Kronologi #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Operasi tersebut bermula ketika pesawat Sriwijaya Air dengan kode 182/8375 PK-CLC tersebut bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak.
Pesawat tersebut membawa total 50 penumpang yang terdiri dari 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
Selain itu pesawat tersebut juga membawa 12 kru pesawat yang terdiri dari enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Pada pukul 14.37 WIB pilot masih melakukan kontak dengan menara pengawas untuk menaikan pesawat ke ketinggian 29.000 kaki.
Pesawat kemudian diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti standard instrumen.
Pada pukul 14.40 waktu Jakarta, menara pengawas melihat bahwa pesawat tersebut tidak ke arah semestinya melainkan ke arah Barat Laut.
Melihat kondisi tersebut menara ATC Bandara Soeta kemudian meminta pilot untuk melaporkan arah pesawat.
Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, keberadaan pesawat Sriwijaya Air SJY 182 hilang dari radar.
Tak lama kemudian tim penyelamat menurunkan sejumah kapal untuk melakukan pertolongan yaitu kapal dari KPLP, Ditjen Perhubungan Laut, Kapal Basarnas yakni tiga kapal, tiga perahu karet, dan dua sea rider, serta Kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Kurau, KRI Siwar, dan KRI Cut Nyak Dien.
Serpihan pertama pesawat yang ditemukan Tim SAR di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki Kepulauan Seribu yang telah ditemukan kemudian dibawa sampai ke Posko Terpadu, Sabtu (9/1/2021) dinihari sekitar pukul 23.55 WIB.
Serpihan pesawat berupa kabel dan puing tersebut kemudian diserahkan kepada DVI.
Tim SAR Gabungan kemudian dibentuk untuk mencari korban dan serpihan pesawat melalui udara dan laut di Last Known Position (LKP) dengan koordinat 05° 57' 47.81" S - 106° 34' 10.76" E.
Di hari ketiga operasi, area pencarian yang tadinya terdiri dari empat sektor kemudian diperluas menjadi enam sektor.
Meski pencarian difokuskan ke area bawah air namun pencarian juga tetap dilakukan hingga pesisir pantai.
Selama operasi tersebut Tim SAR Gabungan telah mendapatkan sejumlah bagian tubuh korban dan bagian pesawat baik berupa serpihan atau potongan besar pesawat.
Tim SAR Gabungan juga telah menemukan bagian black box pesawat yakni Flight Data Recorder (FDR) di hari keempat operasi tersebut dan casing dari Cockpit Voice Recorder (CVR) beberapa hari setelahnya.
Setelah tujuh hari pencarian, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito kemudian mengumumkan memperpanjang operasi tersebut selama tiga hari di Posko Evakuasi JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada Jumat (15/1/2021).
Keputusan tersebut diambil setelah Bagus melakukan rapat koordinasi bersama dengan sejumlah instansi terkait.
Setelah itu Bagus kemudian memutuskan dan mengumumkan untuk memperpanjang tiga hari lagi operasi tersebut pada Senin (18/1/2021).
Faktor yang mendasari perpanjangan kedua operasi tersebut di antaranya faktor cuaca buruk pada beberapa hari selama operasi dan faktor kemanusiaan.
Bagus kemudian mengumunkan menghentikan operasi SAR tersebut secara resmi pada Kamis (21/1/2021).
Bagus mengatakan upaya yang telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dalam mencari dan mengevakuasi korban dan puing pesawat telah dilakukan semaksimal mungkin.
Meski operasi SAR dihentikan, namun pencarian CVR pesawat masih terus dilakukan dengan dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pada Jumat (22/1/2021) kemudian 37 perwakilan keluarga korban bertolak ke titik jatuhnya pesawat di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang dengan menggunakan KRI Semarang milik TNI Angkatan Laut.
Di sana mereka melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan memanjatlan doa bagi seluruh korban yang meninggal dalam tragedi tersebut.
Baca: Daftar Nama 53 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Teridentifikasi, Pencarian Korban Masih Dilakukan
Jumlah Personel #
Ketika menutup operasi tersebut secara resmi, Bagus mengatakan tidak kurang dari 4300 personel potensi SAR diterjunkan dalam operasi tersebut.
Selain dari Basarnas, mereka di antaranya berasal dari TNI, Polri, KNKT, Kemenhub, Bakamla, KPLP, BPPT, IDRT, Possi, serta berbagai instansi lain baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
Sekira 300-an penyelam gabungan yang terdiri dari Basarnas Special Group (BSG), Dislambair TNI AL, Detasemen Jala Mangkara TNI AL, Kopaska TNI AL, Taifib TNI AL, IDRT, dan POSSI terlibat dalam operasi tersebut.
Jumlah Alat Utama #
Bagus juga menyampaikan total sebanyak 62 kapal laut dan 15 pesawat telah dikerahkan dalam operasi tersebut.
Sejumlah kapal laut yang kerap mondar-mandir untuk membawa hasil temuan yang telah diserahkan para penyelam ke Posko Evakuasi JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara antara lain KN SAR Wisnu, KN SAR Karna, KRI Rigel, KRI Kurau, KRI Parang, Kapal Bakamla, Kapal Polairud, dan Kapal milik KPLP.
Selain itu sejumlah pesawat yang juga terlibat aktif dalam operasi tersebut di antaranya Helikopter Dauphin, Helikopter Caracal, Helikopter Super Puma, peaawat CN 295, dan pesawat Boeing Intai.
Tim SAR Gabungan juga mengerahkan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk melakukan pencarian di bawah permukaan air dan puluhan ambulans untuk mengantar objek pencarian ke Tim DVI RS Polri.
Baca: Petugas Temukan Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air SJ 182 dari KTP hingga Uang dalam Keadaan Utuh
Jumlah Instansi Terlibat #
Hingga Rabu (13/1/2021) tercatat sebanyak 101 instansi potensi SAR yang terlibat dalam operasi tersebut.
Mereka terdiri dari Kementerian dan Badan Pemerintah, sejumlah satuan dari tiga matra TNI, Polri, PMI, perusahaan swasta, dan komunitas serta berbagai elemen masyarakat.
Hasil Evakuasi Korban #
Hingga ditutupnya operasi pada Kamis (21/1/2021), tercatat 324 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI Polri.
Hingga Jumat (22/1/2021) pukul 17.00 WIB tercatat telah 49 korban berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.
Baca: Daftar 47 Nama Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Teridentifikasi hingga Kamis (21/1/2021)
Hasil Evakuasi Bagian Pesawat #
Berikut ini sejumlah bagian pesawat yang telah berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan dan diserahkan Basarnas kepada KNKT hingga Kamis (21/1/2021)
a. Roda
Tim SAR dari Komando Pasukan Katak Angkatan Laut menemukan serpihan roda pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di awal operasi SAR pesawat yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021) tersebut.
Serpihan roda pesawat tersebut dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada Minggu (17/1/2021).
Serpihan roda tersebut tampak berupa velg dan ban yang sudah tak lagi utuh.
Serpihan ban tersebut kemudian diserahkan oleh tim Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis.
b. Dua Turbin
Dua turbin pesawat tersebut ditemukan dan dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara dalam waktu yang berbeda.
Turbin pertama dibawa KRI Cucut pada Minggu (10/1/2021) pada pukul 22.10 WIB.
Turbin pertama tersebut tampak ringsek dan sudah tak berbentuk lagi.
Turbin pesawat tersebut ditemukan dengan bantuan dari sonar tiga dimensi dari KRI Rigel.
Selain itu, turbin kedua pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan oleh penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jalamangkara TNI Angkatan Laut.
Turbin tersebut kemudian dibawa oleh KRI Parang ke Posko JICT II Tanjung Priok pada Jumat (15/1/2020) sekira pukul 19.30 WIB.
Sejumlah personel TNI AL KRI Parang tampak menggunakan crane yang ada di KRI Parang untuk mengangkat turbin ke atas forklift.
Forklift tersebut meletakannya di dekat serpihan besar bagian pesawat yang telah ditemukan sebelumnya.
Turbin tersebut tampak ringsek dan tak berbentuk lagi.
Selain turbin, personel KRI Parang juga mengangkat satu bagian mesin lain dengan cara yang sama.
Bagian mesin tersebut juga tampak ringsek dan tak berbentuk.
c. Flight Data Recorder (FDR)
FDR yang merupakan salah satu bagian dari black box pesawat tersebutditemukan oleh Tim Penyelam TNI AL dibawa ke Posko JICT II pada Selasa (12/1/2021).
FDR tersebut ditemukan bersama dua ping locator atau underwater acoustic beacon milik black box tersebut.
Ketika itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kemudian menyerahkan FDR tersebut kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito.
Bagus kemudian langsung menyerahkan FDR tersebut kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono untuk diselidiki.
Hingga saat ini KNKT mengatakan memory unit tersebut memiliki 300 lebih parameter.
Memory unit tersebut dalam kondisi baik dan kini tengah dipelajari KNKT.
d. Bungkus (casing) Cockpit Voice Recorder (CVR)
Bungkus CVR tersebut ditemukan oleh penyelam TNI AL pada Jumat (15/1/2021).
Benda tersebut ditemukan dalam kondisi ringsek.
e. CVR Electric Unit
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan tim telah menemukan bagian dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berfungsi untuk menangkap data percakapan atau suara di kokpit pesawat.
Bagus menjelaskan bagian tersebut bernama CVR Electric Unit.
Benda tersebut diumumkan telah ditemukan di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada Minggu (17/1/2021).
f. Bagian Mesin
Sebuah bagian mesin pesawat tersebut dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok II Jakarta Utara pada Jumat (15/1/2021).
Bagian mesin pesawat tersebut dibawa oleh KRI Parang bersamaan dengan turbin.
Mesin tersebut diperkirakan memiliki berat hingga ratusan kilogram.
Bahkan diperlukan crane dan forklift untuk mengangkat bagian mesin pesawat tersebut dari atas kapal ke Posko JICT II.
Bagian mesin tersebut tampak ringsek dan tak berbentuk.
g. 55 Potongan Besar Pesawat
Hingga Rabu (20/1/2021) tercatat total 55 bagian besar pesawat yang telah berhasil dievakuasi.
Kelima bagian yang telah disebutkan sebelumnya merupakan sebagian dari 55 bagian pesawat tersebut.
Bagian besar pesawat tersebut tampak berupa rangka, mesin, dan kulit luar.
Rangka, mesin, dan kulit luar pesawat tersebut juga tampak ringsek dan terkoyak.
h. 67 Kantong Serpihan Kecil Pesawat
Hingga Kamis (21/1/2021) tercatat total 67 kantong serpihan kecil pesawat telah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Bagian kecil pesawat tersebut masih berada di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara hingga Kamis (21/1/2021).
Sebagian bagian kecil pesawat tersebut tampak berupa kabel, pelampung penumpang, dan bagian lainnya yang dibungkus kantong jenazah.
Kendala #
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan penyelam gabungan operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 di hari terakhir perpanjangan kedua operasi tersebut, Kamis (21/1/2021) terkendala cuaca yang kurang bersahabat.
Rasman mengatakan kondisi cuaca tersebut membahayakan bagi para penyelam.
Di Posko JICT II sendiri hingga sekira pukul 13.00 WIB tampak mendung disertai gerimis.
Genangan air akibat hujan juga tampak di sana-sini.
Sementara itu Pasops Satgasla SAR TNI AL Letkol Laut (P) Faruq Dedy mengatakan beberapa hari terakhir cuaca di lokasi pencarian kurang bersahabat baik di atas permukaan maupun di bawah air.
Faruq memgatakan jarak pandang para penyelam terbatas hingga sekitar 10 sampai 20 cm.
Tidak hanya itu, kata Faruq, beberapa hari belakangan arus di bawah permukaan cukup kencang sehingga penyelam harus menunggu waktu yang pas untuk kembali menyelam.
Selain itu, kata dia, gelombang laut di atas permukaan kurang lebih mencapai dua meter.
Namun demikian, kata Faruq, sampai saat ini seluruh penyelam dalam kondisi aman.
(Tribunnews/Gita Irawan)
| Pimpinan | Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito |
|---|
| Dimulai | Sabtu (9/1/2021) |
|---|
| Berakhir | Kamis (21/1/2021) |
|---|
| Durasi | 13 hari |
|---|
| Jumlah Personel | Kurang lebih 4.300 personel potensi SAR |
|---|
| Jumlah Alat Utama (alut) | 62 Kapal laut dan 15 pesawat udara |
|---|
| Jumlah Instansi Terlibat | 101 instansi yang terdiri dari Kementerian dan Lembaga pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat |
|---|
| Hasil Evakuasi Korban | 324 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban |
|---|
| Hasil Evakuasi Bagian Pesawat | 55 potongan besar pesawat, 67 potongan kecil pesawat, Flight Data Recorder (FDR), Casing Cockpit Voice Recorder (CVR), dan CVR Electric Unit |
|---|
| Kendala | Faktor cuaca buruk baik di atas permukaan laut maupun di bawa permukaan laut |
|---|