baru! Jokowi Jadi Yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19, Raffi Ahmad Perwakilan Milenial

Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi itu menandai dimulainya rangkaian vaksinasi untuk mengatasi pandemi di Indonesia.

Penyintas Covid-19 tidak diprioritaskan

Program vaksinasi di Indonesia diprioritaskan bagi beberapa golongan, tetapi tidak untuk penyintas Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penyintas atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak diprioritaskan dalam program vaksinasi.

"Kalau dari Kemenkes atau pemerintah sebenarnya penyintas Covid itu bukannya tidak diberikan vaksinasi, tetapi kita tunda," kata Nadia dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Leiden di Indonesia, Minggu (24/1/2021).

Menurut Nadia, idealnya vaksinasi tetap diberikan kepada penyintas Covid-19.

Ilustrasi vaksin virus corona
Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Sebab, ada kemungkinan orang yang pernah terinfeksi virus corona mengalami reinfeksi, meskipun tak akan mengalami kasus berat.

Nadia mengungkap alasan pemerintah tak memprioritaskan vaksinasi Covid-19 pada penyintas ialah terbatasnya jumlah vaksin.

Baca: Lewat Covax, Indonesia Bisa Peroleh Vaksin Covid-19 Gratis hingga Sebanyak 20% Jumlah Penduduk

"Kita tahu bahwa vaksin ini terbatas jumlahnya, karena produksi secara global juga terbatas," ujarnya.

Dengan terbatasnya jumlah vaksin, kata Nadia, pemerintah ingin agar masyarakat, khususnya yang belum pernah terinfeksi Covid-19, memiliki antibodi atau kekebalan terhadap virus tersebut.

Selain jumlah vaksin yang terbatas, pemerintah juga mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

Untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas, setidaknya ada 70 persen atau 182 juta penduduk di tanah air yang harus divaksin.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Dian Erika Nugraheny/Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Pagi ini" dan "Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi"





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved